Kreatif itu Tidak Harus Serius

23 Feb

Abdulloh Salam

Kadang sering terbesit di dalam pikiran kita, seperti apa kreatif itu? Sejauh ini definisi kreatif masih belum dapat dipadukan karena kreativitas merupakan sesuatu yang abstrak dan tidak dapat langsung diketahui. Sedangkan semua ahli juga memiliki defiisi masing-masing. Bayangkan, setiap ahli di bidang ilmu sosial mungkin juga mempunyai definisi mereka sendiri-sendiri. Bahkan kemungkinan besar masing-masing kepala manusia di dunia ini pun demikian. Yakni mempunyai pemikiran, definisi, pandangan dan pendapat masing-masing tentang arti kreativitas yang tentunya berbeda-beda, tak terkecuali saya.

Kalau menurut saya, kreativitas sama halnya sesuatu yang terdapat inovasi. Inovasi sendiri dalam bidang teknologi sering diartikan melahirkan terobosan teknologi baru. Jadi kreatif adalah menampilkan sesuatu yang baru. Proses kreativitas itu sendiri merupakan suatu aktivitas dari otak kanan kita. Namun untuk benar-benar mengetahuinya kita harus merasakan proses kreativitas itu terlebih dahulu. Setelah mencicipinya barulah kita dapat menyimpulkan dan mendefinisikannya sendiri dari pengalaman. Intinya kita harus merasakan dulu, baru kita dapat mengenal arti kreatif.

Jika kreativitas dihubungkan dengan tulisan, maka terbentuklah tulisan baru yang berbeda. Ya, kreatif adalah sesuatu yang baru, dan tentunya beda. Maksudnya tulisan kreatif harus berupa karya tulisan yang isinya asli dan masih original dari diri kita, dan berbeda. Maksudnya tulisan ini berani melampaui batas yang sering membatasi eksplorasi kita dan berbeda dengan pemikiran lain. Bahkan kalau perlu menerjang tembok yang dapat membelenggu pemikiran tersebut sehingga dapat keluar. Keluar dari mana? Keluar dari sesuatu yang sering membatasi ruang gerak kita, seperti norma atau nilai. Jadi, tulisan kreatif adalah tulisan yang memuat gagasan baru, berbeda dan tidak menutup kemungkinan sedikit liar. Hanya saja terdapat beberapa improvisasi peletakan bahasa yang tepat, pemilihan kata yang menarik supaya lebih renyah dan anggun di telinga dan tulisan tersebut serasa melambai saat mata memandang.

Yang sering menjadi kendala dalam kreativitas adalah rasa malu, rasa malu sering menggelayuti manakala orang ingin menampilkan sesuatu. Tetapi kita tidak perlu takut salah atau benar untuk mencoba kreativitas kita. Untuk itu, jangan pernah malu dengan apa yang kita tulis terkait salah atau benar. Salah maupun benar itu hal yang relatif, karena hal itu akan terus membatasi ruang gerak kreativitas individu mana kala belum hilang dari benak kita, maka buanglah jauh-jauh perasaan-perasaan demikian.

Penulisan kreatif juga merupakan suatu permainan kata. Maka tak jarang jika tulisan kreatif selalu menggunakan kata yang mempunyai makna dalam. Namun bukan berarti tulisan tidak perlu mengikuti kaidah penulisan secara teknis. Seperti penggunaan EYD atau menggunakan bahasa non formal. Ukuran kreatif tidak bisa kita tentukan, akan tetapi itu bisa dirasakan orang lain yang membacanya. Karena apa gunanya jika kreativitas kita hanya kita yang menikmatinya. Untuk membuat pembaca larut dengan tulisannya, tulisan harus dibuat agar orang larut. Karena jika orang larut (secara emosional) saat membaca tulisan kita, mungkin kita berhasil menyisipkan ide-ide kreatif dalam tulisan kita. Tak ayal jika penulis yang kreatif memerlukan  kepekaan dan merasakan (involving) apapun disekelilingnya, mulai hal yang paling kecil, sampai sesuatu yang paling remeh sekalipun. Di manapun, kita harus selalu memasang telinga dan perasaan.

Tulisan baik (kreatif) dan enak dibaca tidak melulu hal-hal yang serius. Tetapi hal paling remeh sekalipun, selama orang yang membaca dapat menikmatinya. Bisa juga berangkat dari suatu permasalahan yang justru dapat menjadi menarik manakala kita bisa menyampaikannya melalui sudut pandang yang baru, yang mana juga terdapat gagasan atau pemikiran kita tentang masalah tersebut. Jika sudah terbiasa menulis, hal itu akan menumbuhkan minat kita untuk akrab dengan pena dan temannya. Jika kita berhasil membuat orang nikmat membacanya, maka kita berhasil mencoba mencuri perhatian orang. Terlebih bila tulisan tersebut juga berhasil mengantarkan pembaca menjadi emosi.

Bagi saya tulisan kreatif tak ubahnya sebuah lirik lagu yang sering diciptakan para seniman dan juga para musisi. Sayangnya, tidak semua lirik yang diciptakan musisi mempunyai ciri khas seni. Karena sebuah karya bermuatan seni biasanya menggunakan bahasa puitis, atau terselip muatan sastra. Karya-karya kreatif berupa tulisan umumnya beredar dalam bentuk novel, puisi dan pantun. Namun dalam penulisan berita pun sering digunakan menulisakan berita ringan (feature).

Tulisan yang baik mereflesikan karakter penulisnya, pemikirannya, sikapnya. Sama halnya saat kita membaca tulisan Gunawan Mohammad di majalah Tempo, yang tertletak di halaman paling belakang sebelum sampul. Saat kita membaca karyanya di Catatan Pinggir, kita bisa membaca dan mengetahui bagaimana sikapnya. Karena tulisan itu merupakan cerminan sikap dan pemikirannya.

Intinya, kreativitas bisa diucapkan jika kita sudah pernah merasakannya. Terkait definisi kreativitas belum ada jawaban yang pasti. Memang demikianlah kekreatifan, sulit dilacak tetapi sering keluar setiap saat tanpa perlu ditunggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: