Archive | Uncategorized RSS feed for this section

Kemangi dan Manfaatnya untuk Tubuh

17 Jun

 

Image

 

Endar Diah Mayangsari

Mungkin kita pasti sudah mengetahui apa itu daun kemangi. Daun yang biasa di sajikan pada makanan pecel sebagai pendamping lalapan seperti gambar di atas. Namun, perlu kita ketahui di balik kebutuhan daun kemangi yang biasa di sajikan untuk pendamping lalapan, ternyata memiliki nilai Gizi dan manfaat yang berguna untuk tubuh kita. Apakah setelah kita mengetahui manfaat daun ini, Masihkah kita hanya menjadikan daun kemangi sebagai pendamping untuk lalapan yang tidak berguna? Dan masih tidak memperdulikan manfaatnya. Atau kita malah berfikir akan menjadikan tumbuhan ini sebagai daun yang penting untuk di konsumsi. Di dalam daun kemangi juga terdapat gizi yang bermanfaat untuk tubuh kita. Sehingga daun kemangi baik untuk dikonsumsi.

Kandungan gizi

Di dalam kemangi terdapat kandungan gizi yang baik untuk tubuh. Kemangi merupakan daun yang memiliki kandungan betakaroten (provitamin A) dan vitamin C. Betakaroten berperan mendukung fungsi penglihatan, meningkatkan respon antibodi (memengaruhi fungsi kekebalan tubuh), sintesis protein untuk mendukung proses pertumbuhan, dan sebagai antioksidan.

Kolagen merupakan senyawa protein yang memengaruhi integritas struktur sel di semua jaringan ikat, seperti pada tulang rawan, matriks tulang, dentin gigi, membran kapiler, kulit, dan tendon (urat otot). Daun kemangi kaya akan mineral makro, yaitu kalsium, fosfor, dan magnesium. Kalsium penting bagi pembentukan dan pertumbuhan tulang, transmisi impuls saraf, membantu kontraksi otot, dan membantu mengaktifkan reaksi enzim.

 

Daun kemangi Dalam bahasa Latin, kemangi disebut Ocimum basilicum. Basil dari bahasa Inggris, ocimum berarti tumbuhan beraroma. Aroma harum daun kemangi berasal dari kandungan minyak atsirinya.

Tanaman kemangi dapat tumbuh di sembarang tempat dan toleran terhadap cuaca panas maupun dingin. Kemangi yang ditanam di daerah dingin daunnya lebih lebar dan lebih hijau, sedangkan kemangi di daerah panas daunnya kecil, tipis, dan berwarna hijau pucat.

http://health.kompas.com/read/2011/09/28/10560749/Memetik.Manfaat.Daun.Kemangi.html (akses 6 Juni 2014).

Berikut manfaat daun kemangi untuk tubuh kita :

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Manfaat pertama dari daun kemangi ialah sebagai tumbuhan yang mampu membantu untuk meningkatkan kekebalan tubuh, ini karena daun kemangi memiliki kandungan beta karoten yang dapat meningkatkan respon antibodi, sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Kandungan beta karoten juga dapat membantu sintesis protein sehingga mendukung proses pertumbuhan dan juga dapat memperbaiki sel-sel yang rusak. Selain itu, khasiat daun kemangi dari kandungan beta karoten tersebut dapat membantu untuk meningkatkan fungsi penglihatan.

Mengobati Panu

Panu merupakan sakah satu jenis penyakit kulit yang membuat kulit menjadi tidak sehat atau menjadi kering. Panu atau penyakit kulit yang memiliki warna putih pada kulit tubuh kita, hal ini di sebabkan oleh adanya bakteri dan jamur. Biasanya panu itu di sebabkan kurangnya tingkat kebersihan lingkungan yang kita terapkan, seperti kita jarang mandi, atau merabat tubuh. Kemangi ini memiliki manfaat juga sebagai pengobat untuk penderita panu. Dengan cara yang cukup mudah. Ambil segenggam daun kemangi dan cuci bersih, setelah itu haluskan. Beri sedikit air campuran kapur sirih dan selanjutnya balurkan pada bagian kulit yang terserang panu. Sebaiknya dilakukan dua kali dalam sehari.

Mengobati Sariawan

Sariawan merupakan penyakit pada bibir maupun lidah. Hal ini biasa di sebabkan kurangnya vitamin C yang kita konsumsi. Kemangi juga memiliki manfaat untuk mengobati penyakit inim dengan caranya cukup ambil daun kemangi kira-kira 50 helai dan cuci hingga bersih. Selanjutnya kunyah daun tersebut kurang lebih dua hingga tiga menit. Setelah halus, telah daun kemangi tersebut dan langsung minum air hangat. Untuk hasil maksimal, lakukan maksimal3kalidalamsehari..

Menghilangkan bau mulut dan badan

Bau mulut dan bau badan yang berkelanjutan membuat seseorang tidak nyaman untuk melakukan aktivitas sehari-hari apalagi seseorang yang memiliki pekerjaan yang harus menuntut dia untuk aktif berbicara. Kemangi ini juga selain dapat mengobati penyakit-penyakit di atas, kemangi juga mampu mengobati/menghilangkan bau mulut dan bau badan, dengan cara mengkonsumsi daun kemangi ini sesering mungkin, agar kandungan yang terdapat pada daun kemangi ini bisa membantu mengobati bau mulut dan bau badan.

Penjelasan Manfaat – manfaat daun kemangi di atas akan menambah pengetahuan kita tentang kesehatan yang alami. Tanaman yang biasa di anggap tidak terlalu penting ternyata memiliki nilai gizi  dan manfaat yang baik untuk tubuh. Pengetahuan tambahan ini agar mampu membuat kita untuk lebih menjaga tanaman sekitar yang bisa membantu kita mendapatkan solusi untuk sehat yang alami

Menipisnya Pendidikan Karakter

17 Jun

Image

Fachri Pribowo

Suatu bangsa akan menjadi besar jika generasi penerusnya memiliki karakter yang baik dan dimulai dengan pembentukan karakter melalui proses pendidikan. Pendidikan belakangan ini banyak mendapat sorotan dari kalangan pengguna jasa dan pemerhati pendidikan baik media massa, seminar, dan berbagai kesempatan. Hal demikian berhubungan maraknya berbagai penyimpangan prilaku yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, tindakan kriminal, pelecehan seks, perusakan, etika-etika yang mulai menipis, kurangnya tenggang rasa dan tanggung jawab menjadi konsumsi sehari-hari di media massa, yang menghawatirkan kondisi ini muncul di lingkungan pelajar dan mahasiswa seolah–olah mereka tidak mendapatkan pendidikan karakter saat kegiatan belajar mengajar. Sehingga hal ini menjadi pekerjaan yang sangat sulit di Indonesia. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif yang diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa.

Pendidikan karakter di indonesia saat ini bisa dikatakan sudah sangat kurang, begitu banyak terjadi tindakan-tindakan yang jauh dari norma-norma agama yang paling utama. Kemudian, pada pengembangan nilai-nilai kebudayaan dan karakter bangsa pada individual masing-masing sudah tertanam jelas pada pola pikir individual itu sendiri. Sehingga, karakter di dalam dirinya sudah tertanam di kehidupan nyata sebagai seorang yang bermasyarakat, religius, nasionalis, produktif dan kreatif. Namun, upaya pemerintah dalam mengembangkan pendidikan karakter tidak semulus seperti apa yang diharapkan. Di antaranya, pergeseran subtansi pendidikan ke pengajaran, makna pendidikan yang sarat dengan muatan nilai-nilai moral bergeser kepada pemaknaan pengajaran yang berkonotasi sebagai transfer pengetahuan.

Perubahan subtansi pendidikan ke pengajaran berdampak langsung terhadap pembentukan kepribadian peserta didik. Perubahan ini sangat apatis atau menjadi acu tak acu kepada pembentukan kepribadian yang akan menimbulkan beberapa masalah baru. Hal ini dianggap sebagai ideologi-ideologi yang melahirkan pemahaman yang berkaitan dan lari pada norma-norma agama jika pembentukan kepribadian tidak begitu sempurna dalam sebuah penerapan fase pendidikan ke pengajaran. Terjadinya pergeseran subtansi pendidikan ini di sebabkan oleh masih kukuhnya pengaruh paham asosiasi dan behaviorisme. Pengaruh Paham asosiasi karena, asosiasi berkaitan dengan kehidupan bersama antar suatu individu dalam suatu ikatan. Apabila kelompok sosial dianggap sebagai sebuah kenyataan di masyarakat, maka individu merupakan kenyataan yag memiliki sikap terhadap kelompok tersebut terhadap suatu kenyataan subjektif. Dan behaviorisme atau aliran prilaku (juga disebut perspektif belajar) adalah filosofi dalam psikologi yang berdasar pada proposi bahwa semua dilakukan organisme termaksud tindakan, pikiran, atau perasaan dapat dan harus dianggap sebagai prilaku. Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak hipotesis seperti pikiran. Sehingga sebuah pendidikan pengajaran terhadap pembentukan kepribadian peserta didik harus dilakukan berdasarkan muatan nilai-nilai dan moral yang nyata dan tidak menyimpang nantinya.

Pencitraan Pemilik Media di Televisi

14 May

Image

 

Judul: Kepentingan pribadi nggak seharusnya ngalihin kepentingan publik

Penulis: Fachri Pribowo

 

Dalam industri media di Indonesia, persaingan politik yang saat ini terjadi didalamnya begitu terang-terangan dan terlihat sangat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap publik. Sebelum pemilu, para pemilik media yang sekaligus kandidat salah satu partai politik sudah menyiasati persaingan dengan pemilik media lainnya yang memiliki profesi sama. Cara melakukan pencitraan secara terbuka melalui media yang mereka miliki. Kondisi media massa di Indonesia yang lebih berpihak pada kekuatan modal dan kekuatan politik tertentu memang menjadi masalah bagi bangsa ini. Sementara di sisi lain, pemerintah tak mampu memberikan perlindungan bagi publik lewat regulasi yang baik, tapi justru mendukung industri media. Ini adalah sebabnya mengapa pencitraan pemilik media di Indonesia semakin haris emakin jelas menampakkan kakinya di permukaan.

Hal inilah kerap kali sering terjadi di media televisi Indonesia.Sehingga pro dan kontra dalam masyarakat bermunculan akibat pencitraan yang hampir setiap waktu muncul menghiasi layar kaca indonesia dengan durasi iklan yang lumayan lama dan membosankan. Hal inilah yang kerap kali menjadi alat pemicu agar mendapatkan simpati rakyat demi memenuhi target yang mereka inginkan dari rakyat. Sebaliknya, akibat dari pencitraan yang dilakukan pemilik media di televisi, masyarakat mempunyai dua kemuungkinan terhadap hal ini. Munculnya pro dan kontra di masyarakat menjadi salah satu pengaruh yang bisa menguntungkan bagi pemilik media bahkan bisa sebaliknya.Akan tetapi, masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa dalam mengapresiasikan hal yang patut untuk diperbincangkan.Masyarakat pro maupun yang kontra mungkin bisa dikatakan dominan dan konstan dijalannya masing.-masing. Mengapa demikian, karena masyarakat tidak mempunyai hak dalam menyampaikan kepentingan umum mereka. Berbicara mengenai hak, inilah yang masyarakat tidak mampu berbuat apa-apa untuk menindak lanjuti hal ini. Masyarakat hanya bisat erpaku dan tersudut dalam sebuah kotak yang sudah ada, dan tidak bisa keluar dari kotak tersebut. Kotak yang dimana hanya bisa ikuti goncangan yang besar dari luar. Sehingga mereka yang berada di dalam kotak hanya bisa mengikuti gerakan-gerakan dari si pemegang kotak tersebut (pemilik media). 

Jika kita melihat dari sudut komunikasi politiknya, dalam sistem demokrasi mempunyai peran yang fundamental. Dalam sistem demokrasi, media melalui informasi yang mereka sampaikan kepada publik, bertindak sebagai penjamin bagi akuntabilitas elite dan kontrol rakyat terhadap jalannnya pemerintah. Ini karena masyarakat yang tercerahkan melalui informasi secara luas dan merata akan membuat demokrasi berjalan dengan baik. Suatu demokrasi yang responsif dan bertangung jawab.Dari sudut kebijakan publik, informasi politik dan kebijakan akaan menentukan seberapa jauh masyarakat mempunyai pengetahuan dan kesadaran akan berbagai peristiwa politik. Pengetahuan ini akan menjadi dasar bagi keterlibatan mereka dalam banyak proses politik dan kebijakan publik. Disini, derajat kualitas informasi akan akan menentukan kualitas partisipasi warga negara. Oleh karena itu, jika informasi yang disiarkan media mengalami banyak distorsi sebagai akibat, misalnya, intervasi pemilik, komersialisasi yang berlebihan atau karena kualitas jurnalis yang buruk maka partisipasi wara kurang bermakna.

Persaingan politik dalam media televisi mungkin sudah menjadi senjata utama bagi para pemiik media. Pencitraan dimana-mana, setiap hari dan hampir bahkan setiap waktu selalu disisipkan iklan mereka. Dalam komunikasi politik, media ternyata tidak hanya merepresentasikan diri sebagai ‘saluran’ netral yang mengalirkan informasi dari satu titik ke titik lainnya. Sebaliknya, dalam banyak kasus, ia menjadi aktor yang lebih kuat dibandingkan dengan massa rakyat dan parlemen. Kadang kala, media berpihak kepada kepentingan masyarakat, melayani sistem demokrasi dengan sangat baik, tapi tidak jarang ia hanya mengabdi untukkepentingan ekonomi ataupun membangun ‘aliansi’ jahat dengan penguasa demi keuntungan mereka sendiri.

Kesadaran kritis khalayak atas realitas media inilah yang menjadi tujuan utama literasi media. Ini karena media bukanlah entitas yang netral. Selain sistem yang bergerak dibalik sebuah media, khalayak juga mesti memahami bagaimana hubungan antara media dengan pihak-pihak yang bekerja di dalamnya dan bagaimana hubungannya dengan media itu sendiri.

Kisah Tragis Wartawan Cantik dari Irlandia

2 Jul

Judul : Veronica Guerin

Sutradara : Joel Schumacher

Produser : Jerry Bruckheimer

Pemain : Cate Blanchett, Gerard McSorley, Ciaran Hinds, Brenda Frickr

Durasi : 98 menit

Tanggal rilis : 11 Juli 2003 (Irlandia), 17 Oktober 2003 (Amerika Serikat)

Bahasa : Bahasa Inggris

Negara : Amerika Serikat, Irlandia, Inggris

Distributor : Buena Vista Pictures

Dana : $ 17 Juta

 

Seorang yang mencari kebenaran tak selamanya bisa hidup tenang. Itulah yang dapat disimpulkan bila menyaksikan film biografi ini. Veronica Guerin adalah wartawan bagian kriminal pada koran Sunday Independent. Dia tertarik untuk menelusuri distribusi dan peredaran narkoba. Hal tersebut terjadi karena ia prihatin melihat banyaknya remaja yang mengkonsumsi narkoba. Awalnya, pengedar tersebut memberi narkoba secara gratis agar mereka tergiur. Karena narkoba tersebut memiliki efek candu yang sangat berat, pada tahap berikutnya mereka ingin terus mengkonsumsi barang haram itu. Kenyataan tersebut membuat Veronica ingin menguak siapa dalang dari semua ini.

Perjalanan Veronica tak mudah, ia berjalan dari rumah ke rumah para pecandu narkoba hingga ke bar tempat para distributor narkoba berkeliaran. Usahanya tak sia-sia, ia bertemu dengan John Trayno yang menjadi sumber penting dalam pencarian ini. Tak hanya itu saja, ia juga memiliki teman di kepolisian yang menangani masalah narkoba dan seringkali Veronica mampir ke sana untuk menelusuri beberapa dokumen.

Ketika usaha Veronica membuahkan hasil dan menemukan pemasok utama narkoba itu, hidupnya mulai tak tenang. Ia sering diteror, jendela rumahnya ditembaki dan tak kalah peliknya ia juga menjadi korban tembakan peluru pada saat malam natal yang menyasar ke paha kanannya. Ancaman dan teror tak membuat Veronica menyerah, meskipun terluka ia masih terus gigih dalam menguak realita ini. Ia tetap mencari meski sang suami telah menyarankan untuk berhenti dan teman-temannya juga menyuruhnya pindah ke desk pemberitaan lain. Ia tak gentar dengan semua ini.

John Gilligan yang berhasil ditemukan Veronica di kediamannya yang mewah membuat hidupnya semakin terancam. John Giligan tak segan memukul Veronica yang berani mengusik hidupnya. Kemudian ia mengajukan kasus ini ke pengadilan dan dari sinilah Veronica harus menghadapi takdirnya.

Ajal Veronica Dijemput Paksa Pengedar Narkoba

Sekitar tahun 1994, Irlandia adalah negara yang mendapat peringkat tertinggi masalah narkoba. Seorang wartawati bernama lengkap Veronica Guerin, memiliki rasa ingin tahu yang besar dalam kasus itu. Selama beberapa waktu, ia fokus untuk melakukan investigasi secara diam-diam yang dilakukannya seorang diri. Langkahnya dalam mengendus informasi hanya dilakukan dengan modal keberanian dan keprihatinan. Tujuan utamanya hanya satu, yaitu menguak identitas jaringan narkoba.

Jika wanita biasanya menyenangi menulis artikel tentang kesehatan, fashion, atau masakan, tidak dengan Veronica. Dia adalah seorang perempuan yang fasih dalam pemberitaan kriminalitas. Dia juga ikut prihatin dengan masalah narkoba yang melenyapkan kehidupan indah anak muda di Irlandia. Bahkan di pinggir-pinggir jalan banyak berserakan bekas jarum suntik. Ia menyaksikan bagaimana anak-anak kecil mengikuti perilaku orang-orang di sekitarnya yang lebih tua menyuntikkan jarum suntik ke tangan. Veronica pernah mengadakan demo kecil pemberantasan narkoba, tapi usahanya tidak berhasil mengusir para pecandu. Ia sudah geram dan bertekad akan mencari tahu siapa dalang narkoba jika ingin melakukan perubahan.

Bermodal kedipan mata dan sedikit rayuan, Veronica mencoba mengorek informasi lebih dalam dari John Traynor. Ia menduga, John yang dianggap sebagai teman dekatnya tersebut memiliki hubungan intens dengan kawanan narkoba. Wartawati harian Sunday Indepent ini memanfaatkan John sebagai sumber berita untuk menguak sarang narkoba. “Apa kau mengenal Giligan? Apa kau mengetahui di mana Giligan?” adalah inti dari setiap pertanyaan yang dilayangkan pada John saat itu. Namun, berkali-kali John yang akrab disapa Coach itu menampik perihal kedekatannya dengan orang yang disebut-sebut oleh Veronica.

John yang panik lantas menghubungi Gilligan si petinggi dalam pengedaran narkoba. Lalu Gilligan segera meminta John menutup mulut dengan mengancam untuk membunuhnya. Di sisi lain, Veronica mulai merasakan adanya data yang tidak akurat yang diberikan oleh John untuk artikelnya. Kemudian ia beralih mencari keberadaan Gilligan seorang diri. Saat ditemui di kediamannya, Gilligan langsung menyambut Veronica dengan menghajarnya hingga bersimbah darah. Di sinilah awal mula Veronica diberi ancaman dan kekerasan fisik berulang kali oleh Gilligan.

Veronica tetap melanjutkan investigasinya meskipun diburu ancaman dari Gilligan, teror terus datang di setiap aktivitasnya. Saat malam Natal, ia mendapat kado spesial berupa peluru yang menembus masuk ke dalam kakinya. Sehingga Veronica harus menggunakan bantuan tongkat untuk jalan. Ancaman selanjutnya adalah telepon tengah malam dari Gilligan yang mengancam akan memperkosa anak laki-lakinya yang masih kecil dan membunuhnya. Tidak kuat dengan segala macam ancaman, Veronica menjadi ketakutan. Tidak tinggal diam, Veronica mengadukan tindakan kekerasan yang dialaminya ke pengadilan. Namun, pengaduannya dikalahkan oleh pihak Gilligan. Hingga pada suatu hari ia mengalami dilema antara mempertahankan haknya di pengadilan atas tindakan kekerasan tersebut atau meneruskan artikelnya tanpa membeberkan kegiatan Gilligan. Karena masih belum cukup bukti untuk menjebloskan Gilligan ke dalam jeruji besi.

Veronica tidak menyerah, ia terus mengintai jejak Gilligan meskipun masih dilanda ancaman. Gilligan yang geram dengan keberanian Veronica ingin menghabisi nyawa wanita berambut pendek itu dengan menyuruh anak buahnya. Anak buah Gilligan langsung menembak Veronica saat ia dalam perjalanan mengendarai mobilnya. Dua orang suruhan Gilligan menembak Veronica beberapa kali hingga ia tewas di tempat. Kematian Veronica saat sedang bertugas akhirnya terdengar oleh masyarakat luas. Peristiwa itu membawa benih-benih api semangat masyarakat sekitar dalam memberantas narkoba. Mereka bersatu meneruskan impian perubahan yang diinginkan oleh Veronica. Akhirnya, komplotan narkoba di Irlandia berhasil ditangkap kepolisian dengan jeratan pasal yang telah ditetapkan.

Film yang di sutradarai oleh Joel Schumacher ini banyak menginspirasi masyarakat, terutama bagi jurnalis. Sebagaimana diketahui, jurnalis mempunyai peranan penting dalam membawa perubahan dan menjaga stabilitas sosial di masyarakat. Masyarakat Irlandia saat itu telah merasakan manfaat dari peran jurnalis. Perjuangan jurnalis seperti Veronica di lapangan memang membawa resiko besar. Tapi, itu semua sama-sama mengacu pada tujuan demi perubahan. Sebuah kebenaran haruslah diungkap keberadaanya dengan modal keberanian yang kuat. Film ini dibuat untuk tidak menakuti jurnalis lainnya tetapi untuk menginspirasi sesama kaum jurnalis.

Veronica Guerin merupakan film yang cukup tersohor pada masanya. Film ini diangkat dari kisah nyata seorang jurnalis wanita yang rela mengorbankan dirinya untuk melindungi anak-anak yang menggunakan narkoba. Dalam film ini, digunakan alur campuran yaitu maju-mundur. Seperti yang terlihat pada awal film ini dimulai, alur dibalik pada saat Veronica berada di lampu lalu lintas. Saat itu ia sedang asyik menelpon temannya untuk memberitahukan bahwa dirinya yang sering terkena tilang, hanya dikenakan denda sedikit. Namun, saat ia menoleh ternyata ada dua orang pria bermotor yang langsung memecahkan kaca mobilnya dan ia pun berteriak. Setelah itu kembali lagi pada alur di mana Veronica bekerja sebagai wartawan yaitu alur mundur. Penggunaan alur maju dan mundur ini memang cukup menarik. Penonton dibuat penasaran dengan apa yang menimpa Veronica pada adegan satu, yaitu setelah ia berteriak.

Sang sutradara, Joel Schumacher, menata setiap adegan dengan rapi. Seperti pada adegan saat Veronica masuk ke dalam rumah yang penuh dengan anak-anak pemakai narkoba. Terlihat lantai yang kotor, tembok yang tidak terawat, suntikan di mana saja dan gerak anak-anak kecil yang tidak berdosa ketika memegang suntikan. Penonton pun akan terus penasaran bagaimana akhir dari kisah nyata ini. Selain itu, pemeran Vernonica Guerin, Cate Blanchett, sangat lihai memerankan film ini. Nada bicaranya, cara ia menatap persis seperti yang dilakukan oleh Veronica Guerin yang asli. Film ini sangat bagus untuk ditonton para jurnalis muda untuk membangun mental dan pola berpikir yang realistis. Sosok Veronica Guerin sudah sangat jarang dalam dunia jurnalis, karena kebanyakan jurnalis hanya mencari aman sehingga fakta tidak terpublikasikan. Padahal fakta tersebut adalah untuk kepentingan banyak khalayak.

Fakta dan Realita Kekerasan Wartawan

Namun Veronica yang merupakan seorang wartawan wanita tidak demikian. Di tengah rasa takut yang mengancamnya ia terus berjuang mengungkap fakta. Suami, keluarga dan beberapa teman dekatnya yang merupakan sesama wartawan berulang kali menyuruh ia untuk melepaskan berita ini. Apalagi setelah tragedi demi tragedi yang menimpa dirinya. Namun Veronica terus berjalan lurus ke depan untuk mengungkap fakta. Inilah yang patut dicontoh oleh para jurnalis. Banyak pelajaran yang bisa diambil, seperti tidak menerima amplop atau suap dalam bentuk apapun, dan tidak mendengarkan perkataan wartawan lain yang mencemooh.

Dari berbagai kelebihan, ada pula beberapa kekurangan. Seperti, bagaimana pun juga Veronica adalah perempuan yang ketika ia mendatangi tempat berkumpulnya pemakai narkoba, ia tidak didampingi siapapun tentunya ini membahayakan dirinya. Mungkin ini nyata terjadi di lapangan, harkat dan martabat jurnalis belum terangkat hingga saat ini. Timbul berbagai pertanyaan, apakah jurnalis akan dihormati ketika ia sudah meninggal?

Veronica hanya satu dari sekian banyak jurnalis yang meninggal ketika menyebarkan fakta dan menuntut haknya. Apakah setelah meninggal barulah hak-hak dan pembelaan kepada jurnalis baru akan diberikan, sedangkan selama ia bertugas tidak ada perlindungan khusus terhadap dirinya. Seperti saat Veronica melaporkan penganiayaan yang dilakukan Gilligan. Terlihat jelas bahwa hak-hak perlindungan terhadap Veronica yang merupakan seorang jurnalis tidak diberikan sehingga sidang kasusnya ditunda. Namun dari berbagai macam anggapan tersebut film ini sudah sangat baik dalam sinematografi ataupun latar tempat dan penokohan.

Masalah Veronica Guerin memang sangat kental hubungannya dengan kekerasan kepada wartawan. Seringkali terjadi kekerasan kepada wartawan ketika mereka sedang melaksanakan tugas. Hal ini seharusnya menjadi perhatian aparat pemerintah dan penegak hukum di belahan dunia manapun. Sosok wartawan menjadi peran yang sangat penting terhadap informasi yang dibutuhkan oleh publik. Film ini sangat membuka mata dunia mengenai bahaya profesi seorang wartawan dalam kaitannya dengan kasus yang sangat sensitif seperti narkoba. Kekerasan yang terjadi membuktikan masih lemahnya perlindungan terhadap profesi wartawan di Irlandia.

Cerita ini juga menunjukkan kepada dunia bahwa melalui sebuah tulisan dapat membuat suatu perubahan besar terhadap perkembangan suatu negara. Setelah tulisan Veronica Guerin, Irlandia mengesahkan undang-undang mengenai pembekuan aset para pengedar narkoba. Tingkat kriminalitas negara tersebut turun hingga 15%, hal ini membuktikan betapa pentingnya sosok wartawan bagi sebuah negara. Selain itu dalam film ini juga dapat dilihat sosok ibu yang sangat menyayangi keluarganya, selain harus mengurus pekerjaan, ia juga harus mengurus keluarganya.

Kekerasan terhadap jurnalis kerap sekali terjadi, bahkan hingga saat ini tak banyak orang yang bersedia didatangi jurnalis. Dalam bernegara jurnalis menjadi pilar keempat yang berusaha menjadi penghubung antara pemerintah dan rakyatnya, sayangnya pemerintah tidak berusaha untuk melindungi hak dan keselamatan jurnalis. Pemerintah seakan memandang enteng permasalahan kekerasan jurnalis ini, bahkan usaha penyelesaian melalui payung hukum pun sepertinya tidak terdengar.

Banyak kasus penyitaan, ancaman, pemukulan, penyekapan, penculikan hingga pembunuhan menghantui jurnalis di seluruh belahan dunia. Pada daerah konflik, jurnalis yang meliput menjadi salah satu target sasaran penculikan hingga pembunuhan. Para penculik bukan tidak tahu jika jurnalis diberikan hak istimewa untuk dapat memberitakan apa yang sedang terjadi, tetapi mereka tidak peduli. Dalam peraturan internasional, disebutkan bahwa kemerdekaan jurnalis disebutkan dalam article 19 The Universal Declaration of Human Rights (UDHR) dan article 19 The International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR). Dalam kedua deklarasi tersebut tercantum bahwa hak kebebasan jurnalis diperlukan sebagai bentuk transparansi sebuah pemerintahan.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah film ini sangat bagus untuk ditonton khususnya bagi para calon wartawan agar mengerti bagaimana kehidupan para wartawan dalam melaksanakan tugas. Selain bagi wartawan, film ini juga dapat menjadi renungan bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan hal-hal mengenai perlindungan terhadap profesi kewartawanan. Profesi yang mengandung bahaya ini juga berfungsi sebagai pengatur pemerintahan baik lokal maupun internasional. Mereka sebagai pilar demokrasi harusnya mendapatkan hak asasi manusia (HAM) atas kebebasan serta perlindungan yang setimpal dengan resiko yang harus dihadapi.

 

Tim Resensi: Nikita Putri Hutami, Nur Istifani Rahayu, Hasinadara Pramadhanti, T.M. Rizal Palevi, Ade Pandu Narwastu, Yohani Gori Agustin, Aan Mei Handoko, Anindita Damayanti

Tidak Ada Kata “Pacaran” dalam Islam

2 Jul

Anindita Damayanti (10321066)

Judul buku      : Udah Putusin Aja!

Penulis             : Felix A. Siauw

Penerbit           : Mizania (PT Mizan Pustaka)

Cetakan           : Februari 2013

Tebal buku      : 180 halaman

 

“Pacaran ‘kan masa penjajakan. Masa menikah dengan orang yang tidak dikenal?!”

“Kita ‘kan masih muda, masa ‘gak boleh pacaran?”

“Pacaran ‘gak ngapa-ngapain kok, cuma buat penyemangat belajar saja”

Kalimat-kalimat tersebut seringkali terlontar jika anak-anak muda dilarang berpacaran, tapi bagaimana jika anak SD yang mengatakan hal tersebut? Saat ini, banyak sekali fenomena anak SD yang sudah berpacaran, bukan lagi sekedar “cinta monyet”. Cinta memang seringkali tidak mengenal umur, tidak muda tidak tua semua pasti ingin merasakan perasaan itu. Bagi beberapa kalangan sepertinya pacaran dianggap sebagai tren, seperti anak baru gede alias ABG. Bagi mereka jika belum pernah merasakan pacaran pasti akan dianggap cupu oleh teman-teman lainnya.

Banyak alasan yang terlontar ketika ditanyai tentang pacaran. Sebagian bagi yang sudah berumur tentu beralasan jika pacaran merupakan masa penjajakan yang mesti dilakukan sebelum menikah. Sayangnya alasan tersebut tidak ada dalam ajaran agama islam sekalipun. Jika ingin berhubungan maka mantapkanlah dalam sebuah hubungan pernikahan. Tidak ada alasan apapun untuk berpacaran dalam islam. Hal ini secara tegas ditulis dalam buku yang berjudul “Udah Putusin Aja!” oleh Felix A. Siauw, seorang ustadz yang aktif berdakwah dan cukup terkenal di kalangan anak muda. Lalu bagaimana Ustadz Felix berpendapat dan menjelaskan pacaran dalam buku ini?

Buku ini dibuat dengan target pasaran anak muda untuk menjelaskan seperti apa hukumnya pacaran dalam ajaran islam. Selain anak muda, orangtua juga dibolehkan bahkan mungkin diwajibkan membaca untuk memahami dunia anaknya yang beranjak dewasa. Hal ini tentu berguna bagi orangtua untuk melindungi anak-anak mereka dari perbuatan yang tidak diinginkan. Walaupun pada dasarnya kembali ke orang itu sendiri bagaimana mereka menghadapi kehidupannya.

Setiap orang dilahirkan dengan memiliki hati untuk memiliki perasaan, seperti perasaan sayang dan cinta. Perasaan tersebut bisa diberikan dari seseorang kepada orangtua, teman atau bahkan lawan jenis. Di sini dijelaskan bahkan memiliki perasaaan cinta merupakan hal yang fitrah bagi setiap manusia tetapi Allah tidak ingin manusia mengekspresikannya secara bebas. Alasan umum orang menjalin hubungan pacaran karena saling jatuh cinta, tetapi hati-hati, pacaran merupakan satu jalan menuju perzinahan.

Pacaran Awal Menuju Perzinahan

Di dalam buku bahkan ditulis pengalaman seseorang yang menceritakan apa yang ia lakukan ketika berpacaran. Ia mengakui sudah berhubungan intim dengan pacarnya beberapa kali yang berjanji bahwa hubungannya akan serius hingga jenjang pernikahan. Ketika ditanya kapan pacarnya akan menikahinya yang dijawab “nanti” tanpa ada kepastian yang jelas. Seringkali kata “cinta” dan “sayang” dijadikan umpan untuk meminta berhubungan intim. Hal seperti itu bukan lagi rahasia, karena bahkan banyak yang perempuannya sudah hamil baru dinikahi.

Jelas disebutkan bahwa tidak ada yang namanya pacaran dalam islam, jika memang seorang pria cinta dan sayang dengan seorang perempuan maka datangilah orangtua atau walinya, mintalah untuk bisa menikahinya. Sebagai perempuan juga sebaiknya tidak berdandan secara berlebihan yang dapat menimbulkan hasrat pria. Bukan hanya berdandan, bahkan beberapa orang berpendapat bahwa tidak baik jika perempuan berjalan melewati gerombolan laki-laki. Aturan ini diterapkan oleh ajaran islam untuk melindungi perempuan dari nafsu setan-setan jahat.

Siapa yang tidak mengetahui hari kasih sayang atau yang sering disebut sebagai hari Valentine? Semua orang tahu bahkan berharap di hari itu mereka mendapatkan kasih sayang yang spesial dari seseorang. Buku ini juga tidak lupa membahas momen itu, bahkan sedikit dikupas asal usul munculnya budaya Valentine’s Day yang berawal dari kaum kristian. Banyak ulama muslim yang menyerukan umat islam untuk tidak turut serta dalam perayaan ini, walaupun ya bisa ditebak, masih banyak yang merayakan momen ini. Tanpa sadar, mereka yang merayakan Valentine menjadi korban konsumerisme, mereka rela mengeluarkan banyak uang demi orang yang mereka “sayang”.

Lain pacaran lain nikah, buku ini cukup menggambarkan bahwa tidak selamanya pacaran yang berujung pernikahan hidupnya akan indah dan berbahagia. Istilahnya, lain pacaran lain nikah, banyak celetukan yang akhirnya muncul pada pasangan menikah padahal sebelumnya saat pacaran tidak pernah. Penggambaran yang cukup mengena jika dirasa, banyak orang yang merasa jika selamanya keindahan masa pacaran akan terus terbawa hingga pernikahan. Masing-masing orang berbeda.

Tidak ada alasan untuk memulai hubungan sebelum pernikahan, pacaran atau bertunangan. Semua ini ditegaskan oleh penulis dengan mencantumkan berbagai ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa pacaran diharamkan oleh agama. Jika belum siap menikah maka mantapkanlah, tetapi jangan terlalu banyak mengumbar janji. Intinya bagi mereka yang sedang berpacaran dan telah membaca buku ini mungkin ada baiknya memikirkan dua kali manfaat kalian berpacaran. Judul buku juga cukup tegas menjelaskan bahwa tidak ada nilai plus dalam berpacaran.

Buku ini cukup interaktif bagi anak-anak muda, dengan bahasa yang cukup “gaul” sehingga menyentuh semua kalangan tanpa banyak berpikir keras. Penggunaan bahasa sehari-hari terbukti dapat menyampaikan informasi dengan lebih efektif terutama jika melihat targer pembacanya. Penambahan gambar animasi yang lucu serta grafik akan menjadi nilai tambah sendiri, akan menjadikan buku semakin eye catching dan membuat orang penasaran untuk membacanya. Tujuan penulisnya sebagai pendakwah membuat buku ini cukup banyak kutipan-kutipan Al-Qur’an.

Buku yang berwarna merah muda ini tentu cukup mencolok berada di tumpukan buku, mungkin salah satu tujuannya adalah untuk menarik banyak perhatian orang-orang untuk membacanya. Buku ini juga tidak tebal tetapi tidak terlalu tipis juga, penambahan gambarnya juga cukup menarik mata. Selain itu judulnya “Udah Putusin Aja!” pada pandangan pertama akan membuat orang bingung dengan maksudnya, apa isi bukunya. Jika sudah membaca pasti terpikir bahwa judulnya cukup frontal bagi mereka yang sedang menjalin hubungan.

Secara garis besar buku ini memiliki pesan yang sangat positif bagi pembacanya. Buku ini banyak berisi nasihat-nasihat yang menjelaskan tidak perlunya hubungan-hubungan sebelum pernikahan yang disertai ayat-ayat Al-Qur’an, yang membuatnya enak dibaca adalah kesannya yang tidak menggurui. Dengan bahasa yang santai dan ilustrasi yang lucu membuat buku ini lebih mengena untuk menjelaskan segala hal pada anak muda. Bahasanya yang langsung to the point dengan menambahkan kisah nyata bisa membuat pembacanya berpikir dua kali untuk menjalin hubungan.

Dengan warna yang didominasi warna merah muda dan biru, buku ini sebagai perantara dakwah penulisnya. Mungkin bagi sebagian orang akan mengelak dari buku ini karena berpikiran bahwa mereka berpacaran dengan tujuan yang baik dan tidak pernah melakukan apa-apa. Buku ini hanya sebagai perantara penulis untuk mengingatkan bahwa yang namanya pacaran tidak ada untungnya. Penulis bisa memberikan alasan detail dari alasan-alasan yang diajukan untuk berpacaran.

Sebagai contoh, penulis memasukkan satu surat yang berasal dari seseorang yang menyesali sudah berpacaran bahkan hingga berhubungan intim. Bukan tidak boleh, hanya saja bahasanya masih terlalu terbuka. Memang berpacaran dengan gaya semacam itu sudah banyak terjadi, tetapi lebih baik jika bisa mengubah kata-katanya menjadi lebih sopan. Tetapi selain hal itu, buku ini sudah cukup banyak menjawab pertanyaan umum mengapa islam melarang umatnya untuk menjalin hubungan sebelum pernikahan.

Dengan berbagai contoh dan pertanyaan nyata yang biasa terjadi sehari-hari, buku ini dapat menggambarkan tidak ada gunanya berpacaran. Bahkan penulis juga mencantumkan ayan Al-Qur’an untuk memperkuat pernyataannya tersebut. Dari manfaatnya, buku ini banyak memberi masukan bagi pembacanya, baik orangtua maupun kaum muda mudi. Memang secara langsung buku yang ditulis Ustadz Felix A. Siauw tidak dapat melarang, ia hanya memberikan gambaran apa yang terjadi ketika berpacaran. Tetapi buku ini layak dibaca untuk menjadi bahan renungan dan masukan bagi masing-masing. Semuanya dikembalikan kepada orangnya masing-masing. Bagaimana orang tersebut menjalani kehidupannya dan berprinsip.

Mungkin saja ada yang langsung memutuskan pacar masing-masing, lalu jadi adik-kakak deh. “Yah sama saja!” mungkin itu yang akan dikatakan Ustadz Felix.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,542 other followers