Minat Baca dan Sikap Kritis dalam Menulis

10 Mar

Tommy Satriadi Nur Arifin Erawan

Dalam sehari-harinya manusia berkomunikasi, bahkan berkomunikasi merupakan substansi dasar dari seorang manusia. Dalam hakikat komunikasi memiliki asumsi dasar yaitu, komunikasi bertalian dengan pemenuhan kebutuhan pokok manusia untuk berinteraksi dengan manusia lain. Pemenuhan kebutuhan di sini bisa diartikan sebagai pertukaran pesan.

Dewasa ini, penggunaan komunikasi sejalan dengan kemajuan teknologi. Bermacam teknik berkomunikasi dilakukan dengan berbagai teknologi komunikasi yang ada.

Teknologi komunikasi adalah perangkat-perangkat keras dalam sebuah strukur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses, dan saling tukar informasi dengan individu lain. Artinya, teknologi komunikasi adalah alat. Teknologi komunikasi membawa nilai-nilai yang berasal dari struktur ekonomi, sosial, dan politik. Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indera manusia. Kesimpulan dari berbagai arti yang dikatakan di atas adalah teknologi komunikasi mampu untuk membawa identitas bagi komunikator terhadap semua komunikan, serta mampu untuk mempermudah kehidupan manusia khususnya dalam berkomunikasi

Namun, walaupun komunikasi merupakan substansi dasar manusia, mengapa sulit sekali menanamkan sikap untuk rajin membaca dalam pengusahaannya menjadikan rakyat Indonesia sebagai rakyat yang cerdas?

Membaca merupakan salah satu cara manusia mendapatkan informasi, minat baca merupakan sikap yang harus dikembangkan sejak kecil, hal ini penting, sebab tingkah komunikasi dapat dilihat dari bagaimana seseorang membaca sebuah informasi dan bagaimana ia memahami arti pesan yang disampaikan.

Selain minat membaca, diperlukan juga sebuah sikap kritis dalam ‘menilai’ pesan yang disampaikan, hal ini sama pentingnya dengan hal di atas karena apabila komunikan melakukan ‘feedback’, menandakan ia bisa untuk memahami pesan yang disampaikan. Selain itu, bisa juga ditandakan sebagai ia berpikir untuk maju.

Melihat realita saat ini dimana orang-orang mampu berkomunikasi sejalan dengan kemajuan teknologi, kini sering dijumpai orang-orang yang lebih suka membaca tidak pada sebuah buku atau lembaran-lembaran kertas saja, melainkan pada tampilan di sebuah monitor komputer yang kini bukan lagi sebuah barang mewah.

Dewasa seperti saat ini, dunia informasi tidaklah sesulit kita menjangkau seluruh dunia dengan berpergian, namun hanya dibutuhkan sebuah teknologi komunikasi yang menyediakan sebuah layanan untuk itu. Internet, adalah jawabannya. Sebuah teknologi yang kini terus maju sesuai dengan keinginan penggunanya.

Internet digunakan pada dasarnya untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan namun tidak ditemukan oleh media informasi lainnya, hal ini dikarenakan internet mampu mencari serta menemukan berbagai informasi apapun di dunia ini, karena itu dikatakan lebih mudah daripada kita harus menjangkau seluruh isi dunia dengan berpergian.

Kita akan melirik sedikit pada suatu fenomena terkenal di internet yang kini banyak digemari oleh para users internet. Dalam dunia internet dikenal suatu istilah ‘blog’, inilah salah satu media komunikasi terkenal di antara para pengguna internet, secara mudah dalam arti ‘blog’ merupakan tempat kita menulis dalam media elektronik. ‘Blog’ tidak memiliki aturan dalam menulis, siapa saja, menulis apa saja, inilah kebebasan dalam berinteraksi dengan sesama. Namun hal ini tergantung dari apa yang dibahas dalam ‘blog’ tersebut.

Istilah Weblog digunakan untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri.

‘Blog’ mempersilahkan semua orang untuk menulis apa yang empunya suka dan menarik untuk dibicarakan, termasuk kehidupan pribadinya sendiri. Hal inilah kemajuan dalam dunia komunikasi manusia, tidak terhitung jumlah pengguna ‘blog’, tidak terhitung jumlah orang-orang yang melakukan ‘feedback’ di antaranya.

Kemajuan itu kemudian diikuti pula oleh sejumlah media informasi yang tadinya hanya bekerja pada media cetak saja, kini media informasi itu merambah pula pada media online. Hal ini sangat berguna bagi orang-orang yang mempunyai hobi ber-online daripada membaca koran atau menonton televisi.

Kembali pada masalah minat baca serta sikap kritis menulis di masyarakat Indonesia, apakah masyarakat Indonesia telah menjadi masyarakat yang kritis terhadap sebuah informasi, atau hanya mengikuti informasi-informasi global pada masyarakat saja? Hal ini sebetulnya belum bisa dicari jawabannya, karena pada hakikatnya, kebutuhan informasi antar manusia itu berbeda.

Marilah sejenak kita melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu sejauh mana seseorang menentukan sebuah informasi itu penting atau tidak. Bagaimana ia memberikan ‘feedback’ terhadap informasi yang didapatnya, sejauh kepentingan informasi itu terhadap dirinya?

Biasanya seseorang menganggap sebuah informasi itu penting adalah ketika informasi itu sedang hangat dibicarakan atau sedang dalam sebuah kontroversi panjang terhadap kelanjutan sebuah kehidupan. Tentunya informasi sejenis ini yang dicari serta terus diikuti perkembangannya.

Maka informasi jenis inilah yang merangsang seseorang untuk membaca atau bisa dikatakan ketika hal seperti ini yang menumbuhkan minat baca seseorang. Tentunya hal ini tidak hanya menumbuhkan minat baca sesorang, namun juga menumbuhkan sikap kritis dalam menilai sebuah informasi atau ‘feedback’. Biasanya sebuah penilaian informasi digunakan oleh bahasa komunikasi yang verbal.

Seseorang dalam menilai sebuah informasi tentunya tidak hanya mengikuti sebuah ide sesaat saja, yaitu ketika ia hanya ingin ikut-ikutan dalam membicarakan sebuah informasi. Namun, lebih kepada dimana ia mampu untuk memberikan sebuah pendapat yang baik serta tidak membingungkan terhadap nilai asli informasi tersebut maupun terhadap nilai-nilai yang ditujukan untuk menilai informasi itu.

Kembali pada realita yang ada di masyarakat kini di mana dunia informasi sangat dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Informasi dapat diakses oleh siapa saja. Hal inilah bisa memunculkan berbagai ‘feedback’. Perbedaan pendapat merupakan hal yang dianggap normal, namun pendapat itu sebaiknya bersifat netral serta tidak berusaha untuk menjatuhkan pihak-pihak lain. Hal ini juga penting sebab dalam mengeluarkan pendapat sangat diperlukan agar tidak sampai menimbulkan konflik.

Dari semua hal yang telah disampaikan sampai dengan saat ini, kesimpulannya adalah suatu masyarakat bisa dinilai memiliki sikap kritis terhadap membaca dan menulis, sepanjang hal itu berhubungan langsung dengan kehidupannya. Menjadi suatu sikap yang wajar, apabila suatu masyarakat atau seseorang mengabaikan sebuah informasi yang sedang hangat dibicarakan namun ia menolak untuk membahas lebih lanjut.

Hal ini dikarenakan manusia secara sadar ataupun tidak sadar melakukan sebuah ‘seleksi’ terhadap informasi yang bereda di kalangan masyarakat. Bukanlah menjadi sebuah kesalahan siapapun apabila seseorang dipandang ‘kurang tanggap’ terhadap masalah-masalah yang ada di masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: