Penguasa dan Mimpi Masa Depan

18 Jun

Anindita Damayanti (10321066)

 

Langkah mantap beralas sepatu usang

Tajam kerikil tak dirasa

Pudar warna merah dan putih

Tersampir tas berisi masa depan

Rumah ilmulah tujuan akhir perjalanan

Rumah reyot nan kusam yang menjadi naungan meraih mimpi

 

Gelak tawa riang anak-anak terdengar riuh

Lonceng berbunyi memulai mimpi menuju masa depan

Langkah berat sang guru mengawali mimpi

Hutan, bukit dan sungai menjadi satu bagian dalam perjalanan mereka

Panas hujan tak jadi rintangan

Segelintir manusia rela memandu mereka meraih masa depan

Mimpi mereka jauh di atas awan menembus atap usang

 

Apakah manusia di Pusat tahu mimpi mereka?

Apakah manusia di Pusat tahu bangunan nyaris ambruk tersebut?

Apakah manusia di Pusat tahu hanya ada segelintir manusia yang dipanggil “guru” di sana?

Apakah manusia di Pusat tahu rintangan yang harus dilewati?

Tidak

 

Manusia di Pusat seakan menutup mata

Mereka seakan ditinggalkan dalam gaung impian kosong tanpa jaminan

Mimpi tergantung tanpa sempat teraih

Hey penguasa! Jangan biarkan mereka memeluk angin tanpa sempat meraih asa

Tengoklah betapa sulitnya mereka untuk meraih mimpi

Jangan hanya melihat keluar, tapi lihatlah ke dalam negerimu

 

Ketahuilah hai penguasa, mereka membutuhkan uluran tanganmu

Ketahuilah hai penguasa, sedikit saja mimpi mereka

Ketahuilah hai penguasa, mereka yang bernasib sama tersebar di pelosok negeri

Coba sekali saja kalian lihat dan rasakan apa yang mereka rasa

Penguasa, dengarlah, jangan biarkan mimpi mereka kandas diterbangkan awan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: