Risma Sang Pengetuk Nurani

2 Jul

Hidayanti Meyliani ( 11321035 )

Judul Buku      : Risma Sang Pengetuk Nurani

Pengarang       : Ratna Susanti

Tahun Terbit    : 2014

Tempat Terbit  : Klaten

Penerbit           : PT Hafamira

Tebal               : 168 Halaman

Sosok Tri Rismaharini atau lebih dikenal dengan Risma, saat ini sedang ramai diperbincangkan publik, baik di wilayah Surabaya pada khususnya, maupun seantero Nusantara pada umumnya.Risma maharini adalah sosok seorang tokoh wanita fenomenal. Tri Rismaharini adalah wanita pertama di Surabaya yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi di Indonesia pasca reformasi tahun 1998. Ia menjabat sebagai Wali Kota Surabaya sejak tanggal 28 September 2010.

Di bawah kepemimpinannya, Kota Surabaya memperoleh penghargaan tingkat Asia-Pasifik yaitu Future Government Awards 2013 di 2 bidang sekaligus yaitu data center da inklusi digital menyisihkan 800 kota diseluruh Asia-Pasifik. Sederet penghargaan lainnya, baik secara nasional maupun internasional, telah diraih Insinyur lulusan Arsitektur dan Pascasarjana Managemen Pembangunan Kota Institut Teknologi Sepuluh November. Belakangan ini,terdengar kabar akan mundurnya sang wali kota pengetuk hati masyarakat ini. Disinyalir banyak kalangan DPRD Kotamadya Surabaya yang ‘tidak senang’ dengan sepak terjang politik Tri Risma yang terkenal tidak kompromi dan terus maju berjuang membangun kota Surabaya.Nama asli Risma adalah Ir.Tri Rismaharini,M.T, Lahir pada tanggal 20 November 1961, tinggal di  Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Suaminya bernama Djoko Saptoadji dan Beragama Islam.

 

Sebelum terpilih menjadi wali kota, Risma pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan Kepala Badan Perencanaan Surabaya hingga tahun 2010.Di masa kepemimpinannya menjadi Wali Kota Surabaya, Kota Surabaya menjadi lebih asri dibandingkan sebelumnya.Di bawah kepemimpinannya Kota Surabaya meraih tiga kali piala Adipura yaitu pada tahun 2011,2012, dan 2013. Selain itu kepemimpinan Tri Risma juga membawa Surabaya menjadi kota yang terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik. Pada bulan Oktober 2013, Kota Surabaya di bawah pimpinannya memperoleh penghargaan Asia-Pasifik Future Government Awards 2013 pada dua bidang sekaligus. Risma merupakan salah satu nominasi wali kota terbaik di dunia, 2012 World Mayor Prize atas prestasinya menata kota Surabaya.Belum setahun menjabat Ketua DPRD Surabaya Whisnu Wardana menurunkan Risma dengan hak angketnya.Jika Jokowi adalah mantan Wali kota solo yang disebut sebagai Wali kota terbaik di dunia, maka Surabaya punya Tri Rismaharini yang dinobatkan sebagai Wali Kota terbaik sedunia. Sejak tanggal 28 september 2010 Tri Rismaharini resmi menjabat sebagai Wali kota Surabaya. Sejak saat itulah sepak terjang Risma semakin kelihatan. Yang paling menonjol adalah pengelolaan pertanaman Surabaya yang lebih baik lagi sebagai contoh adalah Taman Bungkul yang awalnya tak pantas disebut taman disulap oleh Risma menjadi taman yang indah dan menjadi tempat rekreasi gratis untuk warga Surabaya. Menjadi Walo kota Surabaya bukanlah perkara yang mudah selain harus menjaga fisik dan mental Risma juga mempunyai rahasia.Apakah itu?

Risma menjelaskan pemimpin perempuan mempunyai kelebihan dari pada laki-laki.Perempuan dianggap lebih jago menjelaskan dan mengkoordinasikan para stafnya. Jadi, dia bekerja seperti guru yang menjelaskan ke staf-stafnya. Prinsipnya, tidak ada pemimpin sukses tanpa support staf. Jadi, jangan anggap mereka obyek tapi subyek yang harus dilibatkan. Menurut Risma, perempuan harus berani menghadapi sesuatu yang baru.Risma mendapat julukan Wagiman. Julukan wagiman semakin tepat untuknya, Karena kini Taman Bungkul telah menjadi taman terbesar dan terkenak di Kota Surabaya.

Menurut Sarlito Wirawan Sarwono yang menjadi Guru Besar di Universitas Indonesia dia sama sekali belum pernah bertemu langsung. Ia hanya mengenal Risma dari media massa yang memang sering memberitakan kegiatan Risma dalam membangun kota metropolitan nomor dua se-Indonesia. Ia juga terkesan dengan wawancara Risma bersama Najwa Sihab dalam acara “Mata Najwa” yang dinyatakan pada tanggal 12 Februari 2014. Dimatanya, Risma adalah sebuah fenomena yang luar biasa! Dia hanya seorang arsitek dan mantan Kepala Dinas Pertanaman dan Kebersihan di Kota Surabaya. Risma sangat religious tampak dari institusinya yang kuat, yang menurut Risma sendiri merupakan petunjuk tuhan. ( hal.23 )

Memang ada terdengar kabar bahwa Risma akan menutup Lokalisasi. Para pendemo seperti biasa membawa tulisan yang intinya menolak penutupan lokaslisasi.mereka menganggap Pemkot Surabaya tidak bertindak otoriter. Risma sama sekali tidak takut malahan ia memilki kiat andalan, yaitu sikap tegas dan berani. Walaupun seorang wanita, beliau berani dan tegas menghadapi segala macam permasalahan. Pada prinsipnya, sepanjang masih di rel kebenaran dan masa depan warga, beliau tidak akan pernah takut. Dalam acara “Mata Najwa” Risma sempat menangis saat bercerita tentang anak-anak yang menjadi pekerja seks komersial di kawasan Dolly. Risma tak kuasa menjawab pertanyaan Najwa tentang apa yang akan terjadi dengan remaja perempuan yang ia jumpai disana. Air mata Risma di acara Mata ajwa menggelorakan banjir dukungan kepada dirinya. Tangisan wali kota suarbaya ini bukan air mata buaya.setiap bicara tentang pelacuran Dolly ia selalu bergelimang air mata. Niccolo Maciavelly bernasehat kepada Risa bahwa ia tak boleh menangis lagi. Harus kuat saat beratrung mungkin saat ini kalah  dalam pertempuran. Tetapi ia bisa memenangkan perangnya. Catat pula nasihat bung karno “Politik buat saya adalah menyusun suatu kekuasaan yang terpikul ole hide.Hanya machtsvorming yang terpikul oleh itulah yang bisa mengalahkan segala musuh kaum Marhaen..kita kaum Marharen Indonesia tak cukup dengan menggerutu saja.

Tri Risma Maharini kini dianggap sebagai tokoh wanita yang mampu membawa wajah baru pemimpin publik. Berbuat benar bagi rakyat dan tak kompromi terhadap kapitalisme membut ia di damba,bak suara Tuhan, suara rakyat kini menjadi kuasa.Risma menyatakan bahwa tidak ada gunanya dirinya sering aktif menggunakan media sosial untuk jaringan aspirasi masyarakat. Sebab, dia relah menyediakan media center di bawah naungan pemerintah Kota Surabaya untuk menampuk curahan hati warganya. Wali kota ini cukup nyentrik.setiap hari ia tak bisa lepas dari alat komunikasi kesayangannya. Mungkin diantara kepala daerah, Hanya risma satu-satunya yang selalu rapat melalui Handy Talkie. Maka tak heran jika ada masalah yang terjadi Risma langsung mengambil solusi ketika Risma keliling pelosok Surabaya.

Jokowi menilai Tri Rismaharini sebagai sosok pekerja keras, berani, dan dekat dengn warga.dia mengaku senang dan bangga atas penghargaan yang diperoleh Risma.Meski diterpa isu akan mundur, Wali Kota Surabaya ini tetap menjalankan rutinitasnya. Risma turun ke lapangan membersihkan jalan raya serta menanami area jalan protokol. Risma bertekad menghilangkan kesan kumuh dari sudt-sudut Kota Pahlawan. Selain itu, risma sibuk menghiasi jalan protokol Surabaya dengan tanaman-tanaman hias. Tidak hanya untuk mempercantik kota, tetapi juga tanaman dipersiapkan guan menyambut kunjuungan tamu-tamu dari bebagai Negara. Wali Kota Surabaya ini mengaku tidak takut jika harus mundur dri jabatannya karena kritis soal pengengkatan wakilnya. Pasalnya, ia merasa sebuah jabatan hanyalah titipan tuhan. Sehingga ia tidak takut juka jabtannya itu sudah tidak ia pegang lagi. Secara tidak menduga-duga Risma menduduki peringkat pertama dalam sebuah survey mencari pemimpin alternative pesaing Jokowi yang selam ini digadang-gadang menjadi presiden.

Hingga kini isu mundur atau tidaknya Risma masih terus dibicarakan. Meski beberapa pihak dari Pemkot surabaya sudah memastikan kalau tidak pernah ada pernyataan mundur dari Risma, tapi kabar itu masih terus dipertanyakan. Kedekatan Risma dengan warganya memang tidak terbantahkan lagi.Risma tak sungkan menyapa dan mengobrol dengan siapa pun, termasuk dengan seorang penjual es lilin. Risma langsung meborong es lilin yang dijual.Sebagian es lilin diberikan kepada petgas Linmas, Satpol PP dan petugas satpam Bali Kota.Kemudian Risma memberikan lembar uang Ratusan ribu rupiah kepada penjual es lilin.

Kelemahan buku Risma Sang Pengetuk Nurani ini adalah terlalu  menampilkan kebaikan, juga latar belakang Risma jabatan sebagai Wali Kota Surabaya. Selain itu, juga banyak  menampilkan prestasi dan bidang perpolitikan yang dijalani Risma.Tidak terlalu menampilkan bagaimana Risma di masa kecil serta bagaimana keluarganya.

Kelebihan Buku ini sangat memotivasi perempuan – perempuan dalam hal ketegasan, keberanian, tanggung jawab dan jujur. Bagi pembaca merasa bangga memiliki pemimpin perempuan yang berkualitas dan bisa Merubah Kota Surabaya menjadi lebih bagus dari sebelumnya.

Gebrakan demi gebrakan terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keindahan dan kebersihan. Dua trofi sudah diterima Wali Kota Surabaya.Pemkota Surabaya dinilai telah melakukan inovasi, efesiensi dan unggul dalam manajemen proyek diseitar ousat data. Untuk kategori digital inclusion, pemkot Surabaya memilki program unggu dalam menggunakan teknologo untuk menjembatani kesenjangan digital.Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terpilih menjadi wali kota terbaik dunia untuk bulan Februari versi Citymayors.com.Risma dipilih karena dinilai berhasil membawa perubahan signifikan terhadap perkembangan Kota Surabaya.Risma juga dinilai mampu mengembangkan pelabuhan selain itu juga dinilai berhasil mengembangkan ruang,terbuka hijau di Surabaya. Sejak dipimpin Risma, Surabaya kini sudah memilki beberapa tanaman dengan tema yang berbeda, seperti Taman Persahabtan, Taman Skate dan BMX, serta Taman Flora, Taman-taman ini juga dilengkapi berbagai fasilitas, seperti Wi-Fi, perpustakaan, dan Fasilitas olahraga.

Saran untuk buku yang ditulis oleh Ratna Susanti agar tidak terlalu mengaitkan Risma dengan perpolitikan dan lebih menceritakan bagaimana Risma masa kecil dan perjuangannya hingga menjadi sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: