Aku dan Egoku

2 Jul

  Hidayanti Meyliani ( 11321035 )     

Pada malam itu terasa sangat aneh untuk ku mama dan ayah bersikap tidak seperti biasanya. Tiba-tiba akudiajak makan bersama di meja makan padahal biasanya jangankan untuk makan bersama untuk menyuruh ku makan saja mereka lupa. Sehabis makan kami berkumpul diruang tamu ayah memulai dengan pertanyaan yang menurutku diluar dugaan ”Nak, jadi rencana kamu mau melanjutkan kuliah dimana?. Aku hanya terdiam dan tidak menjawab tentang apa yang ayah pertanyakan. Namun, mama mulai menyambar pertanyaan ayah dengan menjawab ” Kamu harus kuliah, mau jadi apa kamu kalo tidak kuliah! mama akan malu jika kamu tidak kuliah Apa kata keluarga, apa kata teman-teman mama nanti jika kamu tidak melanjutkan S1”. Mungkin mama sudah tau apa yang ada didalam pikiranku bahwa aku sama sekali tidak ingin melanjutkan kuliah. Sehabis percakapan itu aku langsung pergi ke kamar untuk memikirkan lagi perkataan mama.

            Pagi hari, seperti biasa aku bangun pagi dan kondisinya pada saat itu aku masih menunggu pengumuman kelulusan tepatnya sedang libur sekolah. Mama dan ayah ku tidak berada dirumah mereka sibuk mengurusi urusan mereka masing-masing. Aku sudah biasa dengan keadaan yang seperti ini. Selang waktu berlalu, teman akrabku Tika datang kerumah untuk bermain aku sering memanggilnya dengan sebutan bunda karena diantara teman-teman dekatku hanya bunda yang bisa berfikir dewasa dan selalu mengajarkan yang baik-baik. Disela perbincangan kita tiba-tiba dia bilang”kamu mau melanjutkan kuliah kemana? Dalam hatiku berkata kenapa masih pertanyaan yang sama. Aku bilang ” Aku masih belum tau, liat nanti saja kedepannya bagaimana aku saja malas untuk melanjutkan kuliah ku rasa sampai SMA saja sudah cukup. Dia langsung saja menjawab “apa-apaan kamu mau jadi apa ijazah SMA tidak akan cukup untuk mendapatkan pekerjaan.Jangan mentang-mentang orang tua kita mampu untuk memberi yang kita mau dan menuruti apa yang kita inginkan.Ingat!! meskipun begitu kalo kamu tidak punya kepintaraan apapun kamu bisa dibodohi orang lain. Aku pun tertunduk dan mengalihkan pembicaraan gara-gara saking asiknya bercerita kami berdua tertidur waktu berjalan sangat cepat tidak terasa sudah sore dan bundapunberpamitan pulang.

Malamnya, salah seorang sepupuku namanya sigit dia sedang kuliah disemster akhir. Dari dia aku mendapat pengetahuan yang salah entah karena dia memang jahil atau Cuma mengetes sebanyak mana keinginan ku untuk kuliah. Menurutnya, kuliah itu sama sekali tidak enak waktu akan lebih banyak untuk mengerjakan tugas yang menumpuk dan tidak akan ada waktu untuk bermain bersama teman. Dibangku kuliah aku akan mendapatkan teman baru yang akan berbeda dengan teman lama. Dari penuturannya, aku semakin takut dan tidak mempunyai semangat untuk kuliah. Sebenarnya, faktor utama yang ada difikiranku aku akan hidup sendiri dan belum terbiasa dengan lingkungan yang baru terutama aku akan berjauhan dengan kedua orang tuaku. Namun, Malamnya mamaku sudah menyiapkan alat-alat dan barang keperluanku yang akan ku bawa untuk tes di kampus yang di inginkan oleh orang tuaku. Aku menangis dan memohon agar rencana orang tuaku dipikrkan lag i”Nak ,tidak ada jalan lain kamu harus kuliah kamu harus lebih pintar dari orang tuamu, membanggakan orang tua merupakan kewajiban anak ” aku Cuma bisa menangis sampai mamaku beranjak meninggalkan kamar dan tinggallah aku sendirian. Selang waktu beberapa menit ayah datang ke kamar menyuruhku untuk berpamitan kepada keluarga. Aku pun mau tidak mau harus pergi ke rumah keluarga untuk berpamitan. Sesuai dengan apa yang disuruh ayah aku datang kerumah keluarga rasanya aku mau berteriak dan menangis sekencang-kencangnya namun aku tak bisa berbuat apa-apa Tante rini salah satu keluarga yang aku datangi untuk berkaitan bilang “jaga diri baik-baik semoga kamu sukses nak biar bisa dibanggakan orang tua” aku pun tak kuasa menahan tangis air mata jatuh.

Paginya aku sudah harus kebandara aku berangkat ke jakarta bersama ayah. Aku disuruh untuk masuk ke Universitas Trisakti Jakarta. Aku diantarkan mama sampai ruang tunggu aku menahan tangis dan rasa kecewaku namun bagaimana lagi ini semua harus aku jalani. Mama bilang”Jaga dirimu baik-baik nak semoga kamu lulus tes banyak-banyak berdoa jangan lupa sholat”mama mencium keningku setelah itu mama pulang hanya sisa aku dan ayah yang akan pergi keluar dari tempat dimana aku harus meninggalkan orang-orang yang ku sayangi.

Aku tiba di jakarta pukul 09.34 setelah sampai aku dan ayah langsung mencari hotel untuk beberapa hari sementara aku tes di jakarta. Aku disuruh ayah belajar ”belajar,biar bisa lulus tes gak sia-sia datang kesini”. Hari itu, aku tes di Universitas yang sama sekali tidak penah ku bayangkan di hari itu juga aku berulang tahun. Hanya ayah yang ada dan mengucapkan secara langsung dihadapan ku . Perasaan ku kacau, tak karuan, aku hanya mengisi sedikit saja dari soal-soal tes. Pulang ke hotel, aku beristirahat sambil menonton tv tiba-tiba masuk ucapan dari teman-teman ku baik dari sms ataupun telpon aku agak sedikit senang karena mereka tidak lupa dengan hari ultahku. Namun, aku tidak bisa bersama-sama dengan mereka rasanya aku ingin sekali pulang. Ayah menawarkan untuk tes ditempat lain”Kamu mau tes lagi gak dikampus lain? ”aku bilang” Udah ayah, ini saja aku sudah pusing dan semoga sajalah lulus”aku tidak mau mencoba dikampus lain lagi. Dua hari setelah itu,aku menunggu kabar dari guruku kabar kelulusan ku disekolah ayah menelpon guruku untuk menanyakan kelulusanku karena aku sedang berada dijakarta ”Halo,ibu bagaimana anak saya lulys? ”jantung ku berdegup kencang menunggu jawaban ibu guru”Anak bapak tidk lulus pak”jawaban ibu guru membuat ku menangis hiteris namun ibu guru belum selesai bicara ibu guru ingin telponnya diserahkan padaku karena ia ingin bicara ”nak, jangan menangis begitu,Kalian semua lulus kok termasuk kamu”aku menangis lebih kencang dan menyerahkan lg hpnya ke ayah. Aku lulus sekolah, disitu aku tidak tau harus bahagia atau sedih di jalan ku lihat banyak anak SMA sedang merayakan kelulusannya corat coret baju,konvoi dan ketawa bersama teman-temannya sedangkan aku hanya bisa mendengar kabar baik dari guruku.Aku bertanya pada ayah”Kapan kita pulang?” ayah bilang besok sudah pulang jadi bersiap-siaplah.Aku sangat senang mendengar jawaban ayah dan bergegas membereskan barang-barangku,

2 bulan lebih aku berada dirumah bersama orang tua, sanak keluarga,dan teman-temanku. Semua rusan disekolah pun sudah terselesaikan aku sudah harus kembali ke jakarta untuk memulai semua dari awal. Kampus baju,teman-teman baru,dan hidup yang segala sesuatu yang harus aku lakukan sendiri tanpa orang tua. Untuk kepergian kali ini aku sudah menyiapkan semuanya karena ku fikir ini semua demi kebaikan ku.

Setiba di jakarta aku sudah mendapatkan tempat yang layak yaitu Kos putri Aisyah yang dikelola oleh ibu kos yang rumahnya dekat dengan kos yang ku tempati. Rasanya aku tidak ingin cepat-cepat pagi.karena aku blm siap dengan keadaan yang baru dimana aku berada diantara orang-orang yang belum aku kenal dan ini perdana aku jauh dari orang tua.

Semester 1 dan 2 kuliah ku masih gak bener dimulai dari banyak absen yang kosong,jarang bikin tugas,suka bangun kesiangan. Namun, aku tersadar setelah semester 3 disadarkan oleh mama dan ayah mama bilang ”Nak,tidak masalah kamu sekarang bertingkah begini namun apa salahnya kamu mencoba memperbaiki semua. Kami maklum, kamu tidak mau kuliah tapi cobalah perbaiki nilaimu biar mama dan ayah bangga ”aku bingung harus berbuat apa. Tapi, setelah kejadian mama dan ayah tau kalo nilai ku jelek-jelek aku mulai berubah. Dan sekarang aku sedang melanjutkan S2 di The University Of Sydney Australia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: