Selalu Ingin Jadi Pemimpin

23 Mar

M.Akbar Zia Ulhaq

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid enggan untuk turun dari kursi kepemimpinannya. Meski telah mendapatkan kecaman oleh beberapa pihak, dan terbukti jelas bahwa FIFA tidak membenarkan seseorang yang pernah dipenjara akan kembali menjadi seorang pemimpin. Namun NH (Nurdi Halid) bersikukuh dengan apa yang dianggapnya benar.

Para pecinta sepak bola di Indonesia menyoroti tentang tindakan NH yang sangat keterlaluan dalam membina PSSI pada 2003 hingga 2011. Timnas Indonesia tidak pernah memiliki prestasi yang gemilang dalam laga apapun baik itu pertandingan tandang maupun kandang.

Potret buram yang terjadi pada sistem pengelolaan PSSI Indonesia saat ini semakin jelas terlihat. Haus akan jabatan membuat segelintir orang menghalalkan segala cara untuk menjadi pemimpin. Tidak pernah mementingkan unsur kebaikan, namun hanya kepentingan pribadi dan uang yang dituju.

Masyarakat mendatangin kantor PSSI di Jakarta, agar NH turun dari jabatanya, namun hanya dengki dan kemarahan yang didapatkan para pecita bola saat ini. Masyarakat tidak mampu berbuat banyak, yang diatas tetaplah yang disanjung.

Uang membuat semua pemimpin menjadi gelap mata, yang baik dibilang buruk, dan yang buruk merupakan kebaikan, tampaknya itu semua telah tertanam dibenak para pemimpin yang tidak memiliki hati nurani. Itu semua merupakan hal biasa yang sering terjadi, hak-hak menjadi hal yang dipinggirkan, kepentingan pribadi menjadi prioritas utama.

Meski MENPORA (Menteri   Pemuda dan Olahraga) Andi Malarangen ikut serta mengecam tindakan NH terhadap PSSI. Tidak adanya rasa takut yang diperlihatkan pria kelahiran Watampore Sulawesi Selatan ini.

Dalam ancaman yang dikeluarkan MENPORA melalui ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman Senin malam (21/2) sikap PSSI kemarin membuat pemerintah kembali mengeluarkan ancaman lebih keras. Bagaimanapun PSSI punya pemerintah bukan individu tersendiri, jadi PSSI juga terikat dalam aturan UU yang berlaku di Republik Indonesia.  (Jawa post 23/2)

Sindiran yang diberikan langsung kepada mantan narapidana ini tidak membuatnya berkecil hati untuk mundur dari kursi kekuasaan saat ini. Tidak hanya masyarakat yang merespon ini semua, namun dari komisi sepuluh DPR RI pun juga mengecam tindakan NH selama ini.

Menurut Tondo Widodo, lelaki mantan Ketua organisasi PSSI pada era Agum Gumelar menyatakan bahwa kepengurusan Nurdin Halid cs penuh dengan aroma judi saat pertandingan semi final antara Indonesia vs Malaysia, saat itu Indonesia kalah dengan  skor 3-1.

Sempat pula beredar berita yang menghebohkan adanya e-mail dari Eli Coehen kepada presiden SBY. Dalam keterangannya Eli menyatakan bahwa partai final antara Malaysia vs Indonesia dijual oleh PSSI. (Jawa post 23/2)

MENPORA juga meminta PSSI  mematuhi pasal-pasal Anggaran Rumah Tangga (ART), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), SKN, Statuta FIFA, serta AFC Disciplinary Code. Jika peringatan itu tidak direspon oleh PSSI terutama Ketua Umumnya, maka pemerintah beserta KONI/KOI akan menjalankan wewenang sesuai dengan ketentuan–ketentuan yang berlaku termasuk membekukan PSSI untuk sementara waktu.

PSSI saat ini kembali mengingatkan kita pada massa Orde Baru 1998, presiden Soeharto untuk pertama kalinya di jatuhkan oleh rakyat dan mundur dari jabatannya setalah 32 tahun memerintah negeri ini. Dalam kejadian ini, kemelut yang terjadi pada PSSI mirip dengan apa yang terjadi pada massa Orde Baru silam.

Apa yang harus dilakukan PSSI saat ini.? Melakukan pembenahan manjemen yang terdapat di dalam struktur Organisasinya serta harus mundurnya Ketua Umum PSSI saat ini dan para pengurus pusat dan pengurus daerahnya, dan lebih terbuka kepada masyarakat agar masyarakat mampu mengetahui kemajuan-kemajuan apa saja yang telah dilakukan oleh PSSI.

Nurdin Halid telah memimpin PSSI kurang lebih selama 9 tahun. Meski telah sempat mendekam di dalam penjara akibat skandal korupsi yang dilakukannya, namun NH masih bisa menjadi ketua PSSI dengan periode yang cukup lama.

Kemelut mulai terlihat saat NH menolak LPI sebagai kompetisi sah dari PSSI serta akhir jabatan Nurdin Halid pada April mendatang. Lengsernya 2 calon Ketua Umum yang sempat beredar untuk periode mendatang membuat pertanyaan besar pada masyarakat. Apakah ada permainan politik yang dilakukan saat pemilihan calon Ketua Umum.

PSSI merupakan organisasi tertinggi dalam persepak bolaan di Indonesia namun PSSI merupakan lahan bagus untuk tempat mencari uang, perjudian yang dilakukan sejumlah uang menguatkan bahwa PSSI merupakan ajang judi tingkat internasional.

Slogan dari PSSI “dukunglah sportifitasmu dalam lapangan hijau”, tetapi itu semua hanyalah omong kosong belaka yang terjadi selama ini, tidak terbentuknya jati diri didalam tubuh PSSI membuat pedrasi sepak bola tertinggi ini menjadi omongan orang lain.

Saat ini PSSI merupakan organisasi yang tidak lagi berbasis olahraga, namun di organisasi PSSI telah menjadi organisasi yang penuh dengan unsur politik, sehingga membuat citra jelek di dalam organisasi ini.

Kini organisasi PSSI sedang dalam masalah yang panjang, akibat segelintir orang di dalamnya yang haus akan kekuasaan. Sayang jika organisasi yang telah terbentuk lama ini harus kandas ditengah jalan akibata tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Pada saat ini persepak bolaan dunia telah menjadi ajang olahraga yang sangat digemari oleh semua kalangan. Olahraga yang tidak pandang bulu, siapa pun bisa ikut serta baik itu tua, muda kaya, miskin. Protes yang dilakukan oleh semua masyarakat Indonesia PSSI mempu bangkit kembali dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Semoga di dalam kemulut yang terjadi di tubuh PSSI ini segera membaik dan menjadikan persepak bolaan di Indonesia menjadi baik, timnas Indonesia mampu menunjukkan potensi dikancah persepak bolaaan dunia, dan kepengurusan yang terdapat dalam PSSI menjadi lebih baik lagi, serta selalu menjunjung tinggi nilai sportifitas agar tidak terjadi manipulasi dana di dalamnya.

Maka sebab itu perubahan besar harus segera dilakukan pada oragnisasi ini untuk merubah citra PSSI itu sendiri baik dimata masyarakat Indonesia atau FIFA. Karena kepengurusan PSSI yang sekarang sudah menyimpang dari peratutan FIFA. Contohnya dalam peraturan FIFA di tulis “bahwa pemimpin PSSI adalah orang yang belum pernah berurusan dengan hukum ataupun di penjara”, namun hal itu di simpangkan oleh PSSI.

Meski PSSI saat ini telah merusak citra bangsa namun kita harus tetap bangga terhadap PSSI karena melalui organisasi ini talisilaturahmi kita dari Sabang sampai Marauke menjadi terjaga erat, semoga kedepannya organisasi tertinggi ini menjadi acuhan semua kalangan untuk menjadi labih baik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: