Mobil ESEMKA, Masih Adakah Harapan?

26 Mar
Dwi Khairiyah Daud (09321034)
 

Kreativitas anak bangsa patut diacungi jempol, bukan hanya laptop, handphone, televisi yang berhasil dibuat oleh tangan anak bangsa. Baru-baru ini santer terdengar munculnya mobil ESEMKA, mobil buatan tangan anak negeri sebuah SMK di kota Solo. Mobil yang dirakit oleh siswa SMK ini menjadi perbincangan hangat di berbagai media. Hal ini turut memancing perhatian masyarakat Indonesia.

Pemerintah kota Solo pun memberikan apresiasi, sebagai wujudnya Walikota Solo menjadikan mobil ESEMKA menjadi mobil dinasnya. Namun dengan yang dilakukan Joko Wi, sebutan bagi walikota Solo, pemerintah pusat cenderung menutup sebelah mata dalam melihat mobil ESEMKA ini. Cenderung pesimis melihat suatu karya dari dalam negeri ataukah mereka sudah terbiasa menggunakan produk luar negeri? Sehingga merasa janggal jika membandingkan dengan mobil ESEMKA.

Pesimistis pemerintah pusat semakin terlihat saat mobil ESEMKA gagal dalam uji kelayakan di Jakarta, tanpa membeberkan hal-hal apa saja yang harus dibenahi. Padahal dilihat dari peluang ekonomi dan bisnis, produk-produk buatan tangan sendiri dapat menaikkan perekonomian masyarakat Indonesia. Tidak lain yaitu, produk-produk yang dibuat anak bangsa adalah dari Indonesia untuk Indonesia. Semua akan kembali ke kantong Indonesia.

Apabila pemerintah menyediakan fasilitas yang memadai, maka pembuatan mobil ESEMKA dapat mengurangi pengangguran dengan mempekerjakan anak negeri, yang dapat mengurangi jumlah pengangguran yang semakin hari semakin meningkat. Dan juga dapat menambah pendapatan negara.

Membayangkan mobil ESEMKA dapat dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, maka perekonomian Indonesia dapat melaju naik. Selain itu dengan mendapatkan dukungan dari semua pihak, tidak mustahil mobil ESEMKA dapat diekspor ke luar negeri dengan bermain di pasar bebas. Hal ini dapat terjadi jika percaya pada tanah air sendiri, bentuk perwujudan bahwa kita mencintai dan membela bangsa sendiri, serta menaikan harga diri bangsa di mata dunia, bahwa Indonesia bisa dan meneriakan Impossible is Nothing.

Sesungguhnya Indonesia dapat bersaing dengan produk-produk luar negeri jika semua pihak termasuk masyarakat dan pemerintah mampu mendukung dan memberi fasilitas serta peluang untuk maju dan berproduksi. Sayangnya, dukungan pemerintah hanya bersifat retorika, padahal dari terbuatnya mobil ESEMKA merupakan pembuktian bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia mumpuni untuk bersaing dengan mobil-mobil asing yang banyak di pasaran, sebut saja Honda, Toyota, Hyundai.

Dengan membudidayakan SDM Indonesia yaitu diberi kesempatan berkarya, maka Indonesia dapat bersaing di kelas internasional. Mengikuti jejak India dan Cina yang sudah membuktikan diri ke persaingan internasional dengan produk-produk negaranya yang sudah membanjiri pasar dunia. Indonesia pun mampu jika pemerintah dan seluruh masyarakat sanggup menaikkan rasa cintanya dan percaya diri terhadap bangsa sendiri. Tidak melulu pesimistis terhadap prestasi Indonesia dan tidak terus-menerus melihat sisi kelam dan gagal Indonesia. Tetapi bangkit, berdiri dan memulai menggunakan produk dalam negeri.

Adapun kunci utamanya yaitu, pemerintah sanggup percaya, beraksi, dan memfasilitasi para pengusaha dalam negeri agar terus produktif. Jangan terus-menerus berpikir hal-hal teknis, bagaimana ini? Bagaimana jika seperti ini? Berpikir semacam ini akan menunda-nunda pekerjaan. Akan lebih baik jika mental baja dipupuk dari sekarang, agar sambil berpikir sambil berbuat, dan teori mengikuti aksi, sehingga pembenahan terus dilakukan untuk mencapai kata sempurna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: