Mengungkap Misteri Cinta dan Kehidupan dengan Istikharah

1 Jul

Aan Mei Handoko

Sumber Foto : Aan Mei Handoko

Sumber Foto : Aan Mei Handoko

Judul Buku : Kupinang Kau dengan Istikharah
Penulis : Ozi El Fansury
Penerbit : Laras Media Prima
Terbit : Mei 2013
Tebal : 164 x xii hlm,; 14 x 20 cm
Cetakan : I (Pertama)
Cover : Softcover
ISBN : 978-602-18946-8-2

Bila cinta memanggilmu, ikuti dia walau jalannya terjal dan berliku. Apabila sayapnya merangkulmu pasrah dan menyerahlah walau pedang yang terselip di sayap itu melukaimu (Kahlil Gibran, 1833-1931)
Kebanyakan orang dengan fasihnya mengungkapkan kata “Cinta” tapi belum tentu mereka tahu makna atau arti cinta itu sendiri itu seperti apa. Cinta bukanlah sesuatu teori yang bisa dengan mudah didefinisikan. Karena makhluk yang satu ini memang sulit dimengerti kadang muncul dan terkadang menghilang.

Buku ini ditulis oleh Ozi El Fansury, penulis ingin menunjukkan sesuatu yang belum banyak orang ketahui atau melalaikannya. Sebagai seorang muslim kita sering melupakan jati diri kita yang sebenarnya, kehidupan, umur, jodoh, dan cinta. Terlebih lagi soal asmara dan cinta banyak orang memasrahkan kepada ramalan atau dunia semu semata. Padahal sesuatu tentang cinta yang hakikatnya berasal dari Sang Pencipta (Tuhan). Lalu, pertanyaan yang muncul bagi pembaca adalah. Apa arti sebuah kata cinta itu dan bagaimana mencari jawaban langsung dari Allah? Jika memang bisa melalui Shalat istikharah bagaimana tuntunanya dan bagaimana istikharah untuk cinta itu?.

Dalam buku ini mencoba menjabarkan masalah-masalah dan menemukan suatu cara dalam menyelesaikan yang pastinya sesuai syariat Islam. Dengan cara sholat istikharah setidaknya mampu mengurangi beban masalah yang dihadapi dan memberikan ketenangan bagi yang melakukannya. Setiap orang memiliki peran dalam menjalani kehidupan ini, dunia yang penuh warna menjadikan kita sebagai sosok yang memiliki banyak pilihan namun pilihan tersebutlah yang menuntun kita kedepanya ingin seperti apa, ingin memilih warna putih, hitam atau bahkan abu-abu semua ada.

Ketika kita harus memilih, bagi seorang muslim beriman, sebuah masalah dan cobaan dijadikan sebuah nilai berharga dari setiap amal dan perbuatanya. Masalah yang dijalani diibaratkan sebagai satu ujian yang harus dihadapi sebagai indikasi dan jalan untuk meningkatkan keimanan dalam hatinya, atau dinilai sebagai teguran dar Allah atas jesalahan dosa-dosa yang dilakukan, baik secara sadar maupun tidak sadar. Seperti juga masalah ada bentuk lain dari rintangan yang menghadang seseorang yaitu musibah. Musibah disini dimaksudkan sebuahh rencana yang menimpasesorang yang mempengaruhi seluruh kepribadian dan jalan hidupnya. Namun goncangan tersebut dapat diatasi dengan beberapa hal diantaranya ; pertama yang mereka lakukan saat musibah datang adalah mempertahankan kemenangan. Kedua adalah mematahkan harapan. Ketiga menjaga keberanian dan yang terakhir adalah mempertahankan semangat kerja di tengah keterbatasan tersebut.

Dalam menghadapi masalah orang juga memiliki caranya masing-masing dan salah satunya Istikharah. Bagi sebagian orang, melakukan istikharah sudah biasa dilakukan. Biasanya dilakukan untuk mendapatkan suatu petunjuk atau sesuatu yang berkenaan kedepanya atau sebagai pereda sedikit masalah. Istikharah sendiri adalah Shalat memohon kebaikan dari Allah oleh sesorang yang akan melakukan satu perkara yang sedang dihadapi (Fansury, 2013; 37).

Hakikat Istikharah sendiriri bukanlah sebuah ungkapan untuk mengetahui perkara gaib. Tetapi, istikharah merupakan sebuah untaian permohonan dan keinginan untuk mendapatkan yang terbaik dengan merendahkan diri dihadapan Allah. Sedangkan, hikmat disyariatkanya istikharah adalah banyak perkara yang kita ketahui apakah itu baik atau buruk akibatnya bagi kita. Misalnya, kematian, kehidupan, kekayaan, kemiskinan anak, keluarga dan seluruh kebutuhan hidup didunia. Hukum shalat istikharah adalah sunnah yang dianjurkan oleh Rasullulah untuk dikerjaan. Jumlah rakaatnya adalah sama dengan shlat sunah lainya dan boleh dilakukan pagi hari, siang ataupun malam. Juga bisa dilakukan setelah melakukan sholat fardhu.

Bagaimana istiharah untuk cinta?, kembali kepada kegunaan dan definisi shalat istikharah itu sendiri. Shalat istikharah tidak hanya dilakukan untuk kepentingan berperang dan berjihad di jalan Allah, atau hanya dilakukan untuk kepentingan ilmu pengetahuan.Lebih dari itu shalat istikharah dilakukan juga untuk kepentingan asmara, cinta dan pernikahan. Dengan shalat istikharah sesorang dapat meminta petunjuk dan hidayah langsung dari Allah (Fansury, 2013 63). Memantapkan diri dalam suatu hubungan/pasangan sangatlah penting dengan shalat istikharah setidaknya memberikan gambaran, jika ingin mendapatkan jodoh yang ideal, menjaga kebersihan hati, meminta dan didekatkan pada jodoh yang mungkin berjauhan.

Manfaat dari Isi dari buku ini banyak memberikan informasi seputar tentang menyelsaikan masalah dalam syariat islam yakni beristikharah dan bagaimana cara melakukannya serta yang paling penting bagi kaum muda yaitu istikharah juga bisa untuk urusan cinta dan asmara. Secara kronologi isi buku ini membicarakan perihal makna suatu arti kata cinta, mencari jawaban langsung dari Allah, Tuntunan shlat istikharah , istikharah cinta, dan agar terhindar dari perbuatan zina. Ulasan Singkat Buku kebanyakn memang masyarakat Indonesia, ketika dihadapkan masalah terutama berkaitan dnegan cinta, orang jarang mendekatkan kepada Tuhan. Mereka cenderung mengasingkan diri dna pergi bersenang senang. Padahal ada syariat islam yang lebih mujarab dari itu, yaitu shalat istikharah. Sistematika penulisan Buku ini banyak menggunaan resensi buku Islam berseta dengan surat Al-quran beserta artinya, mungkin penulis ingin menyampaikan secara seperti apa sunnah yang dianjurkan dan bukti.

Kelebihan buku ini berisi tentang Istikharah baik dalam menghadapi masalah kehidupan maupun cinta. Keunggulan lain ialah banyak memiliki kutipan ayat-ayat Al Qur’an sehingga para pembaca mendapatkan kesan yang berbeda. Kelemahan dari buku ini adalah dari segi penulisan masih terlihat kaku dan banyak menggunakan kalimat pepatah yang banyak membingungkan. Perpindahan dari bab ke bab lainya terlihat dna terkesan menggantung tidak ada penghubung yang jelas. Belum mampu memenuhi semua pertanyaan atau bahasa lainya belum memuaskan. Terlepas dari itu semua buku ini banyak memberikan isnpirasi dan pengetahuan baru bagi pembacanya selalin buku yang baru juga berkenaan dengan islam sangat cocok bagi anak muda zaman sekarang, dengan harga relative murah buku ini layak menjadi salah satu rekomendasi bagi masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: