Penulisan Kreatif

23 Feb

Taufik Akbar

Manusia mempunyai sisi kreatif di berbagai aspek dari lahirnya. Sekalipun itu tulis-menulis, yang menjadi salah satu sarana komunikasi dan menuangkan sudut pandang, emosi, dan opini ke dalam bentuk gerombolan kata-kata. Menulis pada dasarnya adalah upaya mengekspresikan apa yang dilihat, dialami, dirasakan, dan dipikirkan ke dalam bahasa tulisan. Hampir setiap orang, agaknya pernah melakukan aktivitas menulis. Entah menulis pesan, memo, surat, buku harian, laporan, opini, naskah, buku, dan lain sebagainya. Jadi, ada berbagai macam bentuk dan jenis tulisan. Setiap orang mungkin pernah menulis, dari bentuk yang paling ringan dan sederhana sampai yang luas dan mendalam. Sebagai contoh sebagian besar orang pasti pernah menulis puisi entah pada saat kecil atau dewasa. Apa yang dilihat dan apa yang dipikirkan terlukis dalam bentuk kata yang tercipta dan mengandung seni dan sastra. Jika masih terasa menghambat penuangan pikiran dalam bentuk susunan kata, salah satu cara yang paling mudah adalah menulis memo, atau juga diari sebagai catatan pribadi. Wilayahnya bervariasi dari privasi sampai umum. Menggambarkan perasaan yang dialami pada hari-hari yang dilalui, pengalaman berharga, deskripsi suasana hati, dan yang paling sering orang menulis di diari tentang asmara percintaan.

Kegiatan-kegiatan menulis yang masih dalam kategori ringan seperti di atas, kalau dilatih terus menerus pastilah membuat penulis kaya akan kata-kata, tidak kaku, dan mudah dipahami. Begitu juga tulisan semua orang tidak terlepas dari subjektivitas penulis. Meskipun kecil, sehingga sampai menulis berita pun, terkadang rasa keberpihakan tetap ada. Tapi bukan mustahil sikap netral itu ada. Maksudnya sisi subjektivitas penulis berpengaruh dalam penentuan alur kalimat yang mempunyai tujuan tertentu. Tujuan tersebut kadang tidak terpikiran orang lain yang akhirnya menimbulkan komentar, diskusi dan kritik. Sampai kadang menjadikan sebuah perdebatan dalam tulisan. Kita bisa simak di media online, berita cyber. Kalau dirasa berita yang telah dilaporkan dan ditulis oleh jurnalis bertentangan, pembaca menuangkan argumen juga dalam kata-kata untuk merespon laporan wartawan tersebut.

Berbicara mengenai penulisan kreatif, penulis membuat satu skema kajian kata-kata dan bukan sekedar struktur kalimat saja. Dibalik kalimat yang tersusun dalam bentuk paragrap, isi menjadi hal yang diutamakan. Sudut pandang penulis, cara berpikir penulis juga sangat kentara di tulisannya. Bukan hanya itu, bagi penulis, mampu menyelesaikan tulisannya yang tidak standar alias istimewa, adalah hal yang memuaskan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: