Kerjasama Fungsi Otak dalam Membentuk Kreativitas

19 Mar

Renata Pertiwi Isadi (09321077)

merangsang otak kanan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kreatif.  Kata-kata ini mungkin sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan seni terutama. Namun sebenarnya kreatif itu tidak hanya identik pada kegiatan-kegiatan seni saja, tapi bisa dikaitkan dengan berbagai hal. Nah, sebenarnya kreatif itu sendiri apa sih?

Menurut saya kreatif itu adalah bisa membuat sesuatu yang biasa menjadi tidak biasa, menciptakan keunikan, berkarakter, dan dapat membuat sesuatu menjadi menarik. Daya kreatif ini sebenarnya dimiliki setiap orang, namun potensinya memang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh banyak hal, misalnya pemenuhan gizi dan kondisi lingkungan tempat tinggal. Mengapa berkaitan dengan pemenuhan gizi? Karena daya kreativitas tiap orang bersumber dari otak (otak kanan) sehingga otak membutuhkan nutrisi untuk membentuk sel-sel yang mendukung perkembangannnya. Selain itu kondisi lingkungan tempat tinggal juga sangat berpengaruh, karena kebiasaan yang ditanamkan dalam lingkungan tertentu bisa sangat berbeda dengan lingkungan lainnya. Contohnya pola pendidikan keluarga yang berbasis akademik akan berbeda dengan keluarga yang dibesarkan pada basis seni.

Saat seseorang ingin menuangkan karyanya dalam bentuk tulisan, maka sebenarnya fungsi otak kanan dan otak kirinya sedang bekerjasama. Karena saat menulis otak kiri yang bekerja dan saat berpikir kreatif otak kanan yang akan bekerja. Pembagian fungsi otak dapat dilihat pada gambar ilustrasi disamping.

Banyak tulisan yang tercatat dalam buku cerpen, novel, buku pelajaran, dan artikel motivasi, namun tidak semuanya menarik untuk dibaca. Mengapa? Karena judul atau isi dari tulisan tersebut kurang menarik bagi pembacanya. Sebenarnya apa yang dapat menarik minat pembaca? Yang dapat menarik bagi pembaca adalah apa yang dibutuhkan oleh pembaca, sesuatu yang tidak membosankan, dan menegaskan kalau tulisan tersebut memang berbeda dengan tulisan-tulisan sejenis dari penulis lainnya. Oleh karena itu ada baiknya seorang penulis memiliki kekhasan tersendiri atau karakter dalam menulis karyanya.

Membuat tulisan yang kreatif membutuhkan “rasa bahasa” yang baik. Bukan berarti harus selalu menggunakan bahasa yang baku dan kaku seperti dalam buku pelajaran sekolah formal. Namun cukup menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami banyak orang. Bahasa yang artistik pun terkadang diperlukan dalam menulis kreatif. Ini bisa menjadi ciri khas dari penulis tersebut.

Penulis yang kreatif adalah orang yang dapat mendeskripsikan apa yang ada dalam pikirannya secara utuh ke dalam bentuk tulisan. Banyak opinion leader yang bagus dalam berbicara dan menyampaikan pendapatnya, namun tidak bisa menuangkan pemikirannya tersebut dengan baik ke dalam karya tulis. Sebenarnya menulis tidak jauh berbeda dengan berbicara, karena sama-sama merupakan buah pikiran. Perbedaannya hanya dalam bentuk apa pemikiran tersebut dituangkan. Selain itu juga kembali pada kemampuan tiap orang mendeskripsi yang dipengaruhi oleh “rasa bahasanya” masing-masing. Oleh kerena itu kerjasama antara fungsi otak kanan dan kiri memang sangat dibutuhkan, agar hasil yang diperoleh baik berupa karya tulis maupun karya seni dapat balance dan sesuai dengan yang diharapkan.

Selain kemampuan mendeskripsi kepercayaan diri juga sangat berperan penting dalam mendukung kepiawaian seseorang menulis. Tulisan itu diibaratkan memiliki jiwa. Apa yang dimaksud dan dirasakan penulis biasanya akan tergambar dalam makna tulisannya. Ini bisa di singkronkan dengan fungsi otak dan perasaan penulis. Penulis yang kreatif biasanya dapat membawa perasaan pembacanya saat membaca tulisannya, hingga dapat membuat pembaca menangis, tertawa, dan berpikir. Jadi untuk menjadi penulis yang kreatif kepercayaan diri sangat diperlukan.

Yakinkanlah apa yang dilihat, dirasa, diingat, dipikirkan, dan ingin ditulis dapat Anda tuliskan dengan deskripsi yang baik. Karena sugesti yang baik (kepercayaan diri) akan membawa Anda selangkah lebih maju dibandingkan dengan penulis pemula atau bahkan penulis-penulis lama yang belum memiliki kepercayaan diri.

Untuk mencapai tahapan penulis yang baik seperti Andrea Hirata dan penulis terkenal lainnya yang telah memiliki banyak karya tidaklah mudah. Namun juga tidak mustahil untuk menyamai atau bahkan melebihi hasil karya mereka. Hanya perlu waktu untuk belajar dan mencapai tahapan seperti mereka. Semua tahapan membutuhkan proses, yang terpenting adalah rasa percaya diri, menggali potensi,  pengalaman, dan tidak pernah menyerah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: