Menulis itu Asyik Lho…

27 Apr

Menulis itu Asyik Lho…

Oleh Taufik Akbar 07331078*

 

Manusia mempunyai sisi kreatif di berbagai aspek dari lahirnya. Sekalipun itu tulis-menulis, yang menjadi salah satu sarana komunikasi dan menuangkan sudut pandang, emosi, dan opini ke dalam bentuk gerombolan kata-kata. Menulis pada dasarnya adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan. Hampir setiap orang, agaknya pernah melakukan aktivitas menulis. Entah menulis pesan, memo, surat, buku harian, laporan, opini, naskah, buku, dan lain sebagainya. Jadi, ada berbagai macam bentuk dan jenis tulisan.

Setiap orang mungkin pernah menulis, dari bentuk yang paling ringan dan sederhana sampai yang luas dan mendalam, sebagai contoh sebagian besar orang pasti pernah menulis puisi entah pada saat kecil atau dewasa. Apa yang dilihat dan apa yang di fikirkan terlukis dalam bentuk kata yang tercipta dan mengandung seni dan sastra. Jika masih terasa menghambat penuangan pikiran dalam bentuk susunan kata, salah satu cara yang paling mudah adalah menulis memo, atau juga diary sebagai catatan pribadi, di mana wilayahnya bervariasi dari privasi sampai umum. Menggambarkan perasaan yang dialami pada hari-hari yang dilalui, pengalaman berharga, deskripsi suasana hati, dan yang paling sering orang menulis di diary tentang asmara percintaan.

Kegiatan-kegiatan menulis yang masih dalam kategori ringan seperti di atas, kalau dilatih terus menerus pastilah membuat penulis kaya akan kata-kata, tidak kaku, dan mudah dipahami. Begitu juga tulisan semua orang tidak terlepas dari subjektivitas penulis, meskipun kecil, sehingga sampai menulis beritapun, terkadang rasa keberpihakan tetap ada.

Bukan mustahil sikap netral itu ada, maksudnya sisi subjektivitas penulis berpengaruh dalam penentuan alur kalimat yang mempunyai tujuan tertentu. Dimana tujuan tersebut kadang tidak sepikiran orang lain yang akhirnya menimbulkan komentar, diskusi dan kritik. Sampai kadang menjadikan sebuah perdebatan dalam tulisan. Kita bisa simak di media on-line, berita cyber. Kalau dirasa berita yang telah dilaporkan dan ditulis oleh jurnalis bertentangan, pembaca bisa menuangkan argument untuk merespon berita.

Berbicara mengenai penulisan kreatif, penulis membuat satu skema kajian kata-kata yang mana kata-kata tersebut bukan sekedar struktur kalimat saja. Tetapi di balik kalimat yang tersusun dalam bentuk paragraf, isi menjadi hal yang diutamakan. Sudut pandang penulis, cara berpikir penulis juga sangat kentara di tulisannya, bukan hanya itu, bagi penulis, mampu menyelesaikan tulisannya mempunyai nilai kepuasan tersendiri.

Nilai kepuasan pun bevariasi dari bagaimana ia mendeskripsikan atau menceritakan apa yang ia tulis. Juga, bagaimana ia membuat pembaca mampu berimajinasi dalam tulisannya, serta membuat pembaca menarik membaca tulisannya. Disamping itu, menyusun kosa-kata juga tidak bisa disepelekan. Apalagi menggunakan kata-kata tertentu yang tidak menyesuaikan dengan pembaca. Misalnya, menulis dengan kata-kata ilmiah tetapi untuk kalangan anak SD.

Secara sederhana, kemampuan menulis seseorang tidak serta merta langsung bagus dan menarik. Beberapa proses belajar dan ketekunan menulis juga sangat dibutuhkan. Sehingga kemampuan penulis dalam bercerita juga semakin baik.

*penulis adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi Jurnalistik Universitas Islam Indonesia angkatan 2007. Tugas Penulisan Kreatif yang di ampu oleh dosen Iwan Awaludin Yusuf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: