Hati-hati, “Candu” Facebook

23 Mar

Siti Ma’unatun

Facebook, salah satu situs komunitas nomor satu saat ini. Untuk penggunanya memang masih teratas jika dibandingkan dengan situs jejaring sosial lainnya seperti Friendster maupun Twitter. Situs web Facebook adalah situs web jaringan sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan mantan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Kenggotaannya pada awalnya dibatasi oleh siswa dari Harvard College. Hingga kini di Indonesia Facebook menduduki posisi situs nomor 3 yang paling banyak dikunjungi. Saat ini “kecanduan Facebook”, masih melanda Indonesia bahkan dunia. (http://pribadimengenalmu.blogspot.com/2010/01/tugas-2.html/diakses tanggal 13/03/2011).

Di Indonesia saja misalnya Facebook, Siapa sih yang tidak mengenal situs jejaring sosial yang satu ini. Hampir semua kalangan dari anak kecil hingga orang dewasa mengenalsitus ini. Bahkan dari berbagai kalangan telah menggunakan Facebook, tentunya dengan alasan dan maksud tersendiri.

Studi compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial paling banyak digunakan menurut pengguna aklif bulanan di seluruh dunia, diikuti oleh Myspace. Entertainment Weekly menempatkannya di daftar “terbaik” akhir dasawarsa dengan komentar, “Bagaimana cara kita menguntit bekas kekasih kita, mengingat ulang tahun rekan kerja kita, mengganggu teman kita, dan memainkan permainan Scrabulos sebelum facebook diciptakan? “. Quantcats memperkirakan Facebook memiliki 135,1 juta pengunjung bulanan di AS pada oktober 2010.(http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook/ diakses pada tanggal 13/03/2011).

Kecanduan, kata yang cocok digunakan para Facebooker yang tanpa disadarinya membawa dampak negatif untuk dirinya sendiri. Dari anak kecil yang masih sekolah SD hingga orang tua menggunakan situs jejaring sosial ini. Tetapi jika kita lihat rata-rata para pengguna Facebook adalah dari kalangan remaja hingga dewasa. Terlalu asyik saat menggunakan Facebook terkadang menjadikan penggunanya tidak peduli dengan yang ada di sekitarnya, itu baru salah satu dampaknya masih banyak yang dampak yang disebabkan oleh adanya penggunaan Facebook.

Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan sekitar terutama keluarga, menjadikan para pecandu facebook menjadi seseorang yang kurang berkembang hal ini khususnya lebih mengarah kepada para Facebooker remaja. Selain itu bagi para mereka remaja yang masih tergantung dengan orangtuanya, menjadikan mereka harus memboroskan sebagian uang jajan mereka hanya untuk mengakses internet. Apalagi jika dalam pengaksesannya dilakukan di warnet bukan internet yang ada di komputer rumah. Hal ini penggunaan Facebook akan berdampak kurang baik untuk latihan manajemen keuangan pada remaja yang seharusnya terlatih untuk mengatur keuangan mereka sendiri.

Dalam segi kesehatan bagi para “pecandu facebook” yang berada lama di depan layar monitor komputer hal ini akan mengganggu kesehatan. Terutama pada kesehatan mata, tanpa adanya istirahat maka akan terjadi kerusakan secara lambat laun. Selain itu juga terlalu sering menggunakan Facebook akan mengurangi jam belajar mereka. Apalagi saat ini Facebook bisa dikases dari berbagai tempat misal dengan membawa laptop atau yang paling sering dilakukan adalah menggunakan Hp untuk mengakses internet.

Terkadang saat jam pelajaran berlangsung tanpa disadari bahkan ada beberapa yang sengaja menggunakan akun Facebook mereka alasan pun beragam, dari yang hanya ingin mengupdate status, perasaan “bosen” dengan guru ataupun dosen atau siapa sajalah. Apalagi saat penggunaan kata-kata “alay”, semakin banyak pengikutnya dari mereka yang menjadikan facebook sebagai ajang menunjukkan sisi lain mereka. Menurut mereka hal ini penting karena setiap kegiatan mereka harus mereka bagikan ke publik. Aneh tapi itulah adanya dan itu bentuk keeksisan mereka.

Memberikan sebagian data pribadi di Facebook dengan mendekati data sebenarnya, hal ini memang hanya dilakukan oleh orang-orang yang hanya mengenal Facebook. Dalam dunia jejaring sosial lebih tepatnya bagi para mereka yang baru mengenal dunia maya dan segala dampaknya. Bagi para Facebooker yang lebih terdidik serta mengetahui akan bahaya penggunaan Facebook akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan beberapa data pribadi mereka.

Banyak kita lihat para Facebooker yang sampai menaruh nomor telepon mereka, alamat lengkap. Padahal dari hal ini akan mempermudah kejahatan di dunia maya, misal dari memberikan nomor telepon ke sembarang orang yang dikenal. Dari hal ini saja banyak Facebooker yang mengalami penipuan, apalagi banyak juga yang menggunakan Facebook sebagai ajang pencarian jodoh. Tak salah memang karena banyak pasangan yang mereka mendapatkan jodoh dari perkenalan lewat Facebook, tapi jangan salah banyak penculikan terjadi yang disebabkan terlalu percayanya mereka dengan orang yang belum tentu mereka kenal betul.

Banyak remaja perempuan yang menjadi korban penculikan, bahkan pemerkosaan dari masih adanya “kelabilan” pada diri mereka. Sedangkan tidak semua yang mereka mau selalu sesuai dengan yang mereka inginkan, hal ini terjadi saat banyaknya pemalsuan data diri dari pengguna Facebook. Banyak yang tertipu akibat pemalsuan mereka, misal dari foto-foto yang ada di Facebook yang selalu terlihat “wah” bahkan banyak yang menggunakan sebatas karikatur, kartun, foto teman, bahkan foto-foto artis. Untuk menutupi jati diri itu alasan mereka, karena dari mereka banyak yang tidak percaya diri dengan keadaan mereka sebenarnya. Itu baru dari foto, jika kita lihat status yang mereka bagikan juga tidak melulu kenyataan bahkan karena tuntutan gengsi ada beberapa Facebooker yang melebih-lebihkan apa yang sebenarnya terjadi.

Terkadang ditemui status, “lagi makan bareng pacar nieh…” hal ini tidak melulu benar, untuk mereka yang mengetahui Facebook lebih pasti bisa memastikan hal tersebut benar adanya atau hanya rekayasa untuk menutupi kegengsian mereka. Belum tentu yang mereka tulis benar adanya seperti yang mereka kerjakan.

Facebook tidak selalu membawa para penggunanya untuk kecanduan dalam hal ini yang negatif, seperti harus setiap saat membagikan statusnya ke temannya di Facebook. Selalu mengupdate tanpa mengenal tempat dan waktu, terkadang yang tidak penting pun tertuliskan di akun Facebooker. Sebenarnya banyak hal positif yang bisa diambil dari adanya penggunaan situs jejaring sosial ini. Bagi sebagian Facebooker ada yang meggunakan situs ini untuk berbagai hal misalnya, bagi mereka para pebisnis menggunakan situs ini untuk menaikkan laba mereka dengan cara menggunakannya untuk alat promosi/pemasaran. Selain itu untuk mereka yang telah berpisah lama dengan para saahabatnya dapat menjalin hubungan kembali lewat Facebook. Bagi mereka yang merasa kurang percaya diri untuk bersosialisasi bisa menggunakan Facebook untuk menambah teman sebanyak mungkin. Terakhir tentunya bisa digunakan untuk sumber informasi apalagi bagi para pengusaha bisa digunakan sebagai alat riset dan survey online.

Menurut saya, jika penggunaan Facebook digunakan sebagimana mestinya, normal dan tidak berlebihan maka hal ini tidak akan menimbulkan dampak yang buruk bagi penggunanya. Selain itu bagi para pengguna Facebook, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tentang baik dan buruknya serta penggunaan yang tepat dan tidak menyalahi aturan. Hal ini bisa mengurangi resiko kecanduan pada penggunaan Facebook. Jika terlalu sering menggunakan fasilitas ini dapat dikhawatirkan menjadi ketergantungan yang tidak sehat alias kecanduan. Serta ditakutkan jika penyalahgunaan fasilitas yang tidak semestinya seperti pemalsuan identitas. Akan lain ceritanya, jika sampai terjadi penipuan pada mereka Facebooker yang tidak terlalu mengerti seputar penggunaan Facebook itu sendiri.

Facebook, salah satu situs komunitas nomor satu saat ini. Untuk penggunanya memang masih teratas jika dibandingkan dengan situs jejaring sosial lainnya seperti Friendster maupun Twitter. Situs web Facebook adalah situs web jaringan sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan mantan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Kenggotaannya pada awalnya dibatasi oleh siswa dari Harvard College. Hingga kini di Indonesia Facebook menduduki posisi situs nomor 3 yang paling banyak dikunjungi. Saat ini “kecanduan Facebook”, masih melanda Indonesia bahkan dunia. (http://pribadimengenalmu.blogspot.com/2010/01/tugas-2.html/diakses tanggal 13/03/2011).
Di Indonesia saja misalnya Facebook, Siapa sih yang tidak mengenal situs jejaring sosial yang satu ini. Hampir semua kalangan dari anak kecil hingga orang dewasa mengenalsitus ini. Bahkan dari berbagai kalangan telah menggunakan Facebook, tentunya dengan alasan dan maksud tersendiri.
Studi compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial paling banyak digunakan menurut pengguna aklif bulanan di seluruh dunia, diikuti oleh Myspace. Entertainment Weekly menempatkannya di daftar “terbaik” akhir dasawarsa dengan komentar, “Bagaimana cara kita menguntit bekas kekasih kita, mengingat ulang tahun rekan kerja kita, mengganggu teman kita, dan memainkan permainan Scrabulos sebelum facebook diciptakan? “. Quantcats memperkirakan Facebook memiliki 135,1 juta pengunjung bulanan di AS pada oktober 2010.(http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook/ diakses pada tanggal 13/03/2011)
Kecanduan, kata yang cocok digunakan para Facebooker yang tanpa disadarinya membawa dampak negatif untuk dirinya sendiri. Dari anak kecil yang masih sekolah SD hingga orang tua menggunakan situs jejaring sosial ini. Tetapi jika kita lihat rata-rata para pengguna Facebook adalah dari kalangan remaja hingga dewasa. Terlalu asyik saat menggunakan Facebook terkadang menjadikan penggunanya tidak peduli dengan yang ada di sekitarnya, itu baru salah satu dampaknya masih banyak yang dampak yang disebabkan oleh adanya penggunaan Facebook.
Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan sekitar terutama keluarga, menjadikan para pecandu facebook menjadi seseorang yang kurang berkembang hal ini khususnya lebih mengarah kepada para Facebooker remaja. Selain itu bagi para mereka remaja yang masih tergantung dengan orangtuanya, menjadikan mereka harus memboroskan sebagian uang jajan mereka hanya untuk mengakses internet. Apalagi jika dalam pengaksesannya dilakukan di warnet bukan internet yang ada di komputer rumah. Hal ini penggunaan Facebook akan berdampak kurang baik untuk latihan manajemen keuangan pada remaja yang seharusnya terlatih untuk mengatur keuangan mereka sendiri.
Dalam segi kesehatan bagi para “pecandu facebook” yang berada lama di depan layar monitor komputer hal ini akan mengganggu kesehatan. Terutama pada kesehatan mata, tanpa adanya istirahat maka akan terjadi kerusakan secara lambat laun.
Selain itu juga terlalu sering menggunakan Facebook akan mengurangi jam belajar mereka. Apalagi saat ini Facebook bisa dikases dari berbagai tempat misal dengan membawa laptop atau yang paling sering dilakukan adalah menggunakan Hp untuk mengakses internet. Terkadang saat jam pelajaran berlangsung tanpa disadari bahkan ada beberapa yang sengaja menggunakan akun Facebook mereka alasan pun beragam, dari yang hanya ingin mengupdate status, perasaan “bosen” dengan guru ataupun dosen atau siapa sajalah. Apalagi saat penggunaan kata-kata “alay”, semakin banyak pengikutnya dari mereka yang menjadikan facebook sebagai ajang menunjukkan sisi lain mereka. Menurut mereka hal ini penting karena setiap kegiatan mereka harus mereka bagikan ke publik. Aneh tapi itulah adanya dan itu bentuk keeksisan mereka.
Memberikan sebagian data pribadi di Facebook dengan mendekati data sebenarnya, hal ini memang hanya dilakukan oleh orang-orang yang hanya mengenal Facebook. Dalam dunia jejaring sosial lebih tepatnya bagi para mereka yang baru mengenal dunia maya dan segala dampaknya. Bagi para Facebooker yang lebih terdidik serta mengetahui akan bahaya penggunaan Facebook akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan beberapa data pribadi mereka.
Banyak kita lihat para Facebooker yang sampai menaruh nomor telepon mereka, alamat lengkap. Padahal dari hal ini akan mempermudah kejahatan di dunia maya, misal dari memberikan nomor telepon ke sembarang orang yang dikenal. Dari hal ini saja banyak Facebooker yang mengalami penipuan, apalagi banyak juga yang menggunakan Facebook sebagai ajang pencarian jodoh. Tak salah memang karena banyak pasangan yang mereka mendapatkan jodoh dari perkenalan lewat Facebook, tapi jangan salah banyak penculikan terjadi yang disebabkan terlalu percayanya mereka dengan orang yang belum tentu mereka kenal betul.
Banyak remaja perempuan yang menjadi korban penculikan, bahkan pemerkosaan dari masih adanya “kelabilan” pada diri mereka. Sedangkan tidak semua yang mereka mau selalu sesuai dengan yang mereka inginkan, hal ini terjadi saat banyaknya pemalsuan data diri dari pengguna Facebook. Banyak yang tertipu akibat pemalsuan mereka, misal dari foto-foto yang ada di Facebook yang selalu terlihat “wah” bahkan banyak yang menggunakan sebatas karikatur, kartun, foto teman, bahkan foto-foto artis. Untuk menutupi jati diri itu alasan mereka, karena dari mereka banyak yang tidak percaya diri dengan keadaan mereka sebenarnya. Itu baru dari foto, jika kita lihat status yang mereka bagikan juga tidak melulu kenyataan bahkan karena tuntutan gengsi ada beberapa Facebooker yang melebih-lebihkan apa yang sebenarnya terjadi.
Terkadang ditemui status, “lagi makan bareng pacar nieh…” hal ini tidak melulu benar, untuk mereka yang mengetahui Facebook lebih pasti bisa memastikan hal tersebut benar adanya atau hanya rekayasa untuk menutupi kegengsian mereka. Belum tentu yang mereka tulis benar adanya seperti yang mereka kerjakan.
Facebook tidak selalu membawa para penggunanya untuk kecanduan dalam hal ini yang negatif, seperti harus setiap saat membagikan statusnya ke temannya di Facebook. Selalu mengupdate tanpa mengenal tempat dan waktu, terkadang yang tidak penting pun tertuliskan di akun Facebooker. Sebenarnya banyak hal positif yang bisa diambil dari adanya penggunaan situs jejaring sosial ini. Bagi sebagian Facebooker ada yang meggunakan situs ini untuk berbagai hal misalnya, bagi mereka para pebisnis menggunakan situs ini untuk menaikkan laba mereka dengan cara menggunakannya untuk alat promosi/pemasaran. Selain itu untuk mereka yang telah berpisah lama dengan para saahabatnya dapat menjalin hubungan kembali lewat Facebook. Bagi mereka yang merasa kurang percaya diri untuk bersosialisasi bisa menggunakan Facebook untuk menambah teman sebanyak mungkin. Terakhir tentunya bisa digunakan untuk sumber informasi apalagi bagi para pengusaha bisa digunakan sebagai alat riset dan survey online.
Menurut saya, jika penggunaan Facebook digunakan sebagimana mestinya, normal dan tidak berlebihan maka hal ini tidak akan menimbulkan dampak yang buruk bagi penggunanya. Selain itu bagi para pengguna Facebook, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tentang baik dan buruknya serta penggunaan yang tepat dan tidak menyalahi aturan. Hal ini bisa mengurangi resiko kecanduan pada penggunaan Facebook. Jika terlalu sering menggunakan fasilitas ini dapat dikhawatirkan menjadi ketergantungan yang tidak sehat alias kecanduan. Serta ditakutkan jika penyalahgunaan fasilitas yang tidak semestinya seperti pemalsuan identitas. Akan lain ceritanya, jika sampai terjadi penipuan pada mereka Facebooker yang tidak terlalu mengerti seputar penggunaan Facebook itu sendiri.f
Facebook, salah satu situs komunitas nomor satu saat ini. Untuk penggunanya memang masih teratas jika dibandingkan dengan situs jejaring sosial lainnya seperti Friendster maupun Twitter. Situs web Facebook adalah situs web jaringan sosial yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan mantan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Kenggotaannya pada awalnya dibatasi oleh siswa dari Harvard College. Hingga kini di Indonesia Facebook menduduki posisi situs nomor 3 yang paling banyak dikunjungi. Saat ini “kecanduan Facebook”, masih melanda Indonesia bahkan dunia. (http://pribadimengenalmu.blogspot.com/2010/01/tugas-2.html / diakses tanggal 13/03/2011). 

Di Indonesia saja misalnya Facebook, Siapa sih yang tidak mengenal situs jejaring sosial yang satu ini. Hampir semua kalangan dari anak kecil hingga orang dewasa mengenalsitus ini. Bahkan dari berbagai kalangan telah menggunakan Facebook, tentunya dengan alasan dan maksud tersendiri.

Studi compete.com bulan Januari 2009 menempatkan Facebook sebagai layanan jejaring sosial paling banyak digunakan menurut pengguna aklif bulanan di seluruh dunia, diikuti oleh Myspace. Entertainment Weekly menempatkannya di daftar “terbaik” akhir dasawarsa dengan komentar, “Bagaimana cara kita menguntit bekas kekasih kita, mengingat ulang tahun rekan kerja kita, mengganggu teman kita, dan memainkan permainan Scrabulos sebelum facebook diciptakan? “. Quantcats memperkirakan Facebook memiliki 135,1 juta pengunjung bulanan di AS pada oktober 2010.(http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook/ diakses pada tanggal 13/03/2011)

Kecanduan, kata yang cocok digunakan para Facebooker yang tanpa disadarinya membawa dampak negatif untuk dirinya sendiri. Dari anak kecil yang masih sekolah SD hingga orang tua menggunakan situs jejaring sosial ini. Tetapi jika kita lihat rata-rata para pengguna Facebook adalah dari kalangan remaja hingga dewasa. Terlalu asyik saat menggunakan Facebook terkadang menjadikan penggunanya tidak peduli dengan yang ada di sekitarnya, itu baru salah satu dampaknya masih banyak yang dampak yang disebabkan oleh adanya penggunaan Facebook.

Kurangnya sosialisasi dengan lingkungan sekitar terutama keluarga, menjadikan para pecandu facebook menjadi seseorang yang kurang berkembang hal ini khususnya lebih mengarah kepada para Facebooker remaja. Selain itu bagi para mereka remaja yang masih tergantung dengan orangtuanya, menjadikan mereka harus memboroskan sebagian uang jajan mereka hanya untuk mengakses internet. Apalagi jika dalam pengaksesannya dilakukan di warnet bukan internet yang ada di komputer rumah. Hal ini penggunaan Facebook akan berdampak kurang baik untuk latihan manajemen keuangan pada remaja yang seharusnya terlatih untuk mengatur keuangan mereka sendiri.

Dalam segi kesehatan bagi para “pecandu facebook” yang berada lama di depan layar monitor komputer hal ini akan mengganggu kesehatan. Terutama pada kesehatan mata, tanpa adanya istirahat maka akan terjadi kerusakan secara lambat laun.

Selain itu juga terlalu sering menggunakan Facebook akan mengurangi jam belajar mereka. Apalagi saat ini Facebook bisa dikases dari berbagai tempat misal dengan membawa laptop atau yang paling sering dilakukan adalah menggunakan Hp untuk mengakses internet. Terkadang saat jam pelajaran berlangsung tanpa disadari bahkan ada beberapa yang sengaja menggunakan akun Facebook mereka alasan pun beragam, dari yang hanya ingin mengupdate status, perasaan “bosen” dengan guru ataupun dosen atau siapa sajalah. Apalagi saat penggunaan kata-kata alay, semakin banyak pengikutnya dari mereka yang menjadikan facebook sebagai ajang menunjukkan sisi lain mereka. Menurut mereka hal ini penting karena setiap kegiatan mereka harus mereka bagikan ke publik. Aneh tapi itulah adanya dan itu bentuk keeksisan mereka.

Memberikan sebagian data pribadi di Facebook dengan mendekati data sebenarnya, hal ini memang hanya dilakukan oleh orang-orang yang hanya mengenal Facebook. Dalam dunia jejaring sosial lebih tepatnya bagi para mereka yang baru mengenal dunia maya dan segala dampaknya. Bagi para Facebooker yang lebih terdidik serta mengetahui akan bahaya penggunaan Facebook akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan beberapa data pribadi mereka.

Banyak kita lihat para Facebooker yang sampai menaruh nomor telepon mereka, alamat lengkap. Padahal dari hal ini akan mempermudah kejahatan di dunia maya, misal dari memberikan nomor telepon ke sembarang orang yang dikenal. Dari hal ini saja banyak Facebooker yang mengalami penipuan, apalagi banyak juga yang menggunakan Facebook sebagai ajang pencarian jodoh. Tak salah memang karena banyak pasangan yang mereka mendapatkan jodoh dari perkenalan lewat Facebook, tapi jangan salah banyak penculikan terjadi yang disebabkan terlalu percayanya mereka dengan orang yang belum tentu mereka kenal betul.

Banyak remaja perempuan yang menjadi korban penculikan, bahkan pemerkosaan dari masih adanya “kelabilan” pada diri mereka. Sedangkan tidak semua yang mereka mau selalu sesuai dengan yang mereka inginkan, hal ini terjadi saat banyaknya pemalsuan data diri dari pengguna Facebook. Banyak yang tertipu akibat pemalsuan mereka, misal dari foto-foto yang ada di Facebook yang selalu terlihat “wah” bahkan banyak yang menggunakan sebatas karikatur, kartun, foto teman, bahkan foto-foto artis. Untuk menutupi jati diri itu alasan mereka, karena dari mereka banyak yang tidak percaya diri dengan keadaan mereka sebenarnya. Itu baru dari foto, jika kita lihat status yang mereka bagikan juga tidak melulu kenyataan bahkan karena tuntutan gengsi ada beberapa Facebooker yang melebih-lebihkan apa yang sebenarnya terjadi.

Terkadang ditemui status, “lagi makan bareng pacar nieh…” hal ini tidak melulu benar, untuk mereka yang mengetahui Facebook lebih pasti bisa memastikan hal tersebut benar adanya atau hanya rekayasa untuk menutupi kegengsian mereka. Belum tentu yang mereka tulis benar adanya seperti yang mereka kerjakan.

Facebook tidak selalu membawa para penggunanya untuk kecanduan dalam hal ini yang negatif, seperti harus setiap saat membagikan statusnya ke temannya di Facebook. Selalu mengupdate tanpa mengenal tempat dan waktu, terkadang yang tidak penting pun tertuliskan di akun Facebooker. Sebenarnya banyak hal positif yang bisa diambil dari adanya penggunaan situs jejaring sosial ini. Bagi sebagian Facebooker ada yang meggunakan situs ini untuk berbagai hal misalnya, bagi mereka para pebisnis menggunakan situs ini untuk menaikkan laba mereka dengan cara menggunakannya untuk alat promosi/pemasaran. Selain itu untuk mereka yang telah berpisah lama dengan para saahabatnya dapat menjalin hubungan kembali lewat Facebook. Bagi mereka yang merasa kurang percaya diri untuk bersosialisasi bisa menggunakan Facebook untuk menambah teman sebanyak mungkin. Terakhir tentunya bisa digunakan untuk sumber informasi apalagi bagi para pengusaha bisa digunakan sebagai alat riset dan survey online.
Menurut saya, jika penggunaan Facebook digunakan sebagimana mestinya, normal dan tidak berlebihan maka hal ini tidak akan menimbulkan dampak yang buruk bagi penggunanya. Selain itu bagi para pengguna Facebook, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tentang baik dan buruknya serta penggunaan yang tepat dan tidak menyalahi aturan. Hal ini bisa mengurangi resiko kecanduan pada penggunaan Facebook. Jika terlalu sering menggunakan fasilitas ini dapat dikhawatirkan menjadi ketergantungan yang tidak sehat alias kecanduan. Serta ditakutkan jika penyalahgunaan fasilitas yang tidak semestinya seperti pemalsuan identitas. Akan lain ceritanya, jika sampai terjadi penipuan pada mereka Facebooker yang tidak terlalu mengerti seputar penggunaan Facebook itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: