Dari Walikota Solo ke Calon Gubernur DKI

9 Apr

Dwi Khairiyah Daud (09321034)

 

 

Pemilihan kepala daerah ibukota Indonesia, DKI Jakarta, sudah santer dibicarakan. Padahal, pemilihan baru akan dilakukan pada bulan Juli tahun ini. Joko Widodo, walikota Solo akan mengambil peran untuk menduduki jabatan sebagai calon gubernur DKI, didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya. Ditilik dari keberhasilannya membawa kota Solo menjadi kota yang nyaman, maju, dan rapi di bawah kepemimpinannya, hal ini diharapkan dapat diaplikasikan di ibukota negara. Melihat kasus kemacetan, banjir tiap hujan mengguyur Jakarta, dan banyaknya rumah-rumah kumuh. Figur Jokowi dinilai mampu menjadikan Jakarta sebagai ibukota yang nyaman bertaraf  kelas dunia, sehingga kasus-kasus yang membelit Jakarta dapat terselesaikan tuntas dengan memihak kepada rakyat, bukan kepada pemilik modal yang berasas kapitalisme.

Adapun persaingan untuk memperebutkan kursi gubernur dan wakil gubernur akan semakin ketat, dengan banyaknya organisasi yang mencalonkan orang-orang besar untuk menduduki jabatan tersebut di periode mendatang. Dilihat dari besarnya nama-nama pesaingnya yang sering muncul di media massa. Sebut saja, gubernur DKI Jakarta saat ini, Fauzi Bowo yang mencalonkan diri lagi sebagai calon gubernur DKI yang didukung penuh oleh Partai Demokrat. Selain itu nama Ketua DPD PKS Jakarta Tri Wisaksana dan mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, didukung oleh Partai PKS. Jokowi, begitu ia disapa akan berpasangan dengan Basuki Tjahja Purnama. Pasangan ini didukung oleh partai Banteng merah PDI-P dan Gerindra yang dipimpin oleh Prabowo Subianto yang akan bersaing ketat dalam memperebutkan suara di Pilkada Juli.

Untuk itu, keberhasilan Jokowi dalam membangun kota Solo, yang pada awalnya kota Solo tidak senyaman, rapi, tertib seperti saat ini. Diharapkan dapat  diaplikasikan di ibukota, jika ia terpilih sebagai orang nomor satu Jakarta. Melihat nasib Jakarta sekarang ini hampir sama dengan nasib kota Solo dahulu, sebelum dipimpin oleh Jokowi, belum rapi dan nyaman. Kasus ini dianggap mirip, dan Jokowi berhasil membuktikan kota Solo berubah menjadi kota yang nyaman dan rapi. Diharapkan sejarah ini bisa terulang kembali di kota Jakarta.

Bukan hanya penduduk asli Jakarta yang ingin ibukota menjadi kota yang ramah, nyaman, dan rapi. Tetapi seluruh warga Indonesia berharap demikian. Karena kasus kemacetan di ibukota negara adalah masalah seluruh warga Indonesia, dikarenakan Jakarta adalah kota sentral pemerintahan dan pusat perputaran ekonomi di Indonesia. Jika tidak didukung dengan infrastruktur yang baik, dapat menghambat jalannya perekonomian di Indonesia.

Jokowi tentunya menjadi tokoh yang evolusioner, jika melakukan perubahan dengan terobosan-terobosan baru untuk memperbaiki Jakarta. Bukti perubahan yang dilakukannya dalam mengatur Solo, bukan dengan waktu yang sebentar. Maka Jokowi adalah perubah evolusioner. Adapun karakteristik perubahan evolusioner, sedikit demi sedikit, dalam waktu yang panjang, relatif mudah dikendalikan, dan resistensi rendah.Karena dianggap mampu menjadikan suatu kota menjadi bernilai, tentunya Jokowi pun dianggap mampu mengubah daerah khusus ibukota Jakarta menjadi kota yang nyaman berkelas dunia.

Selain itu, walikota Solo yang senang menggunakan batik ini dianggap jauh dari arogansi pejabat berdasi dan dikenal dapat menyelesaikan masalah di masyarakat dengan turun langsung ke rakyat, menjadikan sosoknya figur pemimpin yang merakyat. Serta pembawaannya yang sederhana memperlihatkan dirinya peduli terhadap sosok wong cilik, yang bermakna peduli terhadap rakyat-rakyat kecil.

Selain itu kecintaannya terhadap tanah air dalam menaikan sumber daya manusia terlihat saat mobil ESEMKA naik pamor dan diekspos media-media. Informasi yang diberitakan media, yaitu Jokowi menjadikan mobil ESEMKA sebagai mobil dinasnya dan berjuang agar mobil buatan SMK kota Solo itu, menjadi mobil yang dapat diproduksi dan dijual di dalam negeri. Tindakannya itu membuktikan bahwa dia cinta terhadap produk dalam negeri, serta menegaskan bahwa dia bukanlah pengumbar janji busuk khas para pejabat untuk merebut hati masyarakat. Akan tetapi, Jokowi adalah pemimpin yang berdiri di garis depan untuk mensejahterakan masyarakatnya.

Masyarakat Solo pun pro-kontra dalam menanggapi hal ini. Ada yang mendukung majunya Jokowi ke tanah ibukota sebagai calon gubernur periode selanjutnya, tetapi ada pula yang ingin Jokowi tetap menjadi walikota Solo, hingga masa jabatannya habis pada tahun 2015. Hal ini disebabkan karena kecintaan warga Solo terhadap pemimpin yang mereka kagumi. Walaupun keputusan bulat telah diambil, Jokowi pun meminta restu kepada masyarakat Solo, yang tidak lain basis PDIP yang selalu menang dalam Pemilu, untuk mencoba nasib di Jakarta.

Untuk kembali mengulang keberhasilannya dalam membangun kota Solo di ibukota, Jokowi harus menggunakan komunikasi sosial untuk mendekati warga Jakarta. Adapun fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial, setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari ketegangan dan tekanan. Dengan menggunakan komunikasi yang menghibur dan memupuk hubungan dengan orang lain. Melalui komunikasi, Jokowi dapat bekerjasama dengan anggota masyarakat (keluarga, kelompok belajar, perguruan tinggi, RT, RW, desa, kota, dan negara secara keseluruhan) untuk mencapai tujuan bersama.

                Dalam hal ini, Jokowi memainkan perannya dalam wilayah kenegaraan agar warga Jakarta memberikan suaranya kepada Jokowi dan dapat menjalankan jabatannya sesuai kewajibannya, untuk mencapai tujuan bersama. Tujuannya, yaitu untuk mewujudkan Jakarta sebagai ibukota negara yang rapi, tidak ada perumahan kumuh, dan banjir bisa diatasi agar DKI tidak melulu terkena banjir jika hujan mengguyur. Adapun masalah lain yang masih belum terselesaikan, yaitu kemacetan. Kemacetan diharapkan dapat terselesaikan, agar masyarakat dapat menggunakan waktu dengan efisien yang berefek terhadap lancarnya pergerakan perekonomian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: