Horor Barat vs Horor Indonesia

10 Mar

Yoi Agastra

Pada umumnya dalam perkembangan film horor setelah perang dunia ke 2 dan pada abad 20 (versi barat). Film horor sendiri yaitu sebuah film yang membangkitkan rasa takut dengan menampilkan berbagai hal yang ditakutkan manusia seperti kerusakan, pembunuhan, hingga memunculkan setan atau makhluk gaib lainnya. Terdapat 3 jenis film yaitu, Horror of Personality, Horror of Armageddon, Horror of The Demonic.

Horror of Personality adalah jenis film horor yang sumber horornya berasal dari satu atau lebih manusia normal dan biasa-biasa saja. Akan tetapi tabiatnya baru terlihat sadis dan mengerikan setelah tengah atau akhir cerita, film jenis ini biasanya bertemakan pembunuhan. Seperti dalam film Child Of The Corn yang inti filmnya, anak-anak mempunyai kekuatan gaib ketika berada di ladang jagung dan kekuatannya digunakan untuk membasmi para orang dewasa. Ada juga seperti film SAW film tentang perencanaan pembunuhan sadis oleh satu orang. Lebih dari sekadar menyediakan model psikopat yang memikat dalam dunia film, Horror of Personality seringkali menyediakan model film-film Slasher

Film Slasher sendiri adalah subgenre film horor yang mengeksploitasi adegan kekerasan eksplisit yang lazimnya melibatkan senjata tajam atau alat potong, seperti: pisau, pedang, kampak, gergaji mesin, clurit, dan sebagainya. Hasilnya adalah mayat-mayat termutilasi dengan banyak cipratan darah. Jenis kekerasan yang ditampilkan juga khas: sangat eksesif. Satu lagi cirinya, kekerasan eksesif itu “sebaiknya” ditampilkan secara jelas, telanjang, terang-terangan.

Yang kedua adalah Horror of Armageddon, yang dapat diartikan film horor yang bertemakan tentang sebuah bencana alam akibat alam maupun kelalaian manusia dan film ini mempunyai jenis pertempuran manusia yang jelas-jelas bersifat nyata, mitis, kerusakan berskala besar. Jadi film ini menampilkan adegan kemampuan manusia untuk bertahan hidup di tengah-tengah bencana. Sebagai contoh, film Resident Evil yakni film yang bertemakan Zombie (manusia mati lalu hidup kembali tanpa akal-pikiran hanya menuruti naluri liar belaka) ciptaan Umbrella Corp. secara tipikal Zombie-zombie ini hidup dan mengincar manusia hidup untuk mereka makan secara kanibalistik lalu menjadikannya sebagai bagian dari mereka. Rasa ngeri dan ketidakberdayaan manusia dalam film ini ditampilkan atas kehancuran total, jadi dapat disimpulkan kengerian manusia timbul akibat kerusakan yang diakibatkan oleh manusia itu sendiri. Karena majunya peradaban dan teknologi ciptaan manusia. Lalu orang lain yang tidak bersalah, tidak ada sangkut-pautnyalah yang harus mengatasinya.

Lalu yang terakhir adalah film Horror of The Demonic. Dapat diartikan sebagai dunia menjadi buruk akibat kekuasaan setan atau monster yang kerjaannya selalu mengancam kehidupan umat manusia. Kekuasaan setan atau monster itu bisa hanya penampakan spiritual belaka, atau dapat juga menjadi sosok setan, jin, maupun dedemit, dan sebagainya.Biasanya film ini bertemakan balas dendam, perusakan tokoh yang tak berdosa, fenomena mistik, seperti kerasukan dan disangkut-pautkan kepada ritual agama tertentu untuk mengatasi kekuasaan setan tersebut. Sebagai contoh, Exorcist The Beginning. Yang intinya film ini menceritakan penyucian dan pengusiran terhadap kutukan-kutukan setan di suatu daerah oleh seorang mantan uskup, lalu seorang dokter wanita polos yang menjadi korban kutukan setan tersebut. Dalam film horor jenis ini terkadang wujud setan yang asli jarang terlihat, yang terlihat hanyalah setan yang meminjam wujud manusia lalu membuat kerusakan kepada manusia lain.

Perkembangan film horor di Indonesia

Telah tercatat bahwa genre baru muncul di dalam kancah film nasional di Indonesia seperti halnya horor komedi, lalu disusul dengan genre Narrative horor dan visual horor. Horor komedi yang intinya penampilan setan yang seram tetapi bertingkah laku aneh di hadapan manusia sehingga menjadi biar tidak terlalu menakutkan, konyol, lucu, kaku, mungkin menyedihkan, barangkali dimaksudkan agar aman bila dikonsumsi oleh anak-anak dibawah umur (padahal tidak juga, anak kecil juga tetap takut). Film berjenis Narrative horor di maksudkan untuk membangkitkan rasa takut para penonton berdasarkan rumor-rumor atau mitos-mitos dari masyarakat seperi kuntilanak, sundelbolong, tuyul, jin, leak, jelangkung, dan kawan-kawan. Konstruksi plot maupun premis ceritanya dapat di contohkan biasanya seperti seorang gadis yang mati akibat “digilir” oleh beberapa pria, setelah itu roh sang gadis tersebut “penasaran” lalu gentayangan menjadi kuntilanak dan membunuh satu-persatu pria yang dirasa telah menggilir si gadis tadi. Sedangkan film horor visual, yaitu horor yang bertumpu pada elemen-elemen visual (make-up atau kostum) dalam menakuti para penontonnya. Seperti halnya setan itu mukanya harus dibuat hancur-hancuran terkadang ada belatungnya, berpakaian lusuh kotor berlumuran darah, baunya tidak sedap, rambutnya kusut panjang panjang tidak beraturan, yang penting seram dan membuat takut penonton. Walaupun tidak tahu ini setan jenis apa, pokoknya yang mukanya jelek suka mengganggu manusia itulah setan. Dari generasi ke generasi perfilman horor di Indonesia cenderung membuat film-film horor yang menomorsatukan visualisasi dan menomorduakan elemen lain seperti, cerita atau makna dibalik peristiwa, namun dalam film horor lokal penyakit mengabaikan cerita dan makna ini tidak hanya terjadi pada film horor zaman sekarang, tetapi dari dulu film horor lokal juga banyak terjangkit penyakit ini. Film horor lokal selalu dianggap menjadi film yang tidak serius, selalu menjadi diskusi di wilayah pinggiran dalam pikiran manusia, berbudaya rendahan, mungkin dikarenakan mengutak-atik rasa takut manusia sebagai salah satu insting purba yang dimiliki oleh manusia. Sehingga tidak pantas masuk ke dalam wilayah seni tinggi dengan segala pretensi budaya. Tidak hanya itu saja, horor lokal belakangan ini terkadang tampil garing, menyedihkan serta menggelikan, menakutkan tidak lucu pun juga tidak. Walaupun terkadang jika tidak di pikirkan secara kritis film horor dapat mengubah persepsi manusia akan adanya sesuatu diluar nalar, seperti halnya jika manusia mati dibunuh atau mati penasaran akan berubah menjadi setan. Dan tempat yang cocok bagi setan untuk berkumpul tidak lain, tidak bukan yaitu kuburan, berarti kuburan adalah tempat yang angker. Padahal jika dipikir-pikir kuburan adalah tempat yang kita hormati karena kuburan tempat beristirahatnya orang yang kita cintai. Bahkan yang lebih parah ketika setan membunuh manusia, dari sini sudah ketahuan bohongnya. Seharusnya setan tidak memiliki kuasa atas nyawa manusia. Akan tetapi tetap saja digambarkan bahwa setan seolah-olah memiliki hak yang sama seperti Tuhan dalam mencabut nyawa manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: