Semakin Aku Mengerti, Semakin Aku Ikhlas dan Tenang

3 Jul

Mia Anggreini

Judul : Pemulihan Jiwa 5
Penulis : Dedy Susanto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : 2014
Tebal : 177 halaman

Dedy Susanto adalah praktisi pemulihan jiwa yang telah lebih dari 12 tahun melayani melakukan kegiatan-kegiatan di bidang kejiwaan. Telah menerapi lebih dari 21.000 klien dan telah menyelenggarakan seminar serta training yang diikuti puluhan ribu orang. Belajar psikologi di Universitas UPI YAI Jakarta. Penemu metode Tetha Restoration, metode terapi pikiran bawah sadar yang paling aman. Bersiaran di radio-radio seperti Elshinta FM, Sonora FM, Lite FM, Kis FM, Pas FM, dan Smart FMn. Pembicara di 32 judul training dan seminar dengan tema-tema psikologi. Dedy Susanto juga pemilik akun twitter @pemulihanjiwa dengan follower lebih dari 1 juta orang. Bagaimana buku ini bisa ditulis, sudah tentu dengan ilmu yang sudah dipelajari oleh penulis baik ilmu formal maupun nonformal. Buku pemulihan jiwa 5 ini merupakan buku seri kelima setelah empat seri buku pemulihan jiwa yang telah rilis sebelumnya.
Dalam buku ini penulis ingin berbagi mengenai beberapa metode pemulihan jiwa dan memotivasi pembaca agar lebih menghargai hidup nya. Berbeda dengan empat seri buku pemulihan jiwa sebelumnya, pada seri kelima ini buku pemulihan jiwa menuliskan teori-teori psikologi yang disampaikan merupakan teori-teori psikologi pada level yang paling tinggi. Jika dalam pendidikan, buku Pemulihan Jiwa seri kelima ini merupakan pendidikan pada S3. Pada buku ini penulis bertujuan agar setiap pembaca dapat melihat kebenaran dalam dirinya, bukan hanya sekedar sugesti-sugesti yang biasa dilakukan oleh para psikolog, tetapi membuka pikirannya dan melihat bahwa kebenaran-kebenaran itu nyata, bukan hanya sekedar sugesti-sugesti baik untuk diri seseorang. Dari beberapa keluhan klien yang terdapat dalam buku ini, sebagian besar tentang pengalaman hidup pahit yang terus-terusan terpikirkan sampai dengan klien itu sendiri berkonsultasi kepada penulis. Dalam buku ini penulis ingin menegaskan bahwa pemulihan jiwa, kebaikkan diri diciptakan oleh diri sendiri. Bahwa kelemahan diri mampu membawa kemulian.

Penulis mengajak pembaca untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih bijaksana dalam menghadapi setiap permasalahan hidup, bahkan menghadapi setiap orang yang menyakiti para pembaca. Klien konsultasi karena merasa sering termenung, mengingat masa lalu nya sebagai anak yang besar di panti asuhan, lalu diangkat oleh sebuah keluarga yang memperlakukan nya seperti pembantu, klien merasa begitu menyedihkannya hidup nya yang tak pernah merasakan kasih saying kedua orang tua dan hal itu terus dirasakan nya hingga menikah dan mempunyai anak. Maka mengambil sisi positif dan memberikan saran positif adalah langkah awal membangun pribadi klien.
Dengan memuji nya akan membantu nya menumbuhkan sugesti yang sebenarnya bukan sebuah sugesti, tapi kenyataan, “Anda hebat lho, dengan kondisi seperti ini anda sanggup membangun keluarga dan mempunyai anak. Dalam kekurangan rasa cinta pada masa lampau, justru anda memberikan cinta. Itu luar biasa,” (halaman 42). Tetapi sebagai motivator ataupun penulis buku ini, Dedy tidak serta merta menganggap seluruh motivasi nya sebagai suatu kebenaran, dan tak pula mengajarkan kepada pembaca bahwa semua yang dikatakan nya suatu keharusan yang diterapkan.

Pembaca diajak bersama-sama berpikir memilih kebenaran untuk dirinya sendiri. Bahkan penulis beranggapan bahwa dia juga masih mencari kebenaran untuk dirinya, bukan hanya motivasi yang diberikan oleh penulis, tetapi juga cara-cara menjaga kesehatan jiwa melalui konsumsi makanan sehat, hal-hal yang harus diperhatikan seperti berolahrahga dll. “ada banyak sekali penelitian mengungkap tabir rahasia pengaruh jiwa terhadap tubuh.” (Halaman 105). Banyak sekali kalimat-kalimat yang menyentuh hati dalam buku ini, seperti yang saya kutip berikut, “Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk selalu mencari kebenaran-Mu dalam jiwa ku. Tidak mudah bagiku mengerti hidup ini tanpa ada kebenaran yang kuat dalam jiwaku. Aku bersyukur sampai titik ini masih diberikan kesempatan mengerti bahwa kebenaran jiwa itu penting bagi hidup. Aku menyadari sepenuhnya bahwa jiwaku hanya membutuhkan hal-hal yang dulu sangat menyakitiku, maka itu tidak menyakitiku” (halaman 45).

Konsultasi yang selalu diberikan oleh penulis kepada klien dan juga penulis dalam buku ini adalah selalu mengatakan kepada diri sendiri bahwa Tuhan mencintai diri kita, bahwa kita adalah orang yang berharga, maka pembaca akan selalu merasa ikhlas dalam menerima keadaan apapun dan menghadapai masalah hidup di kemudian hari. Buku ini termasuk dalam buku psikologi dan ditulis dengan bahasa yang cukup berat, karena menggunakan kalimat yang mengalami pengulangan beberapa kali. Setiap bab di beri gambar yang lebih kepada gambar sastra.
Mungkin untuk orang yang suda dewasa akan lebih mudah memahami makna dari apa yang dituliskan oleh penulis. Beberapa artikel di dalam buku ini cukup membantu para pembaca untuk menyimpulkan pola hidup yang cukup baik seperti apa dan membantu penulis memperkuat beberapa argument yang ditulis dalam buku ini. Buku ini terlihat sebagai buku untuk memberikan konseling kepada orang-orang yang sedang mempunyai masalah, dari judulnya para pembaca adalah orang yang sedang sakit jiwa nya. Padahal kalimat sakit jiwa identik dengan orang gila, pada kenyataan nya buku ini berisi tentang penyemangat jiwa atau dapat dikatakan sebagai buku yang memotivasi setiap pembaca nya agar terus menghargai hidup.
Penulis tidak bermaksud agar buku ini hanya dibaca oleh orang-orang yang sedang menghadapi suatu masalah, tetapi bias dibaca oleh semua orang. Karena memang setiap manusia pasti pernah mempunyai masalah dan pernah merasa di posisi yang terpojok, buku ini ditulis agar setiap orang bersemangat dalam menjalani hidup ini. Harga buku yang ditawarkan lebih murah disbanding harus mengikuti seminar nya atau mungkin jika harus melakukan konsultasi kepada psikiater. Buku ini sangat cocok untuk memberikan semangat untuk orang-orang yang sedang terpuruk, juga untuk para-para mahasiswa psikolog yang sedang mencari referensi untuk menambah pengetahuannya. Untuk para sastrawan juga harus membaca buku ini, karena kalimat-kalimat dalam buku ini penuh dengan kalimat prosa.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: