Kreatif Itu Berlian

2 Apr

Hasinadara P. (10321024)

Bila kita menyebutkan kata kreatif, maka akan selalu identik dengan sesuatu yang cemerlang, baru, tidak biasa, dan tidak mainstream. Untuk memunculkan sesuatu yang  kreatif pun bukan hal  yang mudah, maka dari itu dibutuhkan langkah-langkah khusus. Sebagai awalan untuk merealisasikan hal kreatif tersebut kita membutuhkan ide kreatif.

Ide kreatif itu bisa kita analogikan sebagai berlian sempurna yang indah dan berkilau. Untuk mendapatkan berlian tersebut diperlukan waktu yang lama. Berlian terbentuk dengan temperatur yang tinggi dan ratusan kilometer di bawah permukaan bumi. Kemudian karena terdorong oleh gas karbondioksida, berlian dapat mencapai kerak bumi. Untuk menjadi berlian yang berkilau kemudian batu berlian tersebut perlu diasah lagi.

Untuk mendapatkan ide kreatif pun dibutuhkan inspirasi. Inspirasi diibaratkan sebagai batu berlian yang belum diolah dan mengandung ide kreatif. Untuk dapat merealisasikan ide kreatif tersebut maka dibutuhkan banyak inspirasi dan langkah nyata sehingga dapat terbentuk dengan sempurna layaknya berlian yang berkilau.

Kita bisa mendapatkan inspirasi di mana dan kapan saja. Banyak orang berkata bahwa inspirasi bisa mereka dapatkan ketika mereka merenung di tempat yang sunyi, namun ada pula yang mendapatkannya dari tempat yang ramai. Bahkan banyak pula yang mendapat inspirasi ketika mereka berada di dalam kamar mandi. Memang terdengar lucu namun sudah banyak hal seperti ini terjadi di dunia nyata.

Inspirasi tersebut kemudian berkembang menjadi ide kreatif. Ide kreatif kemudian diolah secara matang dengan proses tertentu sehingga tercipta dan terealisasikan apa yang disebut dengan  kreativitas. Kreativitas tersebut yang dapat dianalogikan sebagai berlian sempurna. Kreativitas itu akan terus berkembang jika terus diasah. Layaknya berlian akan berkilau bila diasah oleh tangan yang tepat dan terampil.

Bahkan untuk membentuk diri sebagai pribadi yang kreatif perlu tips dan trik tertentu. Hal tersebut mulai banyak muncul dalam berbagai buku, salah satunya seperti Creative Junkies,  ditulis oleh Yoris Sebastian yang disebut sebagai Pakar Kretivitas Indonesia. Disebutkan bahwa kreativitas itu bukan sesuatu yang given melainkan ketrampilan yang dapat dilatih. Kreativitas akan berkembang dengan cara menggunakan otak kanan kita untuk mengimbangi otak kiri.  Ia juga memaparkan berbagai proyek kreatif yang ia lakukan seperti Launching Album Musik di atas pesawat. Hal tersebut merupakan kegiatan yang belum pernah dilakukan di Indonesia dan menimbulkan sukses besar baginya. Selain itu juga Yoris juga menyampaikan hal-hal sederhana yang bisa mengasah kreativitas, seperti memakai jam tangan di tangan kanan yang biasanya dipakai di tangan kiri. Serta berbagai hal lain yang melawan kebiasaan umum.

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, kreativitas lebih banyak dihasilkan melalui proses yang ada di otak kanan. Namun sebuah penelitian dari University of Southern California dalam jurnal studi Social Cognitive and Affective Neuroscience, seperti yang dilansir dari detik.com, menyatakan bahwa otak kiri menjadi pendukung penting dari otak kanan dalam melakukan tugas-tugas kreatif. Penelitian ini dilakukan kepada beberapa mahasiswa arsitektur. Berdasarkan penelitian ini terbukti selama melakukan tugas kreatif, otak peserta sebelah kiri menyala lebih banyak daripada otak bagian kanan. Hal tersebut menunjukkan bahwa otak kiri juga bekerja untuk mendukung kreativitas otak kanan.

Seperti pertunjukan musik, kegiatan sosial, dan acara-acara lainnya, menulis pun membutuhkan suatu kreativitas. Agar apa yang ditulis orang tersebut bisa memunculkan suatu sudut pandang yang berbeda dalam dunia tulis-menulis. Untuk menulis kreatif yang dibutuhkan adalah banyak membaca. Membaca buku fiksi, nonfiksi, koran, majalah, tabloid dan lain-lain bisa menambah wawasan dan ketrampilan kita dalam menulis kreatif. Selain membaca, dibutuhkan juga interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa mengamati semuanya dengan lebih cermat. Terkadang banyak hal kecil dan sederhana yang tak tertangkap oleh kita, padahal hal tersebut bisa menjadi inspirasi untuk menciptakan kreativitas. Maka dari itu kita harus lebih peka serta tanggap dengan apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Menulis kreatif itu harus bisa mengajak pembaca menikmati tulisan kita tanpa merasa jenuh dan tidak mengerti dengan apa yang kita tuliskan. Tulisan tersebut tidak hanya dapat dinikmati oleh diri sendiri, namun juga orang lain. Maka penulis harus menggunakan kalimat yang ringan, istilah-istilah umum yang biasa digunakan masyarakat sehingga pembaca dari berbagai umur dapat menikmati tulisan kita. Selain itu menulis kreatif tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Agar menghasilkan tulisan yang baik, yang diperlukan adalah latihan terus-menerus, baik itu tulisan fiksi mau pun nonfiksi.

Terkadang dalam menulis kita mengalami beberapa hambatan, atau biasa disebut dengan writer’s block. Seperti memiliki banyak ide tapi bingung akan menuangkan dalam tulisan seperti apa. Hal ini sering dialami oleh penulis. Sehingga dalam menulis penulis perlu menentukan batasan tema apa yang akan ditulis. Kemudian membuat outline atau kerangka tulisan bisa membantu penulis untuk mewujudkan tulisan tersebut. Setelah kerangka tulisan terbentuk, maka dapat dikembangkan lagi menjadi sebuah tulisan sempurna.

Saya banyak membaca buku, dari sekian buku yang telah saya baca, Dewi Lestari atau Dee adalah salah satu penulis kreatif di mata saya. Dee menuliskan karyanya dari ide sederhana yang sebenarnya banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Namun ia mengemasnya dalam bentuk yang berbeda. Dee banyak berfilosofi dalam karya-karyanya. Sehingga cerita sederhana yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari dituliskan secara luar biasa sehingga mampu mengena di hati para pembacanya.

Menulis kreatif bukanlah bakat, melainkan keahlian yang bisa dipelajari dan akan semakin baik bila dilakukan terus-menerus. Dengan menulis kita dapat memberikan informasi, manfaat sekaligus inspirasi bagi membaca. Tidak seperti perkataan yang akan hilang oleh ingatan. Perkataan tersebut akan dapat diingat selalu bila dituangkan dalam bentuk tulisan dan tak akan hilang ditelan zaman. Maka banyak yang berkata bahwa menulis itu untuk keabadian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: