Tag Archives: produk dalam negeri

Karya Bangsa Dibuang Kemana?

26 Mar

Farah Fuadona (09321038)

 

Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan berita di media massa yang memberitakan Jokowi, Walikota Solo yang membeli sebuah unit mobil yang dijadikan mobil dinasnya hasil rakitan sekolah SMK di kotanya. Dengan bangga ia memamerkan kendaraan minibusnya pada awak media untuk diabadikan. Dan masyarakatIndonesiaseolah-olah bangun dari mimpi panjangnya dan terhenyak dengan hasil karya dalam negeri di bidang otomotif.

Kita tentu ingat mobil Timor pada awal tahun 90-an. Indonesia mulai mengembangkan mobil nasional setelah lebih dahulu Malaysia membuat Proton sebagai mobil nasionalnya. Proton yang memang didukung dan disokong oleh pemerintah serta para ahli di bidangnya maju dengan cepat. Bagaimana dengan mobil nasional Indonesia? Mobil Timor tidak mampu bersaing dengan mobil-mobil lain yang memang sudah lama merajai pasar dalam negeri. Selain karena krisis moneter dan polemik politik yang terjadi dalam negeri serta tumbangnya pemerintahan rezim Soeharto. Mobil Timor pun perlahan-lahan mulai hilang.

Bayang-bayang kegagalan Timor bisa saja menghantui Esemka, bukan tak mungkin jika pemerintah sendiri kurang memperhatikan dan seakan tidak peduli. Banyak dari pejabat dalam negeri yang kurang mendukung dan pesimis akan perkembangan mobil Esemka. Bagi mereka penggunaan mobil Esemka sebagai kendaraan dinas walikota dan wakil walikota Solo hanya sebagai tagline saja untuk mendongkrak popularitas ketika kampanye pemilihan Gubernur atau Walikota.

Pandangan beberapa orang terhadap pencitraan diri membuat banyak proyek besar yang nantinya akan membangkitkan devisa negara hanya diam di tempat. Besarnya ego para pemimpin negeri kita terhadap pencitraan dirinya saja tanpa sadar mematikan industri diIndonesia. Seperti yang dilakukan Joko Widodo hanya dianggap sensasi saja untuk membuat decak kagum rakyatnya. Pemikiran itu mungkin benar adanya tetapi lupakan sejenak gengsi-gengsi diri pribadi para pejabat kita. Ambil sisi positifnya bukankah ini promosi yang baik, seorang tokoh figur menjadi ikon produk baru di pasaran. Harusnya kita bisa mengambil keuntungan dari pencitraan diri Jokowi seperti yang digadang-gadangkan rivalnya, untuk menarik lebih banyak lagi konsumen.

Kurangnya kesadaran pemerintah akan kemajuan IPTEK dalam negeri. Membuat lesunya kreatifitas anak bangsa, minimnya penghargaan atas jerih payah mereka membangun ilmu pengetahuan dan perekonomian Indonesia serta anggaran pemerintah yang masih dinilai cukup sedikit untuk pengembangan penelitian membuat banyak ilmuwan Indonesia yang memilih berlari meninggalkan negaranya dan bekerja di perusahaan-perusahaan industri besar seperti Jepang, Eropa dan Amerika.

Ketidakpedulian pemerintah terhadap para ilmuwan kita di luar negeri sungguh disayangkan. Banyak putra bangsa kita yang menimba ilmu di luar negeri tetapi enggan kembali karena tahu ilmunya tidak akan laku di Indonesia. Sehingga lebih memilih untuk bekerja di tempat asal mereka belajar dulu karena ilmu mereka lebih laku dipakai.  Negara bisa maju karena banyak ilmuwan yang bekerja di negerinya, karena dengan adanya mereka banyak inovasi-inovasi baru yang diciptakan, tentunya menambah lapangan pekerjaan dan sudah pasti akan menambah penghasilan negara. Lalu apa gunanya perguruan tinggi di Indonesia jika ilmuwannya malah kabur meninggalkan negaranya atau menjadi pengangguran setelah lulus kuliah.

Selama ini kita hanya mampu mengekspor ilmuwan kita tanpa mendapatkan hasilnya bukan mengekspor barang eletronik maupun otomotif sepertiMalaysiadanThailand. Negara barat semakin maju dan kita bangga menggunakan roduk mereka yang sejatinya anak negeri juga yang membuatnya. Pemerintah dengan mudahnya memberi izin barang impor dengan bebasnya menguasai pasar dalam negeri. Tidak hanya barang baru barang bekas juga dengan mudah diizinkan masuk sehingga barang lokal tak mendapat pasar yang cukup besar di negaranya sendiri. Parahnya bangsa kita sendiri bangga tetapi enggan membuat dan mengembangkannya, justru bangga menjadi diri yang konsumtif.

Mindset orang-orang terhadap produk dalam negeri harus diubah sehingga menciptakan kecintaan produk dalam negerinya. Pemerintah disini sangat berperan penting dalam kelangsungan perekonomian dalam negeri sehingga tidak dikuasai pasar asing. Pemerintah diharuskan memperbaiki fasilitas riset di Indonesia sehingga ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang hebat diluar sana mau kembali dan membangun negaranya sehingga mampu bersaing dengan negara-negara lain di dunia. Hal tentunya akan menarik minat negara lain untuk datang berinvestasi dan meneliti di negara kita.

Jangan sampai produksi Esemka sebagai produk dalam negeri yang mampu bersaing gagal di tengah jalan, hanya karena pro-kontra pencitraan pencalonan Gubernur sehingga pihak asing yang justru tertarik. Karena bagaimanapun bangsa kita yang harus memegang kendali akan perkembangann proyek mobil nasional ini, jika tidak bangsa kita yang akan dirugikan. Jerman sudah tertarik dengan proyek pembuatan mobil Esemka ini. Kita lihat bagaimana kebijakan yang diambil pemerintah dalam menyikapinya. Mau mengelola aset negara di masa depan atau membuangnya ke investor asing seperti yang sudah-sudah?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,543 other followers