Hama, Merugikan Sekaligus Bermanfaat

23 Mar

 

Kita sering menjumpai hewan-hewan yang berkeliaran di area persawahan. Sebagian jenisnya mungkin berdampak pada proses pertumbuhan padi, tetapi di samping efek keberadaan hewan-hewan di area persawahan, ternyata sebagian juga menyimpan manfaat bagi kesehatan manusia dan hewan lain. Misalnya keong mas, meski keong mas merupakan salah satu permasalahan hama utama dalam produksi padi. Tetapi jangan salah, siapa yang mengira hewan kecil yang sering membuat geram para petani karena produksi padi selalu tetunda saat panen tiba, ternyata menyimpan banyak protein yang dibutuhkan makhluk hidup.

Di sektor peternakan, para peternak justru menjadikan hewan yang mirip siput ini sebagai makanan spesial bagi hewan ternak agar dapat berkembang biak secara produktif. Alasannya karena hewan yang mempunyai sebutan siput murbai ini selain mengandung protein juga dapat merangsang nafsu makan ternak mereka. Hal ini dikemukakan Juferina dalam laporannya selepas merampungkan praktek di peternakan di propinsi Sumatra Utara, bahwa keong mas memiliki protein yang sangat tinggi, yakni 51.80 % (Juferina, 3:2008).

Untuk memenuhi kebutuhan protein yang dibutuhkan hewan ternak, para peternak semula menggunakan ikan, mengingat pemberian ikan terus menerus dapat dianggap tidak ekonimis, maka peternak mencoba memberikan keong mas. Sebagaimana ikan, keong mas juga mengandung protein seperti halnya terdapat pada ikan yang berguna merangsang nafsu makan. Begitu pula pada manusia, jika keong mas dikonsumsi manusia maka proses pertumbuhan organ manusia akan cepat berkembang.

Tubuh kita diibaratkan telepon genggam, jika dipakai terus-menerus akan mengalami penurunan energi dan memerlukan isi ulang energi. Begitu pula tubuh manusia, terlambat makan dapat mengakibatkan badan lemas dan kurang bertenaga, karena untuk menjalankan aktifitas sehari-hari tubuh kita memerlukan suplai energi yang cukup, yaitu mengisinya kembali. Bayangkan jika seorang anak kecil enggan makan, atau seorang remaja mempunyai nafsu makannya rendah, bisa mengakibatkan pertumbuhan terganggu. Tidak hanya itu hal ini juga bisa mengakibatkan organ dalam tubuh yang berfungsi mencerna makanan seperti usus dan lambung mengalami gangguan atau masalah. Tak ayal jika orangtua sering memperingatkan anaknya, entah yang sudah menginjak usia remaja atau tumbuh dewasa, terutama yang masih kecil. Untuk itu keong mas sering dijadikan sebagai makanan penggugah nafsu makan.

Pemerintah menargetkan agar masyarakat Indonesia mengkonsumsi 400 ton ikan pertahun. Target tersebut dikeluarkan tentunya supaya masyarakat mulai banyak mengkonsumsi ikan, karena terkandung protein dan omega yang dapat memperlancar proses pertumbuhan sel sekaligus melancarkan perkembangan sel otak. Harga ikan memang murah jika dijual di daerah dekat laut atau daerah yang masyarakatnya sebagian besar nelayan. Tetapi keadaan ini berebeda jika di perkotaan atau di daerah yang tidak berdekatan dengan laut, masyarakat ini tidak bisa mendapatkan ikan dengan harga miring seperti yang dijual di daerah nelayan. Karena itu jika kita mengkonsumsi ikan setiap hari dapat menimbulkan masalah, yakni masalah pada pengeluaran sehari-hari. Maka sebagian orang mencari mulai alternatif untuk memenuhi suplai protein yang memadai, dan alternatif itu sekarang jatuh pada hama tanaman padi, yakni keong mas.

Beberapa elemen masyarakat yang berkecimpung di bidang kesehatan dan gizi kini semakin gencar mengembangkan penelitian terhadap kandungan protein dan vitamin-vitamin lain yang kemungkinan belum belum terdeteksi pada hama tersebut. Bahkan di perguruan tinggi jurusan Farmasi, hewan yang menyerupai siput ini kerap dijadikan lomba menu makanan sehat. Selain itu mereka juga mulai menyarankan para pengusaha-pengusaha kuliner mulai menjajakan menu sehat ini. karena perbandingan harga keong mas per kg jauh di bawah harga ikan. Dengan begitu masyarakat masih tetap bisa mendapatkan asupan gizi yang memadai.

Untuk memenuhi kesehatan itulah banyak para Interpreneur yang mulai melirik kaeong mas sebagai konsumsi yang menyehatkan dan merangsang pertumbuhan. Hewan yang semula menjadi masalah utama di areal persawahan kini tidak hanya menjadi makanan di pinggir jalan, tetapi juga di restoran. Mencari keberadaan keong mas pun tidak sulit, karena selain harga keong mas yang murah dan keberadaannya yang mudah kita jumpai di areal persawahan, keong mas termasuk hewan yang siklus hidupnya sangat produktif.

Ternyata selain mengkonsumsi dan menjual makanan sehat, ternyata para pemburu keong juga ikut membantu para petani memerangihama padi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: