Eloknya Tanah Air Khatulistiwa

2 Jul

Rizal Palevi (10321052)

Image

Judul            : The Journey 2 : Cerita dari Tanah Air Beta.

Pengarang    : Alanda kariza, Fajar Nugros, Farid Gaban, JFlow, Matatita, Rahne Putri, Richard     Miles, Riyanni Djangkaru, Travel Junkie Indonesia, Trinzi Mulamawitri, Ve Handojo, dan Windy Ariestanty.

Penerbit       : GagasMedia.

Tebal            : viii + 256 halaman.

Cetakan        : Pertama, 2012

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki 13.466 gugusan pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Dari jumlah gugusan pulau dan luas yang mencapai 5.180.053 km2, tentu saja Indonesia memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Dari sekian banyak tempat tersebut pun banyak kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Indonesia menjadi kawasan yang cocok bagi orang-orang yang memiliki hobi traveling.

Buku ini bercerita tentang perjalanan dari beberapa orang ke daerah-daerah yang ada di Tanah Air yang sekaligus menjadi penulis dalam buku ini. Para penulisnya pun merupakan orang-orang yang sudah memiliki nama dalam dunia jurnalistik di Indonesia. Sebut saja Farid Gaban yang merupakan wartawan senior yang banyak memiliki pengalaman dalam dunia jurnalistik Indonesia. Riyanni Djangkaru seorang presenter salah satu stasiun tv swasta di Indonesia yang telah banyak memiliki program acara travelling.

Ide pokok dari buku ini adalah kisah perjalanan dari beberapa penulis ke daerah-daerah yang ada di Indonesia untuk menemukan cerita menarik yang bisa dibagikan kepada pembaca. Dari kisah-kisah tersebut, pembaca dapat mengetahui kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Menghargai dan melestarikan kebudayaan menjadi alasan utama para penulis menuangkan kisah mereka ke dalam bentuk buku.

Di dalam buku ini terdapat filosofi yang menarik dari Rahne Putri mengenai seperti apa konsep packing itu.  Menurutnya packing itu belajar memilih, mana-mana saja yang kita bawa dan pertahankan, seperti halnya memilih siapa yang akan kita masukkan ke hati. Hidup adalah perjalanan, hati adalah koper. Bawa secukupnya di dalamnya. Tinggalkan yang memberatkanmu, singkirkan yang merepotkanmu.

Buku ini terdiri dari 12 cerita yang berkisah mengenai perjalanan para penulis mengunjungi tempat-tempat yang ada di Negara Indonesia. Cerita di awali dari perjalanan seorang penulis cerita, skenario, dan juga blogger mengunjungi kampung Trusmin di kota Cirebon. Berawal dari menjadi salah satu peserta World Batik Summit 2011 di Jakarta, membuat Ve Handojo bertekad untuk mempelajari batik. Ia sengaja memilik workshop Batik Ninik Ichsan di kawasan kampung Trusmin, Cirebon karenan memang dekat dengan Jakarta. Perjalanan dari Jakarta ke Cirebon hanya memerlukan waktu 3 jam saja menggunakan kereta. Dalam tulisannya. Ia menjelaskan bahwa batik bukan hanya sekedar pakaian tradisional, namun dalam setiap motif batik mengandung arti dan filosofi yang menarik jika kita sebagai generasi muda mau untuk menelaahnya.

Bagian kedua ada seorang wanita asal Yogyakarta yang membagi pengalamannya melintasi papua melalui udara. Pesawat Twin Otter memang merupakan jenis pesawat kecil yang berfungsi untuk penerbangan jarak pendek. Pesawat ini memang cukup diandalkan oleh sebagian masyarakat yang ingin bepergian dari Timika ke Asmat karena memang efektif dan efisien jika dibandingkan dengan menggunakan kapal laut. Walaupun banyak terdengar berita mengenai banyak hilangnya jenis pesawat ini dalam penerbangan komersil di Papua, namun standar keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas maskapai penerbangan. Memang pesawat ini sangat mengandalkan cuaca jika akan melakukan penerbangan. Selama dalam pesawat, wanita yang sanagat menyukai ilmu Antropologi ini sangat menikmati keindahan alam Papua yang memang masih terdiri dari hutan-hutan yang lebat. Sungai-sungai yang panjang dan berkelok-kelok tak bosan untuk dilihat karena penasaran kemana akan bermuara.

Bagian ketiga bercerita perjalanan Riyanni Djangkaru ke pulau Dewata Bali. Salah satu alasan utama ia memilih bali sebagai tujuan perjalanannya adalan untuk melihat Mola. Mola merupakan sejenis ikan Buntal yang ukurannya bisa mencapai diameter 4-5 meter. Nama lain dari ikan ini adalah Sun Fish karena bentuknya yang bulat dan suka berjemur di permukaan laut untuk menghilangkan parasit pada tubuhnya. Untuk dapat melihat ikan ini ia harus menyelam hingga kedalaman seratus meter di kawasan Nusa Penida. Tidak hanya turis lokal saja yang ingin melihat Mola dari dekat, banyak turis-turis mancanegara dari Singapura, Malaysia, bahkan Australia yang rela melakukan perjalanan panjang untuk melihat Mola. Betapa terkenalnya Bali di mata Dunia, begitulah inti yang bisa ditangkap dari ceritanya.

Bagian keempat ada cerita mengenai kota Solo yang ditulis oleh Rahne Putri. Cerita-cerita mengenai solo yang terkenal dengan kota yang sangat teratur dan tertib membuat ia ingin membuktikannya. Ternyata memang benar, Solo memiliki struktur letak tata kota yang menurutnya sangat teratur dan tertata rapi. Kota Solo sudah menjadi kota tujuan wisata sejak walikota Solo Joko Widodo mencanangkan slogan “Solo Spirit Of Java”. Hal itu ditandai dengan dibuatnya bus wisata bertingkat satu-satunya di Indonesia. Bus ini dinamakan Werkudara yang merupakan salah satu tokoh pewayangan yang memiliki sifat melaksanakan kewajiban dengan ikhlas, membela yang benar tanpa ragu, teguh pada keyakinan, mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, dan bertindak adil serta jujur.

Sebenarnya masih banyak cerita menarik yang terdapat pada buku ini, misalnya seperti perjalanan Fajar Nugros seorang penulis dan sutradara di daerah Raja Ampat, Papua. Jika berbicara mengenai Raja Ampat, maka hal pertama yang akan muncul dalam pikiran adalah keindahan kekayaan lautnya yang terkenal hampir di seluruh Dunia. Namun Fajar tidak melulu bercerita mengenai keindahan alam bawah laut Raja Ampat yang begitu indah, dia mengambil sisi lain dari Raja Ampat. Papua memang terkenal sebagai penghasil bibit-bibit pemain sepak bola yang handal, sebut saja Boas Salossa. Pemain berdaraj Papua ini merupakan andalan di lini depan Timnas Indonesia. Hal seperti itulah yang diangkat oleh Fajar dimana anak-anak Raja Ampat sangat menggemari sepak bola dan memiliki cita-cita untuk menjadi pemain sepak bola. Jika mereka tak mampu untuk menempuh pendidikan yang tinggi, jalan terbaik menurut mereka adalah dengan menjadi pemain sepak bola.

Buku “The Journeys 2 : Cerita dari Tanah Air Beta” ini cukup menarik untuk menjadi bahan bacaan bagi para penggila travelling karena ditulis dengan gaya bahasa yang cukup beragam. Hal tersebut dikarenakan bukan hanya satu penulis saja yang bercerita, namun bayak penulis-penulis berpengalaman yang berbagi cerita pada buku ini. Hal itu membuat pembaca tidak merasa bosan jika membaca buku ini. Pada setiap cerita pun dilengkapi dengan foto-foto perjalanan dari para penulis. Pembaca dapat berimajinasi dengan tulisan dan gambar-gambar yang membuat pembaca seolah-olah ikut masuk ke dalam cerita tersebut.Satu hal lagi yang menarik dari buku ini, ada Travellers Info pada halaman 184. Dengan adanya info tersebut sangat bermanfaat bagi pembaca jika ingin mengunjungi tempat tersebut. Namun hal yang sangat disayangkan adalah tidak semua cerita terdapat kolom travellers info.

Secara garis besar dapat saya ambil kesimpulan, buku ini sangat menarik untuk dimiliki dan dibaca. Isi-isi cerita yang menjelaskan mengenai bagaimana kebudayaan, tradisi, tempat wisata yang sangat menarik di Indonesia sangat diperlukan kita sebagai warga negara Indonesia. Buku ini mengajarkan bagaimana kita harus bangga menjadi warga Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: