Kebangkitan Karya Anak Negeri

26 Mar

Ira Pratica Dewi. S. (09321019)

 

Beberapa waktu terakhir ini, masyarakat Indonesia dikejutkan oleh anak-anak sebuah SMK di Solo, Jawa Tengah. Mereka berhasil membuat mobil rakitan mereka sendiri dan sudah dicoba oleh Walikota Solo, Jokowi. Jokowi merasa senang dan cukup puas melihat hasil karya anak SMK ini. Setelah berita itu tersiar beberapa waktu, masyarakat mulai menaruh pandangan positif untuk anak SMK yang dulunya sering dianggap anak SMK itu pasti nakal. Masyarakat juga menaruh harapan besar agar mobil tersebut dapat diproduksi besar-besaran.

Itulah sepenggal cerita dari anak negeri yang mulai berkarya untuk kemajuan negaranya sendiri. Pertanyaannya sekarang adalah apa mungkin produk dalam negeri bisa menjadi “raja” di negaranya sendiri? Masyarakat Indonesia sepertinya lebih mencintai dan mempercayai produk luar negeri. Berbagai alasan terlontar dari masyarakat yang lebih percaya produk luar negeri dari kualitas terjamin, bahan bagus, awet, dan menunjukkan suatu kedudukan jika membeli barang dari luar negeri. Mungkin hal inilah yang menjadi pendorong anak SMK Solo dan beberapa orang lainnya bertekad membuat produk sendiri dan dipasarkan dalam negeri. Jawaban dari pertanyaan atas tadi hanya ada dua, yaitu mungkin dan tidak, yang lalu diikuti faktor-faktor yang mendukung dan penghalang.

Barang buatan Indonesia dapat menjadi “raja” di negara sendiri apabila didukung oleh beberapa faktor, seperti adanya bantuan modal dari pemerintah, fasilitas yang memadai, dan yang terpenting adalah adanya kemauan dari pemerintah dan masyarakat untuk memakai produk dalam negeri. Dalam hal ini kita ambil contoh mobil ESEMKA, pembuatan mobil tersebut merupakan langkah awal dari masyarakat Indonesia untuk mulai menyukai produk dalam negeri. Pembuatan mobil ini dapat berjalan dengan baik dengan adanya bantuan dana dari pemerintah yang disalurkan pada sekolah. Dana tersebut digunakan pihak sekolah untuk memperlengkap fasilitas pembuatan mobil, mulai dari peralatan, bahan baku, dan juga pendidikan tentang perakitan mobil. Dengan adanya hal itu, mobil ESEMKA dapat dibuat untuk yang pertama kalinya.

Kemauan dari masyarakat dan pemerintah untuk menggunakan produk dalam negeri juga berperan penting. Disini perlu adanya kerjasama dari masyarakat dan pemerintah. Apabila masyarakat menginginkan mobil ESEMKA diproduksi massal, tapi pemerintah tidak mau membantu dalam hal-hal fasilitas yang memadai, itu sama saja pemerintah tidak mendukung produk dalam negeri. Bisa juga sebaliknya dengan pemerintah ingin semua masyarakat Indonesia menggunakan mobil ESEMKA, tapi masyarakat belum bisa mempercayai produk sendiri, mungkin dari perakitannya terjamin tidak, keselamatan terjamin tidak, dan berkualitas atau tidak. Maka dari itu, perlu adanya kemauan dari pemerintah dan masyarakat Indonesia sendiri untuk mulai mempercayai produk dalam negeri karena sebenarnya produk dalam negeri kualitasnya tidak jauh berbeda dengan produk luar negeri.

Produk Indonesia kemungkinan juga tidak bisa menjadi “raja” di Indoensia sendiri dengan adanya beberapa faktor. Sudah ada sedikit pembahasan di atas tentang kemauan dari masyarakat dan pemerintah dengan kekurangannya. Selain itu  bisa ditambahkan ini tidak dapat menjadi produk yang merajai negeri sendiri jika produk luar negeri masih terus datang ke Indonesia. Sebaiknya perlu adanya pembatasan produk luar negeri yang datang ke Indonesia, dengan cara ini produk di Indonesisa dapat berkembang. Faktor penghalang lainnya adalah kualitas barang yang kurang terjamin dan ini bisa terjadi apabila pembuatnya kurang terampil ataupun fasilitas yang kurang memadai. Bahan baku yang mahal atau susah didapat sering menjadi penghalang. Banyak masyarakat yang ingin mengembangkan bisnis produk dalam negerinya, tapi terbatas oleh bahan baku yang mahal yang kadang membuat produk tersebut berhenti diproduksi.

Produk dalam negeri kita saat ini sudah mulai banyak, banyak yang ingin memproduksinya, tapi penghalangnya juga banyak. Kesimpulannya adalah  perlu adanya dukungan dana dan pendidikan yang pantas bagi mereka yang ingin mengembangkan produk dalam negeri jika kita ingin Indonesia dapat sama dengan negara maju lainnya yang sudah dapat memproduksi barang sendiri dan dipakai oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: