Gosip Dicari, Untuk Merugi

16 Apr

Nur Istifani Rahayu (10321093)

Tayangan apa yang tidak pernah absen dari televisi? Jawabannya adalah gosip. Setiap mengganti channel televisi, tayangan yang disajikan hanya gosip selebritis negeri. Dari pagi hingga malam, tayangan gosip merajalela di berbagai televisi swasta. Ada yang mengemasnya menjadi reality show, infotainment, ataupun talkshow. Semuanya membicarakan masalah pribadi sang ‘public figure’. Dari masalah perceraian, melahirkan, hamil, pacaran, punya rumah baru, sampai menemani sang artis untuk merawat tubuhnya di salon. Kalau dipikir-pikir, semua informasi tentang artis tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan kehidupan kita. Kalau si artis mau cerai, apa kita juga harus cerai? Kalau si artis punya rumah baru, apa kita diajak untuk tinggal di sana? Atau kalau si artis menikah, jangankan diundang, kenal saja tidak.

Inilah realita yang terjadi di masyarakat, gosip yang muncul di televisi selalu dicari dan ditunggu-tunggu oleh penonton setianya. Seakan sudah menjadi makan malam, pagi dan juga siang. Gosip selebriti menjadi santapan wajib bagi masyarakat, terutama kaum hawa. Sehari saja tidak makan, pastinya kita akan lapar. Begitu pula dengan gosip, sehari saja tidak menyaksikan tayangan gosip, bagaikan tidak makan satu tahun. Informasi yang bahkan tidak penting, menjadi penting bila dikemas dalam sebuah tayangan yang bernama infotainment. Bahkan saya pernah menyaksikan tayangan gosip saat pembawa acaranya mengatakan, “Kami menyajikan informasi selebritis, bukan gosip selebritis”. Setelah saya melihat tayangannya saat itu, ada beberapa artis yang dikabarkan sedang dekat lalu digosipkan sedang menjalin hubungan. Si artis pun membalas pertanyaan wartawan dengan malu-malu. Apakah itu bukan gosip? Sedangkan sang naratornya pun mengatakan bahwa itu adalah gosip.

Sebetulnya, apa itu gosip? Gosip adalah sebuah kabar yang belum pasti faktanya, bisa benar, dan bisa salah. Bahkan gosip dapat menjerumuskan seseorang agar dipandang negatif oleh lingkungannya. Gosip yang benar faktanya sama dengan menggunjing, yaitu membicarakan orang lain dengan maksud dan tujuan yang tidak baik. Sedangkan gosip yang belum tentu kebenarannya dapat dikaitkan dengan fitnah, yaitu menuduh seseorang melakukan sebuah tindakan yang belum tentu benar faktanya. Bila dikaitkan antara keduanya, maka gosip, fitnah, dan menggunjing adalah hal yang sangat tidak baik dan sama sekali tidak ada manfaatnya.

Media massa terutama televisi seringkali tidak memperhatikan acara yang diberikan kepada khalayaknya. Hanya berbekal peringkat yang tinggi maka tayangan gosip akan terus diputar. Masyarakat yang belum menyadari isi pesan di dalam media massa pun, hanya dapat mengikuti alur cerita dari tayangan tersebut. Inilah yang perlu diperhatikan, karena media massa saat ini bukan lagi memenuhi kebutuhan masyarakat akan hiburan, pendidikan, dan informasi. Tetapi media massa saat ini hanya memperdulikan keinginan masyarakat tanpa memperdulikan keseimbangan akan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat.

Tayangan infotainment memang banyak dicari, bila dihentikan maka akan banyak yang memprotes. Hal ini dikarenakan belum ada kesadaran dari masyarakat terhadap tayangan yang ia saksikan. Bila masyarakat sudah dapat ‘melek’ akan media massa yang ia nikmati. Maka mereka akan menyetujui apabila tayangan infotainment adalah tayangan yang tidak bermanfaat, malah mereka merugi apabila menyaksikan tayangan infotainment. Bagaimana tidak, tayangan infotainment hadir di televisi hampir 12 jam perhari. Masyarakat yang menonton televisi dalam 2 jam saja tidak baik untuk kesehatan maupun moralnya.

Dampak tayangan gosip bagi masyarakat adalah publik jadi terbiasa untuk membicarakan orang lain, muncul anggapan masyarakat bahwa membicarakan orang lain adalah hal yang wajar dan tidak ada hukumannya. Kemudian bermunculan masyarakat-masyarakat yang tidak cerdas, karena selalu menonton tayangan yang sama sekali tidak ada unsur pendidikan dan hiburannya. Belum lagi bila tayangan tersebut disaksikan oleh anak-anak di bawah umur, perilaku menyimpang yang dilakukan oleh selebritis di dalam gosip tersebut bisa saja menjadi acuannya. Tidak ada gosip yang mendidik bagi anak, gosip malah mengajarkan anak untuk hidup sombong dan hanya bisa membicarakan orang lain.

Contohnya saja perilaku menyimpang dari Ariel dan Luna Maya, pastinya kita masih mengetahui bahwa sempat beredar video antara keduanya yang dikelompokkan dalam video porno. Karena informasi tersebut dianggap penting, maka televisi menayangkannya secara terus menerus. Dari beberapa situs menyatakan bahwa, setelah tayangan infotainment tersebut diberitakan. Banyak yang menyediakan video porno tersebut di dalam media online, yang sudah barang tentu mudah diakses oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Mau jadi apa generasi bangsa kita apabila tayangan serba gosip tersebut terus disiarkan, dalam kurun waktu lebih dari 12 jam/harinya. Merusak moral bangsa dan merusak stabilitas ideologi bangsa terhadap norma-norma kenegaraan yang pernah ada sejak zaman dahulu.

Bukan berarti kita tidak boleh menyaksikan tayangan infotainment yang sekarang benar-benar beredar di media massa. Hanya dikurangi porsinya saja, yang tadinya dalam seminggu bisa menonton 7 hari tanpa berhenti. Kini bisa saja dalam seminggu hanya menonton tayangan gosip hanya 1 kali. Kita memang membutuhkan informasi tentang selebritis, tetapi bukan gosip yang belum jelas kebenarannya dan sama sekali tidak bermanfaat untuk hidup kita. Carilah tayangan infotainment yang memberikan fakta-fakta tentang public figure. Public figure di sini adalah orang yang berkepentingan terhadap negara, dan memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakatnya. Dalam hal ini bisa diambil contoh presiden atau menteri, presiden merupakan kepala negara dan segala sesuatu yang terkait dengan dirinya dan keluarganya adalah hal yang patut diketahui oeh masyarakat. Hal ini dikarenakan, presiden dipilih oleh masyarakat dan diberi gaji dari masyarakatnya.

Sama halnya dengan menteri, ia diberi gaji oleh masyarakat. Ia pun memperjuangkan bangsa untuk masyarakat. Bila ada hal yang ganjil terhadap seorang menteri, masyarakat berhak mengetahui apa masalah yang terjadi dan mengikuti perkembangannya. Berbeda dengan artis, ia hanya menghibur masyarakat. Bahkan terkadang hiburan yang diberikan tidak mendidik dan tidak ada nilai informasinya. Itulah yang menyebabkan, sebetulnya artis tidak dapat digolongkan dalam kelompok public figure. Ini dilihat dari beberapa kepentingan yang ada di masyarakat dan negara.

Wajar saja bila tayangan gosip yang ada saat ini selalu dicari-cari, masyarakat sudah terpengaruh oleh tayangan yang selalu muncul terus menerus di televisi. Berita tentang Eyang Subur contohnya, mungkin pada awalnya banyak yang enggan menyaksikan gosip sang ‘eyang gaib’. Namun jika setiap menyalakan televisi tayangan yang muncul hanya wajah eyang ini, rasa penasaran akan timbul dan mau tidak mau ikut juga menyaksikan tayangan infotainment itu. Media lah yang selalu membuat tayangan gosip seakan penting untuk masyarakat. Memang banyak yang menyaksikan tayangan gosip adalah ibu-ibu, terutama ibu-ibu rumah tangga yang banyak menghabiskan waktunya di rumah. Ini tidak boleh dianggap sepele, karena orangtua merupakan pendidik terbaik bagi anak.

Rugi sekali bagi masyarakat khususnya ibu-ibu, apabila menyaksikan tayangan gosip. Rugi dalam hal ini adalah rugi waktu yang dibuang sia-sia hanya untuk menyaksikan tayangan gosip selebritis yang nantinya akan berdampak pada anak-anaknya. Bukannya lebih baik apabila menyaksikan tayangan pendidikan yang nantinya dapat ditularkan pada anak? Atau membaca buku-buku pengetahuan dan pendidikan untuk menambah pengetahuan ibu di rumah. Untuk itulah perlu adanya sosialisasi gerakan literasi media (melek media) pada ibu-ibu rumah tangga. Agar dapat memilih tayangan yang baik untuk ditonton bagi ibu dan keluarga. Karena ibu yang cerdas akan membawa anaknya menjadi cerdas pula.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: