Tidak Harus Seperti William Shakespeare untuk Menjadi Penulis Kreatif

23 Feb

Mimin Ambarwati

Lahir di tahun 1564 di Stratford-on-Avon, Inggris, Shakespeare tidak pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Di usia muda ia sudah merasakan pahit getirnya kehidupan. Menikah dalam usia muda dan punya tiga anak. Tragis, ketiga anaknya meninggal dalam usia muda. Tapi siapa sangka dari pengalaman pahitnya itu justru melahirkan karya besar yang dikenal dunia lewat tulisan kreatifnya.

Shakespeare terbiasa menuliskan perasaan dan pengalaman hidupnya, termasuk pengalaman orang-orang yang dia temui. Kebiasaan melakukan proses kreatif dalam menulis membuat tulisannya makin tajam dan alur bahasanya makin menarik untuk dibaca. Menulis sudah menjadi kesukaanya dan dalam usia tiga puluh Shakespeare sudah menunjukkan keberhasilan dalam menulis (Marjohan, http://harnita-novia.blogspot.com/2010/05/menjadi-penulis-kreatif-melalui-blogger.html, tanggal akses 21 Februari 2011).

Hanya sedikit nama yang layak disandingkan dengannya sebagai penulis besar. Sebut saja Khalil Gibran yang kurang lebih memiliki proses yang mirip untuk menjadi seniman dunia. Sebelum namanya mendunia Khalil Gibran pun menjalani suratannya untuk merasakan kejamnya pemerintahan yang semena-mena terhadap rakyat dan cobaan hidup lainnya.

Lalu apakah untuk menjadi seorang penulis besar layaknya William Shakespeare dan Khalil Gibran harus menjalani kehidupan yang kurang mengenakan terlebih dahulu, jawabannya adalah tidak. Kita justru bersyukur jika tidak melewati fase hidup yang begitu berat seperti dialami mereka. Bukan soal bagaimana jalan kehidupan yang harus kita tempuh. Tapi bagaimana kita memandang dan memanfaatkan setiap momen yang telah kita lewati untuk menjadi sebuah karya. Itulah yang dilakoni Shakespeare dan Khalil Gibran hingga mengantarkannya menjadi penulis terkenal.

Menjadi penulis kreatif bisa kita mulai dengan menuliskan hal yang sifatnya remeh-temeh. Dari hal yang kecil itulah akan membimbing kita untuk menulis suatu yang lebih besar dan berkualitas. Untuk menemukan tulisan kreatif yang akan kita buat, salah satu sarat multak yang harus dipenuhi adalah dengan banyak membaca. Semakin banyak pengetahuan kita, akan semakin mudah pula bagi kita untuk menulis hal yang lain dari biasa atau sering disebut kreatif.

Dari tadi saya telah bayak menyinggung kata atau istilah penulisan kreatif. Saya rasa istilah tersebut tidaklah asing, sekalipun bagi orang yang kurang tertarik dengan menulis. Tapi banyaknya definisi penulisan kreatif itu sendiri, justru membuat kita rancu apa sebenarnya definisinya. Oleh karena itu saya akan mencoba sedikit menjelaskan apa itu penulisan kreatif menurut beberapa sumber dan pendapat pribadi saya.

Penulisan kretif terdiri dari dua kata, yaitu penulisan dan kreatif. Penulisan yaitu gaya atau suatu cara tertentu seseorang dalam menuliskan sesuatu hal. Sedangkan kreatif adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif (kadang disebut pemikiran divergen) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dengan kreatifitas adalah tindakan membuat sesuatu yang baru (http://id.wikipedia.org.wiki/kreativitas tanggal akses 13 Februari 2011).

Pengertian lain kreativitas adalah proses timbulnya ide yang baru. Kreativitas berarti membelah batasan dan asumsi, dan membuat koneksi pada hal-hal lama yang tidak berhubungan menjadi sesuatu yang baru.

Namun tidak selamanya kreatif itu hanya membuat hal-hal yang baru. Bahasa lainnya adalah kita hanya bisa menemukan apa yang belum ditemukan oleh orang lain, kita hanya bisa mengubah atau menggabungkan hal-hal yang sudah ada. Jadi kreatif bisa mulai dengan perbaikan atau merevisi sesuatu yang sbelumnya telah ada, tidak melulu menciptakan sesuatu yang baru.

Untuk menjadi kreatif kita tidak boleh terpaku dengan ide lama, namun tidak juga meninggalkan ide lama. Bagaimanapun suksesnya ide pada waktu yang lalu, belum tentu akan berhasil lagi pada saat ini. Namun tidak tidak masalah mengeliminasi ide yang lama untuk mendapatkan ide baru yang lebih baik.

Sehingga dapat saya katakan bahwa penulisan kreatif adalah gaya penulian yang menampilkan sisi lain yang sebelumnya belum pernah ditampilkan orang lain. Sebuah ide tulisan yang berbeda dari biasanya. Namun seperti pengertian kreatif sendiri yang telah saya bicarakan diatas, penulisan kreatif ini tidak melulu penulisan dengan angle atau dengan sudut pandang yang benar-benar berbeda. Menulis kreatif bisa juga merevisi atau mengolah kembali tulisan yang pernah ada, menambahkan data yang lebih relevan sehingga tulisan tersebut menjadi baru dengan berangkat dari ide tulisan yang lama.

Seorang penulis kreatif akan sukses jika memiliki semangat atau motivasi sejauh mana menginginkan hal-hal baru dan melakukan perubahan. Motivasi ini dilandasi sejauh mana kita menginginkan perbaikan dalam hidup. Tidak mudah menyerah, selalu memiliki solusi alternatif dan menghasil ide-ide terobosan dalam mengembangkan tulisannya. Tak kalah penting, kita harus berani keluar dari kebiasaan dan tidak terkungkung dengan apa yang ada saat ini adalah salah satu hal yang harus dipenuhi untuk menghasilkan suatu produk tulisan yang layak disebut sebagai tulisan kreatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: