Dambaan Selamanya

7 Jun

Faiz Syauqi (09321062)

 

Ribuan wajah kusam dan kusi berserakan tak beraturan

Mengiringi naiknya sang mentari dari peraduannya

Wajah yang sama pun hadir ketika ia hendak kembali ke peraduannya

 

Ketika debu dan asap hitam pekat memenuhi paru-paru

Ketika geraman dan lengkingan suara memekakkan pendengaran

Ketika banyak umpatan yang keluar dari mulut tak dihiraukan

 

Ribuan wajah pun selalu datang saat itu

Tak hiraukan paru-paru yang semakin menghitam

Tak hiraukan pula telinga yang semakin pekak

 

Ribuan manusia juga hadir di sebuah kubus

Mereka menantinya dengan penuh pengharapan

Tapi harapan pun pudar ketika mereka tenggelam dalam kepengapan

 

Peluh membasahi mereka yang berdiri mempertahankan posisi

Berjuang untuk tetap berdiri dari ancaman yang membuntuti

Semua itu terjadi, tak ada yang tahu pasti kapan akan berhenti

 

Mereka semua mendamba kenyamanan

Dambaan yang semakin menyesakkan dada

Ketika hanya menjadi dambaan selamanya

 

Kelak mereka lah yang akan mewujudkannya

Ketika dambaan itu menyadarkan logika mereka

Kemudian menuntun mereka

 

Atau akankah muncul seorang pahlawan?

berteriak dan menyombongkan diri akan mewujudkan dambaan mereka

Tapi tidak, tidak semudah itu agaknya

 

Siapa mereka?

Terlalu jumawa untuk berjanji mewujudkan dambaan mereka

Dan terlalu lancang untuk menarik simpati mereka dengan janji itu

 

Namun entah besok, lusa, pekan depan, bulan depan atau bahkan tak akan terjadi

Dambaan yang semakin memekakkan telinga dan menyesakkan hati

Tak ada seorang pun tahu kapan akan teratasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: