Terus Berlatih, Kunci Kreativitas

23 Feb

Siti Ma’unatun

Banyak orang mengatakan menulis itu pekerjaan yang susah, alasannya tentu karena tidak semua orang bisa menulis sedangkan dari mereka beranggapan mempunyai ide dan dibicarakan tapi belum tentu bisa mengutarakannya lewat tulisan. Ada juga yang bisa menulis tapi tidak bisa membicarakan apa maksud dari tulisannya, hal ini yang lebih susah karena belum tentu tulisannya menimbulkan sebuah kepahaman. Sedangkan tulisan yan baik itu harus sudah dimengerti oleh siapa saja yang membaca tulisan tersebut.

Jika ingin menjadi seorang penulis kita harus mengeluarkan dan menuangkan sisi kreatif dalam diri kita, sedangkan sisi kreatif dari diri kita muncul jika kita ada kemauan dan niat untuk menulis. Tidak hanya itu, kreatif itas saat ini merupakan produk yang bernilai tinggi. Dengan adanya kreativitas dalam diri kita, segala sesuatu yang kurang berharga menjadi lebih berharga dengan polesan ide kreatif kita. Memang kreatifitas itu tidak tumbuh dengan begitu saja, tapi butuh latihan dan kepekaan untuk menjadi sosok yang mempunyai kreatifitas tinggi.

Sebenarnya sejak lahir kita sudah mempunyai sisi kreatif pada masing-masing individu tentu dengan kadar yang berbeda, akan tetapi dari awal kita dididik dengan pola pikir yang terlalu terbatas. Kita “terkunkung” dengan pola pikir “di dalam kotak”, bukannya “di luar kotak”. Selain itu kurang diasahnya kreatif dan tidak ditunjangnya dengan system pendidikan dan lingkungan kita membuat kita semakin takut untuk mencoba berfikir kreatif.

Seperti yang terangkum dalam thantowi’s blog, didalamnya dituliskan beberapa pengertian seputar kreativitas. Menurut kamus Webster, kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sehingga sesuatu terjadi kemudian menemukan bentuk baru dan menghasilkan sesuatu melalui keahlian imajinasi, menciptakan atau menjadikan sesuatu yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. (http://tanthowi.com/blog/kreativitas. Diakses pada tanggal 22 februari 2011).

Dalam sumber yang lain disebutkan, kreatifitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. (http://id. Wikipedia.org//wiki/kreativitas. Diakses pada tanggal 13 februari 2011). Dari kedua sumber tersebut dapat diartikan jika kreativitas merupakan kemampuan diri untuk membuat kombinasi, tentang kemampuan melihat sesuatu dengan cara pandang yang berbeda, sehingga akan terciptanya sesuatu yang baru.

Sedangkan jika hubungkan dengan menulis kreatif, jika kita sudah terbiasa menulis kita akan peka terhadap ide-ide yang kita temukan. Akan tetapi peka saja tidak cukup untuk menjadi seorang yang kreatif, diperlukannya latihan terus menerus untuk mengembangkan sisi kreatif dalam diri kita. Dalam hal ini juga diperlukan adanya praktek sehingga tulisan kita akan bernilai lebih dan bermakna bagi pembaca tulisan kita. Kreativitas juga harus didukung dengan kemaun dalam diri kita, karena hal ini akan mempermudah untuk memunculkan ide menjadi sebuah tulisan yang berbeda dan mempunyai daya mutu yang tinggi.

Bagi para penulis pemula biasanya akan susah menangkap sisi kreativitas didalam dirinya, hal ini diakibatkan oleh adanya kurang pekanya terhadap sebuah ide. Terlalu banyak ide yang menumpuk dibenak terkadang membuat permasalahan baru, kebingungan akan apa yang akan ditulis dan dipilih untuk dituangkannya dalam sebuah tulisan. Tetapi ada juga penulis pemula yang merasakan kurangnya ide, yang ada menjadikan mereka terbentur untuk perkembangan mereka. Padahal jika mereka peka, ide itu bisa muncul kapan dan dimana saja. Bahkan dari hal terkecil seperti pengalaman kita sehari-hari , cerita dari orang-orang terdekat, lingkungan sekitar, bahkan alam. Bisa kita jadikan ide untuk menulis, tinggal bagaimana dari ide itu kita poles dengan sentuhan yang berbeda dan hasilnya kita bisa menjadi sorang penulis kreatif.

Dari berbagai masalah tadi, sebenarnya ini bisa diatasi dengan berbagai cara. misalnya dengan mencari bahan bacaan ataupun tulisan terdahulu. Dari hal tersebut, kita bisa mengetahui dan belajar banyak dengan memperhatikan setiap buku yang kita baca. Dari kebiasaan kita membaca karya-karya terdahulu hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kosa kata yang kita miliki. Selain itu kita juga bisa mengintip rahasia sang penulis terdahulu. Oleh sebab itu, jika kita ingin menjadi penulis disarankan agar jangan pernah malas untuk membaca.

Masalah lain muncul jika banyak orang beranggapan belajar dengan kursus menulis ataupun pendidikan formal tentang penulisan, bisa menjadikan seseorang bisa menjadi penulis. Hal ini tidak seutuhnya benar karena jika kita hanya mengandalkan belajar dan tanpa adanya terapan, belum tentut lisan kita akan bagus. Perlunya latihan secara teus menerus akan menjadikan tulisan kita lebih baik lagi. Para penulis terdahulu banyak yang mengatakan tanpa berlatih kita takkan bisa begitu saja dibilang menjadi seorang penulis, apalagi penulis kreatif. Jadi sesunggguhnya tanpa adanya usaha dan berlatih untuk terus menulis lebih baik lagi, kita tidak akan pernah menjadi penulis kreatif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: