Menulis dengan Kreatif

18 Mar

Dira Elita (09321015)

 

Kreatif adalah suatu pemikiran atau tindakan yang berbeda dari orang-orang pada umumnya. Seperti jika orang lain berpikiran hitam, bisa saja dia berpikir merah muda. Pada intinya kreatif adalah suatu buah pemikiran seseorang yang lain dari biasanya atau bahkan bisa out of the box. Kreatif sendiri sebenarnya sangat penting. Bayangkan saja jika semua hal yang ada di dunia ini sama dan hampir serupa, pasti akan kelihatan monoton dan tidak menarik. Lain halnya jika ada satu atau beberapa orang yang memandang sesuatu dari sisi berbeda maka akan terlihat perbedaan-perbedaan unik yang dapat memberikan kesegaran dan warna tersendiri.

Kreatif ini hampir selalu dibutuhkan. Dalam bidang seni misalnya, pelaku seni seharusnya memiliki kreativitas sendiri untuk membedakannya dengan orang lain dan juga sebagai identitas dari pelaku seni tersebut. Contoh saja saat ini banyak bermunculan boyband yang bergaya ala Korea. Mulai dari gaya berpakaian, lagu-lagu hingga gerakan-gerakan tarian mereka. Mereka seolah tidak mempunyai identitas dengan meniru-niru konsep musik dan gaya korea tersebut. Sebaliknya, pelaku seni yang kreatif menurut saya adalah Syahrini. Penyanyi yang terkenal dengan bulu mata anti badai katrina, lalu kata-kata yang sering diucapkan seperti “alhamdulilah ya..sesuatu”, kemudian Syahrini juga satu-satunya wanita yang mempopulerkan gaya rambut yang diberi nama Jambul Khatulistiwa. Syahrini adalah contoh pelaku seni yang kreatif dan tidak tertular oleh trend boyband dan girlband yang saat ini menjangkiti Indonesia. Dia malah memanfaatkan hal-hal kecil yang sebenarnya sudah tidak asing di mata kita sendiri untuk meraih perhatian masyarakat dan membentuk identitas dirinya sendiri.

Kreatif juga sangat penting dalam menulis. Penulis harus mempunyai kreativitas tersendiri untuk membedakan hasil karyanya dengan penulis lain dan membuat sesuatu yang baru dan segar yang belum pernah dibuat oleh para penulis pada umumnya. Tulisan kreatif adalah tulisan yang berasal dari buah pikir penulis itu sendiri tanpa terpengaruh oleh orang lain atau hasil karya orang lain dan mempunyai ciri tertentu dibanding tulisan lain pada umumnya. Untuk menghasilkan tulisan kreatif tentunya penulis harus jeli melihat situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. Serta melihat apa saja yang sudah umum ada di pasaran. Oleh karena itu kreatif dalam menulis sangat penting untuk menghasilkan tulisan berbeda, menarik, dan unik. Cara menulis dengan kreatif adalah menulis dengan menggunakan gaya bahasa sendiri tanpa meniru gaya bahasa orang lain. Selain itu tidak menggunakan kalimat yang bertele-tele sehingga tidak membingungkan pembaca.

Bayangkan saja jika para penulis tidak mempunyai kreativitas, mungkin tidak akan tercipta novel fenomenal yang digemari masyarakat seperti “Lupus” atau “Laskar Pelangi”. Menurut saya, Hilman Hariwijaya dan Andrea Hirata adalah salah satu penulis yang kreatif. Mereka menampilkan sesuatu yang baru dan berbeda pada tulisan mereka. Mungkin pada tahun ’80-an, kebanyakan novel-novel atau tulisan pada saat itu masih bertemakan cinta. Tetapi, Hilman Hariwijaya malah menyuguhkan novel remaja yang dikemas dengan bahasa yang ringan dan menghibur. Sehingga tidak heran jika novel Lupus menjadi sangat digemari oleh masyarakat pada saat itu. Novel Lupus pertama kali dimuat pada majalah Hai. Lupus digambarkan sebagai anak SMA yang jahil dan kocak dengan rambut jambul dan selalu mengunyah permen karet. Bahkan novel Lupus ini pernah beberapa kali diangkat ke layar lebar pada tahun ’80-an hingga ’90-an. Kemudian hal yang sama terjadi pada novel “laskar pelangi” karya Andrea Hirata. Laskar pelangi ini adalah sebuah novel yang mengangkat tentang perjuangan anak-anak desa terpencil di belitung untuk bersekolah. Tidak peduli dengan sulitnya jalan yang harus mereka tempuh untuk menuju sekolahnya serta minimnya tenaga pengajar, tidak menyurutkan semangat anak-anak SD Muhammadiyah ini untuk bersekolah dan mendapat pendidikan yang layak. Sehingga mereka bisa menyaingi SD lain di kota yang jauh lebih bagus dari SD Muhammadiyah.

Kedua novel tersebut sangat berbeda tentunya dari segi tema maupun cerita yang diangkat. Jika Lupus lebih menceritakan tentang remaja serta intrik-intrik yang dialami pada anak SMA saat itu, Laskar pelangi ini berisi motivasi untuk tetap berjuang mencapai cita-cita seberat apapun rintangan yang dilalui. Walaupun berbeda, tetapi keduanya sama-sama mengangkat tentang hal-hal yang berbeda dari yang lain.

Inilah yang menjadi salah satu bukti bahwa kreatif sangat dibutuhkan dalam hal menulis. Menulis kreatif dengan mengangkat hal-hal atau sesuatu yang baru menjadi elemen yang sangat penting dalam menulis. Selain untuk membentuk identitas hasil karya itu sendiri, dengan kreativitas menulis juga menambah variasi tulisan agar tidak terpaku pada satu tema saja serta mengasah kemampuan menulis. Karena semakin banyak tema yang diangkat, maka kemampuan menulis akan terasah dan kreativitas untuk menghasilkan sesuatu yang baru juga semakin besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: