Kreatif Itu…

18 Mar

Ira Pratica Dewi.S. (09321019)

 

Kreatif? Mungkin kalau orang-orang yang iseng akan mengartikannya sebagai singkatan “Kere tapi Aktif”, tapi itu hanya untuk lelucon saja. Tapi ketika saya dengar kata kreatif dan satu hal yang terlintas dalam otak, yaitu out of box karena menurut saya kreatif itu sama dengan out of box. Maksudnya adalah kreatif itu sesuatu yang berbeda dengan yang lainnya, berani mengambil risiko “berbeda” dari yang sama. Berbeda dalam kreatif ini seperti menciptakan sesuatu yang baru dan belum pernah ada, mempunyai pemikiran sendiri atau tidak mengikuti yang lainnya, dan juga perbedaan itu masih bisa diterima pemikiran orang-orang yang mengetahuinya. Bisa diambil contoh seperti membuat motor dengan tenaga surya, membuat film animasi petualangan di tengah maraknya film romantis, membuat novel tentang kematian di antara banyaknya novel petualangan tentang cinta.

Membuat sesuatu yang kreatif bisa dibilang susah-susah gampang. Susahnya ketika kita harus mencari ide awal yang bisa sesuatu yang berbeda dengan yang lain, tetapi ketika ide sudah dapat dan melakukannya secara perlahan, maka dengan sendirinya ide-ide tambahan lain muncul untuk mendukung ide sebelumnya. Di Indonesia, kreatif itu masih sangat minim. Bisa kita lihat di televisi, sinetron semua berisi tentang cinta, judulnya semua menggunakan nama dari seseorang, dan akhir ceritanya sudah bisa ditebak dari awal. Ketika sedang heboh Korean Wave, semua ramai-ramai membuat Boy Band atau Girl Band yang bisa ditebak juga mereka hanya bertahan selama ada arus tersebut, sesudah itu akan kembali ke asal. Sebenarnya banyak sekali orang-orang yang berpikiran kreatif ada di Indonesia, hanya saja mereka hanya orang-orang kecil yang kurang terekspos dan juga kurang motivasi dari pemerintah atau orang sekitar untuk tetap menghidupkan kreativitas itu.

Tulisan kreatif itu sendiri merupakan tulisan yang mempunyai gaya tulisan yang berbeda dengan yang lain. Selain itu, tulisan kreatif seperti novel biasanya mempunyai genre berbeda dan bercerita dengan alur yang menarik. Tulisan seperti itu dapat membangkitkan imajinasi pembacanya dan mempunyai ciri sendiri dalam menyampaikan cerita. Tulisan kreatif lahir dari ide-ide yang segar dan murni dari pemikirannya sendiri. Bagi saya, deskripsi penulis kreatif hampir sama dengan tulisan kreatif. Dia harus mampu membangkitkan imajinasi pembacanya, menghadirkan nuansa bacaan yang baru, mempunyai gaya bahasa dan ciri tulisan sendiri sehingga mampu membedakan dengan penulis yang lain. Penulis yang kreatif bagi saya adalah para penulis novel yang mengangkat cerita-cerita horor dan fantasi karena itu memerlukan daya imajinasi yang tinggi. Bisa dibilang saya tidak mempunyai penulis kreatif yang favorit karena bagi saya semua penulis dalam genre tersebut sudah kreatif karena bisa menuliskan suatu genre yang susah dibayangkan bagi seorang penulis.

Penulis novel fantasi yang kreatif menurut saya seperti Tony DiTerlizzi dan Holly Black. Mereka bekerjasama membuat sebuah novel fantasi dengan imajinasi kuat The Spiderwick Chronicles yang mempuyai empat seri dengan cerita yang menarik dan bisa dibilang di luar pemikiran orang-orang. Penulis lainnya adalah penulis novel horor seperti Felicity Everett yang menuliskan novel Letter from the Grave dan Anthony Masters yang menuliskan Poltergeist: Arwah Gentayangan yang sudah di alibahasakan. Ada satu lagi penulis novel tentang kematian, tapi saya lupa judul dan penulisnya. Novel tersebut menceritakan tentang seorang anak yang menderita penyakit keras dan kematian sangat dekat dengannya, dia membuat daftar apa saja yang ingin dia lakukan sebelum meninggal dan membuat sutu daftar bagaimana dia meninggal yang diisi oleh keluarganya. Menurut saya penulis-penulis tersebut mempunyai imajinasi yang tinggi dan kreatif, mereka mampu menghadirkan tulisan yang unik dan bisa membuat orang penasaran dan ingin membacanya. Mereka juga mampu membuat feel tulisannya terasa dan mampu membangkitkan imajinasi pembacanya.

Untuk bisa menjadi seperti penulis di atas perlu kemauan keras di dalam diri kita. Orang tanpa bakat menulis pun bisa menjadi seperti penulis di atas apabila mempunyai kemauan keras untuk berusaha. Kemauan itu dengan alaminya menumbuhkan kesenangan dan kemampuan untuk menulis yang nantinya melahirkan ide yang kreatif. Selain kemauan, harus ada kepercayaan diri dan mau berusaha. Kedua itu harus ada dalam diri kita karena jika kita bisa menulis tapi tidak percaya dengan hasil tulisan kita, itu sama saja. Ketika ada salah dalam menulis dan tidak mau berusaha memperbaikinya, sama saja kita tidak bersungguh-sungguh ingin menjadi yang terbaik. Jadi, menurut saya untuk menjadi penulis yang kreatif diperlukan tiga poin tersebut dan terus menggali kemampuan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: