Be Creative!

23 Feb

Muhammad Taufik Kelana

Kita semuanya terpenjara, namun beberapa di antara kita berada dalam sel berjendela dan beberapa lainnya tidak.”

-Kahlil Gibran-

Pikiran manusia pantas bila dibandingkan seperti penjara. Terkadang karena pengaruh pikirannya sendiri manusia terkungkung, terbatasi, dan bahkan gagal dalam meraih keberhasilan. Padahal, berkat pikiran jua lah, beragam kreasi, invensi, dan ide-ide brilian muncul ke permukaan dan membuahkan kesuksesan.

Salah satu bentuk dari buah pikiran ialah kreativitas. Kreativitas bergerak seperti zalir, tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu. Tetapi karena sifat kezaliran itulah semua orang dapat memiliki kreativitas. Bahkan, kreativitas dapat muncul di saat kita melakukan apa saja.

Cerita ini saya kutip dari sebuah buku karya David J. Schwartz yang saya baca pada beberapa kesempatan di akhir tahun 2010. Saya sendiri hampir tidak ingat seperti apa cerita sebenarnya. Namun ada pesan moral yang sangat baik untuk disampaikan melalui cerita ini, yakni cerita tentang perbedaan orang kreatif dan yang tidak.

Alkisah tentang David yang sedang bertemu dengan seorang kepala perusahaan otomotif terbesar di Amerika pada tahun 90-an, sebut saja Jeff. Perusahaan itu sedang berkembang pesat dan tumbuh besar pada masa itu.

Suatu ketika David bertamu ke rumah Bapak Jeff untuk sebuah urusan bisnis. Ketika itu pula David disambut oleh Jeff dan mereka berdua duduk di ruang tamu sembari membicarakan suatu topik. Ketika waktu menunjukkan pukul delapan malam, Pak Jeff menyalakan sebuah TV besar yang berada di dinding ruangan dan langsung memindahkan saluran ke sebuah tayangan kuis. Seorang pria sedang menjawab dengan serius pertanyaan demi pertanyaan. Nilai dari pertanyaan itu berlipat ratusan dolar setiap kali orang itu berhasil menjawab. David dan Jeff dengan serius pula menyaksikannya. Ia menjawab pertanyaan yang nilainya mulai dari $50, $150, $250.000 hingga hampir mencapai angka $1 juta.

Lalu, Jeff bertanya kepada David.

Dave, menurutmu, berapa banyak saya akan menggaji orang itu andaikan dia bekerja di perusahaanku?

Entahlah, mungkin mahal. Apakah $8000 sebulan ?” jawab Dave.

Tidak, sama sekali tidak! Bahkan tidak akan lebih dari $100. Bukan untuk sehari, sebulan, bahkan setahun. Tetapi seumur hidupnya!” jawab Jeff dengan tegas.

David terkejut dan keheranan, bagaimana orang yang sedemikian pintarnya menjawab berbagai pertanyaan dapat dihargai semurah itu. Dave pun bertanya kembali.

Bagaimana Anda bisa menghargai orang sepintar itu dengan harga kurang dari $100? Padahal menurutku orang itu sangat pintar.”

“David, saya sependapat dengan Anda. Namun, dengan uang $100, saya yakin saya dapat membeli sebuah ensiklopedia yang bagus dan lengkap untuk menjawab semua pertanyaan itu. Dalam perusahaan saya, saya tidak ingin memiliki orang yang hanya sanggup untuk menghafal setiap jawaban. Karena yang dibutuhkan perusahaan saya adalah orang yang dapat menjawab tantangan dan menciptakan sesuatu yang baru!”

Cerita ini bukan untuk menjatuhkan orang-orang pintar, namun untuk memotivasi kita semua agar selalu kreatif. Dengan menjadi kreatif, semua kesempatan akan dapat dilalui dengan baik. Terkadang, orang-orang kreatif jauh lebih berharga daripada orang-orang pintar.

Albert Einstein pernah berkata bahwa modal utama untuk menjadi seorang ilmuwan atau astronot bukanlah otak yang cemerlang, melainkan minat dan kerja keras untuk meraihnya. Dengan memiliki dua hal tersebut dan menerapkannya pada bidang tertentu, ditambah dengan fokus dalam menjalaninya, maka segala tantangan akan mudah untuk dilewati.

Betapa berharganya di zaman ini untuk menjadi seseorang yang kreatif. Di zaman penuh persaingan saat ini, orang kreatif sangat dibutuhkan. Dunia membutuhkan orang-orang kreatif untuk tetap berkarya. Karena tidak ada perusahaan yang ingin berhenti atau malah melangkah mundur untuk menjadi lebih kreatif.

Coba bayangkan bila Microsoft, sebuah industri perangkat komputer raksasa kelas dunia mengatakan hal seperti ini saat berhasil mencapai puncak kesuksesannya, “Kami telah berhasil menjadi sebuah perusahaan terbesar dan terdepan dalam sejarah dunia dengan produk andalan kami, Pentium I. Maka dari itu, inilah saat bagi kami untuk berhenti berinovasi dan bersantai sembari menikmati keberhasilan.”

Nah, apa jadinya perusahaan ini di zaman sekarang ?

Dengan demikian, apapun keinginan Anda saat Anda berusaha lebih keras daripada orang lain, memiliki keinginan yang lebih besar daripada orang lain serta memiliki strategi dalam mencapainya, maka siaplah untuk meraih keberuntungan. Karena keberuntungan adalah momen di mana sebuah kesempatan bertemu dengan kesiapan.

Maka, untuk menjadi kreatif, baik seniman, penulis, pengusaha, atau apapun juga pekerjaan dan tujuan Anda sangatlah memerlukan pemikiran yang terbuka dan kegigihan dalam berusaha. Mungkin kata-kata ini dapat memotivasi Anda, karena

Orang-orang berhasil tidak ditempa dalam kemanjaan dan kesenangan, melainkan dihadapkan dengan jerih payah dan perjuangan tiada henti.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: