Archive | Uncategorized RSS feed for this section

Tidak Ada Kata “Pacaran” dalam Islam

2 Jul

Anindita Damayanti (10321066)

Judul buku      : Udah Putusin Aja!

Penulis             : Felix A. Siauw

Penerbit           : Mizania (PT Mizan Pustaka)

Cetakan           : Februari 2013

Tebal buku      : 180 halaman

 

“Pacaran ‘kan masa penjajakan. Masa menikah dengan orang yang tidak dikenal?!”

“Kita ‘kan masih muda, masa ‘gak boleh pacaran?”

“Pacaran ‘gak ngapa-ngapain kok, cuma buat penyemangat belajar saja”

Kalimat-kalimat tersebut seringkali terlontar jika anak-anak muda dilarang berpacaran, tapi bagaimana jika anak SD yang mengatakan hal tersebut? Saat ini, banyak sekali fenomena anak SD yang sudah berpacaran, bukan lagi sekedar “cinta monyet”. Cinta memang seringkali tidak mengenal umur, tidak muda tidak tua semua pasti ingin merasakan perasaan itu. Bagi beberapa kalangan sepertinya pacaran dianggap sebagai tren, seperti anak baru gede alias ABG. Bagi mereka jika belum pernah merasakan pacaran pasti akan dianggap cupu oleh teman-teman lainnya.

Banyak alasan yang terlontar ketika ditanyai tentang pacaran. Sebagian bagi yang sudah berumur tentu beralasan jika pacaran merupakan masa penjajakan yang mesti dilakukan sebelum menikah. Sayangnya alasan tersebut tidak ada dalam ajaran agama islam sekalipun. Jika ingin berhubungan maka mantapkanlah dalam sebuah hubungan pernikahan. Tidak ada alasan apapun untuk berpacaran dalam islam. Hal ini secara tegas ditulis dalam buku yang berjudul “Udah Putusin Aja!” oleh Felix A. Siauw, seorang ustadz yang aktif berdakwah dan cukup terkenal di kalangan anak muda. Lalu bagaimana Ustadz Felix berpendapat dan menjelaskan pacaran dalam buku ini?

Buku ini dibuat dengan target pasaran anak muda untuk menjelaskan seperti apa hukumnya pacaran dalam ajaran islam. Selain anak muda, orangtua juga dibolehkan bahkan mungkin diwajibkan membaca untuk memahami dunia anaknya yang beranjak dewasa. Hal ini tentu berguna bagi orangtua untuk melindungi anak-anak mereka dari perbuatan yang tidak diinginkan. Walaupun pada dasarnya kembali ke orang itu sendiri bagaimana mereka menghadapi kehidupannya.

Setiap orang dilahirkan dengan memiliki hati untuk memiliki perasaan, seperti perasaan sayang dan cinta. Perasaan tersebut bisa diberikan dari seseorang kepada orangtua, teman atau bahkan lawan jenis. Di sini dijelaskan bahkan memiliki perasaaan cinta merupakan hal yang fitrah bagi setiap manusia tetapi Allah tidak ingin manusia mengekspresikannya secara bebas. Alasan umum orang menjalin hubungan pacaran karena saling jatuh cinta, tetapi hati-hati, pacaran merupakan satu jalan menuju perzinahan.

Pacaran Awal Menuju Perzinahan

Di dalam buku bahkan ditulis pengalaman seseorang yang menceritakan apa yang ia lakukan ketika berpacaran. Ia mengakui sudah berhubungan intim dengan pacarnya beberapa kali yang berjanji bahwa hubungannya akan serius hingga jenjang pernikahan. Ketika ditanya kapan pacarnya akan menikahinya yang dijawab “nanti” tanpa ada kepastian yang jelas. Seringkali kata “cinta” dan “sayang” dijadikan umpan untuk meminta berhubungan intim. Hal seperti itu bukan lagi rahasia, karena bahkan banyak yang perempuannya sudah hamil baru dinikahi.

Jelas disebutkan bahwa tidak ada yang namanya pacaran dalam islam, jika memang seorang pria cinta dan sayang dengan seorang perempuan maka datangilah orangtua atau walinya, mintalah untuk bisa menikahinya. Sebagai perempuan juga sebaiknya tidak berdandan secara berlebihan yang dapat menimbulkan hasrat pria. Bukan hanya berdandan, bahkan beberapa orang berpendapat bahwa tidak baik jika perempuan berjalan melewati gerombolan laki-laki. Aturan ini diterapkan oleh ajaran islam untuk melindungi perempuan dari nafsu setan-setan jahat.

Siapa yang tidak mengetahui hari kasih sayang atau yang sering disebut sebagai hari Valentine? Semua orang tahu bahkan berharap di hari itu mereka mendapatkan kasih sayang yang spesial dari seseorang. Buku ini juga tidak lupa membahas momen itu, bahkan sedikit dikupas asal usul munculnya budaya Valentine’s Day yang berawal dari kaum kristian. Banyak ulama muslim yang menyerukan umat islam untuk tidak turut serta dalam perayaan ini, walaupun ya bisa ditebak, masih banyak yang merayakan momen ini. Tanpa sadar, mereka yang merayakan Valentine menjadi korban konsumerisme, mereka rela mengeluarkan banyak uang demi orang yang mereka “sayang”.

Lain pacaran lain nikah, buku ini cukup menggambarkan bahwa tidak selamanya pacaran yang berujung pernikahan hidupnya akan indah dan berbahagia. Istilahnya, lain pacaran lain nikah, banyak celetukan yang akhirnya muncul pada pasangan menikah padahal sebelumnya saat pacaran tidak pernah. Penggambaran yang cukup mengena jika dirasa, banyak orang yang merasa jika selamanya keindahan masa pacaran akan terus terbawa hingga pernikahan. Masing-masing orang berbeda.

Tidak ada alasan untuk memulai hubungan sebelum pernikahan, pacaran atau bertunangan. Semua ini ditegaskan oleh penulis dengan mencantumkan berbagai ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa pacaran diharamkan oleh agama. Jika belum siap menikah maka mantapkanlah, tetapi jangan terlalu banyak mengumbar janji. Intinya bagi mereka yang sedang berpacaran dan telah membaca buku ini mungkin ada baiknya memikirkan dua kali manfaat kalian berpacaran. Judul buku juga cukup tegas menjelaskan bahwa tidak ada nilai plus dalam berpacaran.

Buku ini cukup interaktif bagi anak-anak muda, dengan bahasa yang cukup “gaul” sehingga menyentuh semua kalangan tanpa banyak berpikir keras. Penggunaan bahasa sehari-hari terbukti dapat menyampaikan informasi dengan lebih efektif terutama jika melihat targer pembacanya. Penambahan gambar animasi yang lucu serta grafik akan menjadi nilai tambah sendiri, akan menjadikan buku semakin eye catching dan membuat orang penasaran untuk membacanya. Tujuan penulisnya sebagai pendakwah membuat buku ini cukup banyak kutipan-kutipan Al-Qur’an.

Buku yang berwarna merah muda ini tentu cukup mencolok berada di tumpukan buku, mungkin salah satu tujuannya adalah untuk menarik banyak perhatian orang-orang untuk membacanya. Buku ini juga tidak tebal tetapi tidak terlalu tipis juga, penambahan gambarnya juga cukup menarik mata. Selain itu judulnya “Udah Putusin Aja!” pada pandangan pertama akan membuat orang bingung dengan maksudnya, apa isi bukunya. Jika sudah membaca pasti terpikir bahwa judulnya cukup frontal bagi mereka yang sedang menjalin hubungan.

Secara garis besar buku ini memiliki pesan yang sangat positif bagi pembacanya. Buku ini banyak berisi nasihat-nasihat yang menjelaskan tidak perlunya hubungan-hubungan sebelum pernikahan yang disertai ayat-ayat Al-Qur’an, yang membuatnya enak dibaca adalah kesannya yang tidak menggurui. Dengan bahasa yang santai dan ilustrasi yang lucu membuat buku ini lebih mengena untuk menjelaskan segala hal pada anak muda. Bahasanya yang langsung to the point dengan menambahkan kisah nyata bisa membuat pembacanya berpikir dua kali untuk menjalin hubungan.

Dengan warna yang didominasi warna merah muda dan biru, buku ini sebagai perantara dakwah penulisnya. Mungkin bagi sebagian orang akan mengelak dari buku ini karena berpikiran bahwa mereka berpacaran dengan tujuan yang baik dan tidak pernah melakukan apa-apa. Buku ini hanya sebagai perantara penulis untuk mengingatkan bahwa yang namanya pacaran tidak ada untungnya. Penulis bisa memberikan alasan detail dari alasan-alasan yang diajukan untuk berpacaran.

Sebagai contoh, penulis memasukkan satu surat yang berasal dari seseorang yang menyesali sudah berpacaran bahkan hingga berhubungan intim. Bukan tidak boleh, hanya saja bahasanya masih terlalu terbuka. Memang berpacaran dengan gaya semacam itu sudah banyak terjadi, tetapi lebih baik jika bisa mengubah kata-katanya menjadi lebih sopan. Tetapi selain hal itu, buku ini sudah cukup banyak menjawab pertanyaan umum mengapa islam melarang umatnya untuk menjalin hubungan sebelum pernikahan.

Dengan berbagai contoh dan pertanyaan nyata yang biasa terjadi sehari-hari, buku ini dapat menggambarkan tidak ada gunanya berpacaran. Bahkan penulis juga mencantumkan ayan Al-Qur’an untuk memperkuat pernyataannya tersebut. Dari manfaatnya, buku ini banyak memberi masukan bagi pembacanya, baik orangtua maupun kaum muda mudi. Memang secara langsung buku yang ditulis Ustadz Felix A. Siauw tidak dapat melarang, ia hanya memberikan gambaran apa yang terjadi ketika berpacaran. Tetapi buku ini layak dibaca untuk menjadi bahan renungan dan masukan bagi masing-masing. Semuanya dikembalikan kepada orangnya masing-masing. Bagaimana orang tersebut menjalani kehidupannya dan berprinsip.

Mungkin saja ada yang langsung memutuskan pacar masing-masing, lalu jadi adik-kakak deh. “Yah sama saja!” mungkin itu yang akan dikatakan Ustadz Felix.

Di Balik Kehidupan Seorang Penulis

2 Jul

 

Hasinadara P (10321024)

IMG

Judul: My Life as a Writer

Penulis: Haqi Ahmad dan Ribka Anastasia Setyawan

Penerbit: Plotpoint

Tahun terbit: Maret 2013

Tebal: iv+192 halaman

Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Begitulah sebuah kutipan  dari Umar Kayam yang tertulis pada awal bab buku ini. My Life as a Writer bercerita tentang 5 penulis yang sukses dan terkenal lewat tulisan mereka. Para penulis ini pun memiliki pekerjaan selain menulis. Namun menulis tetap menjadi bagian dari hidup mereka. Buku ini mencoba mengorek bagaimana lika-liku perjalanan dalam menulis buku hingga berhasil.

Penulis pertama yang dikupas dalam buku ini adalah Alanda Kariza. Ia adalah seorang mahasiswa, aktivis, sekaligus penulis. Namanya mungkin tidak terdengar asing bila anda sering mengunjungi dunia maya. Alanda merupakan inisiator dari Indonesian Youth Conference yang dilaksanakan setiap setahun sekali. Ia mulai menulis buku ketika usia belia, 14 tahun. Sebuah buku teenlit berjudul Mint Cocolate Chips menjadi awal karier kepenulisannya. Selain itu ia juga menjadi kontributor di beberapa media seperti The Jakarta Post, Jakarta Globe, Gogirl! dan lain-lain. Buku kedua yang ia terbitkan pada tahun 2010 adalah kumpulan cerita pendek dengan judul Vice Versa. ia juga turut menyumbangkan tulisannya pada buku kumpulan cerpen Pertama Kalinya serta The Journey 2. Ia mempunyai alasan sederhana kenapa terus menulis yaitu kesenangan.

Clara Regina Juana atau lebih dikenal dengan Clara Ng menjadi penulis yang diceritakan selanjutnya. Clara mulai mengawali karier menulisnya pada tahun 2002 dengan buku Tujuh Musim Setahun. Buku ini terlahir karena mengalami kecelakaan saat ia sedang hamil tujuh bulan dan sayang bayi dalam kandungannya meninggal. Ia menjadikan menulis sebagai terapi atas dukanya yang mendalam. Beberapa teman yang membaca karya terbut merasa naskah ini perlu dimasukkan ke penerbitan. Namun pada awalnya ia merasa takut apakah masyarakat bisa menerima karyanya. Berkat dukungan sang editor, naskah tersebut akhirnya terbit sebagai buku pertama Clara. Tujuh Musim Setahun berhasil diterima di masyarakat. Tidak hanya itu novel ini pun kemudian dilirik oleh Gramedia Pustaka Utama untuk pencetakan ulang dengan kemasan baru dan rebranding.

Dewi Lestari merupakan nama yang tidak asing di jagad hiburan sebagai seorang penyanyi. Dewi yang tergabung dalam kelompok Rida Sita Dewi (RSD) memulai karier menulisnya pada tahun 2001. Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh merupakan novel pertamanya. Novel ini pun berlanjut dengan judul Supernova: Akar dan Petir. Dewi memang menyukai menulis sejak kelas 5 SD. Dewi kecil adalah seorang pendiam yang hobi mengkhayal. Dari khayalan itu kemudian ia wujudkan dalam bentuk tulisan. Pembaca pertama kali karyanya adalah keluarga. Ibunya pun kemudian menyadari betul bakat sang buah hatinya dan mendorong Dewi untuk terus menulis. Baginya bila ingin menjadi penulis bukanlah factor bakat melainkan kerja keras, itulah yang membuat Dewi sukses menjadi penulis hingga saat ini.

Dan Hujan pun Berhenti mungkin masih bisa anda temui di berbagai toko buku. Novel ini adalah hasil karya seorang gadis bernama Farida Susanty. Sebuah teenlit yang lahir karena lelah dengan teenlit yang begitu-begitu melulu. Farida bosan dengan teenlit yang menjual cerita seorang cowok yang digandrungi cewek Karena dia ketua OSIS dan jago main basket. Bahkan novel ini membawa Farida meraih penghargaan sebagai Best Young Writer di Literary Award 2006-2007. Kebiasaan menulis Farida merupakan hasil dari kebiasaannya membaca sejak kecil. Ia pun mempunyai kebiasaan yang unik, setelah membaca buku ia senang mengulangi cerita tersebut bahkan kepada teman-teman sebayanya. Ia mulai menulis sejak kelas 3 SD sebenarnya ia lebih senang menyimpan karyanya sendiri dibandingkan menunjukan kepada orang lain. Alasannya adalah karena Farida malu apabila ada yang membaca tulisannya. Melalui berbagai tulisannya ia hanya murni berniat untuk berbagi cerita tidak untuk mengejar penghargaan atau ppun sejenisnya.

Bila mendengar Valiant Budi Yogi mungkin belum banyak yang tahu. Namun bila disebutkan nama akun di jejaring social twitter @vabyo mungkin banyak yang tahu. Ia bukan penulis yang mengawalinya sejak kecil Vabyo adalah seorang penyiar radio  yang sering menulis skrip siaran. Namun sejak kecil ia pernah menulis cerita pendek saat kelas 4 SD. Cerpen tersebut kemudian ia kirimkan ke majalah anak-anak dan berhasil dimuat. Betapa bangganya Vabyo saat itu. Namun stereotip cowok suka menulis-terutama buku harian- membuatnya vakum dari kegiatan menulis. Sampai pada suatu hari ia akhirnya menerbitkan buku pertama berjudul “Joker: Ada Lelucon di Setiap Duka”. Buku ini merupakan pengembangan dari cerpen yang pernah dibuatnya. Namun sayang bukunya ini tidak cukup laris di pasaran. Namun Vabyo percaya bahwa setiap kegagalan yang terjadi adalah proses ketika kita disiapkan untuk sebuah keberhasilan di masa depan. Itulah yang membuat Vabyo terus berkarya meski sering mengalami penolakan.

Dari berbagai penulis yang dihadirkan oleh Haqi dan Ribka tampak sekali buku ini ingin memotivasi para calon penulis bila ingin sukses. Bahasa yang digunakan kedua penulis ini pun terasa mudah dipahami. Bukunya pun dipenuhi dengan foto dan lembar yang berwarna-warni hingga tak membuat pembaca merasa bosan. Penonjolan pada kutipan tertentu menjadi point penting seperti apa karakter penulis yang sedang dibahas. Buku ini menunjukan bahwa menjadi penulis sama dengan pekerjaan yang lainnya, butuh kerja keras dan pantang menyerah.

Namun ada yang terasa janggal dalam penggunaan bahasanya. Pada bab penulisan Alanda Kariza bahasa yang digunakan terasa “sangat remaja” dan didominasi kata-kata tak baku lebih persis ketika mengobrol sehari-hari. Hal tersebut bila dibandingkan dengan bab berikutnya menjadi terasa berbeda dalam penggunaan bahasanya. Meski buku ini ditulis oleh dua orang yang berbeda mestinya ada penyamaan penyampaian dalam buku agar terasa enak dibaca. Selain itu dibeberapa bab Haqi dan Ribka seolah terlalu banyak  mengutip perkataan sang penulis yang dibahas tanpa deskripsi yang cukup mendukung. Seolah hanya membaca sebuah transkrip wawancara. Seperti peribahasa tiada gading yang tak retak buku ini pun memiliki kekurangan seperti yang telah disampaikan di atas. Buku ini bisa dibaca oleh siapa saja, terutama bagi mereka yang ingin menjadi penulis.

 

Eloknya Tanah Air Khatulistiwa

2 Jul

Rizal Palevi (10321052)

Image

Judul            : The Journey 2 : Cerita dari Tanah Air Beta.

Pengarang    : Alanda kariza, Fajar Nugros, Farid Gaban, JFlow, Matatita, Rahne Putri, Richard     Miles, Riyanni Djangkaru, Travel Junkie Indonesia, Trinzi Mulamawitri, Ve Handojo, dan Windy Ariestanty.

Penerbit       : GagasMedia.

Tebal            : viii + 256 halaman.

Cetakan        : Pertama, 2012

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki 13.466 gugusan pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Dari jumlah gugusan pulau dan luas yang mencapai 5.180.053 km2, tentu saja Indonesia memiliki banyak tempat menarik untuk dikunjungi. Dari sekian banyak tempat tersebut pun banyak kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Indonesia menjadi kawasan yang cocok bagi orang-orang yang memiliki hobi traveling.

Buku ini bercerita tentang perjalanan dari beberapa orang ke daerah-daerah yang ada di Tanah Air yang sekaligus menjadi penulis dalam buku ini. Para penulisnya pun merupakan orang-orang yang sudah memiliki nama dalam dunia jurnalistik di Indonesia. Sebut saja Farid Gaban yang merupakan wartawan senior yang banyak memiliki pengalaman dalam dunia jurnalistik Indonesia. Riyanni Djangkaru seorang presenter salah satu stasiun tv swasta di Indonesia yang telah banyak memiliki program acara travelling.

Ide pokok dari buku ini adalah kisah perjalanan dari beberapa penulis ke daerah-daerah yang ada di Indonesia untuk menemukan cerita menarik yang bisa dibagikan kepada pembaca. Dari kisah-kisah tersebut, pembaca dapat mengetahui kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. Menghargai dan melestarikan kebudayaan menjadi alasan utama para penulis menuangkan kisah mereka ke dalam bentuk buku.

Di dalam buku ini terdapat filosofi yang menarik dari Rahne Putri mengenai seperti apa konsep packing itu.  Menurutnya packing itu belajar memilih, mana-mana saja yang kita bawa dan pertahankan, seperti halnya memilih siapa yang akan kita masukkan ke hati. Hidup adalah perjalanan, hati adalah koper. Bawa secukupnya di dalamnya. Tinggalkan yang memberatkanmu, singkirkan yang merepotkanmu.

Buku ini terdiri dari 12 cerita yang berkisah mengenai perjalanan para penulis mengunjungi tempat-tempat yang ada di Negara Indonesia. Cerita di awali dari perjalanan seorang penulis cerita, skenario, dan juga blogger mengunjungi kampung Trusmin di kota Cirebon. Berawal dari menjadi salah satu peserta World Batik Summit 2011 di Jakarta, membuat Ve Handojo bertekad untuk mempelajari batik. Ia sengaja memilik workshop Batik Ninik Ichsan di kawasan kampung Trusmin, Cirebon karenan memang dekat dengan Jakarta. Perjalanan dari Jakarta ke Cirebon hanya memerlukan waktu 3 jam saja menggunakan kereta. Dalam tulisannya. Ia menjelaskan bahwa batik bukan hanya sekedar pakaian tradisional, namun dalam setiap motif batik mengandung arti dan filosofi yang menarik jika kita sebagai generasi muda mau untuk menelaahnya.

Bagian kedua ada seorang wanita asal Yogyakarta yang membagi pengalamannya melintasi papua melalui udara. Pesawat Twin Otter memang merupakan jenis pesawat kecil yang berfungsi untuk penerbangan jarak pendek. Pesawat ini memang cukup diandalkan oleh sebagian masyarakat yang ingin bepergian dari Timika ke Asmat karena memang efektif dan efisien jika dibandingkan dengan menggunakan kapal laut. Walaupun banyak terdengar berita mengenai banyak hilangnya jenis pesawat ini dalam penerbangan komersil di Papua, namun standar keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas maskapai penerbangan. Memang pesawat ini sangat mengandalkan cuaca jika akan melakukan penerbangan. Selama dalam pesawat, wanita yang sanagat menyukai ilmu Antropologi ini sangat menikmati keindahan alam Papua yang memang masih terdiri dari hutan-hutan yang lebat. Sungai-sungai yang panjang dan berkelok-kelok tak bosan untuk dilihat karena penasaran kemana akan bermuara.

Bagian ketiga bercerita perjalanan Riyanni Djangkaru ke pulau Dewata Bali. Salah satu alasan utama ia memilih bali sebagai tujuan perjalanannya adalan untuk melihat Mola. Mola merupakan sejenis ikan Buntal yang ukurannya bisa mencapai diameter 4-5 meter. Nama lain dari ikan ini adalah Sun Fish karena bentuknya yang bulat dan suka berjemur di permukaan laut untuk menghilangkan parasit pada tubuhnya. Untuk dapat melihat ikan ini ia harus menyelam hingga kedalaman seratus meter di kawasan Nusa Penida. Tidak hanya turis lokal saja yang ingin melihat Mola dari dekat, banyak turis-turis mancanegara dari Singapura, Malaysia, bahkan Australia yang rela melakukan perjalanan panjang untuk melihat Mola. Betapa terkenalnya Bali di mata Dunia, begitulah inti yang bisa ditangkap dari ceritanya.

Bagian keempat ada cerita mengenai kota Solo yang ditulis oleh Rahne Putri. Cerita-cerita mengenai solo yang terkenal dengan kota yang sangat teratur dan tertib membuat ia ingin membuktikannya. Ternyata memang benar, Solo memiliki struktur letak tata kota yang menurutnya sangat teratur dan tertata rapi. Kota Solo sudah menjadi kota tujuan wisata sejak walikota Solo Joko Widodo mencanangkan slogan “Solo Spirit Of Java”. Hal itu ditandai dengan dibuatnya bus wisata bertingkat satu-satunya di Indonesia. Bus ini dinamakan Werkudara yang merupakan salah satu tokoh pewayangan yang memiliki sifat melaksanakan kewajiban dengan ikhlas, membela yang benar tanpa ragu, teguh pada keyakinan, mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, dan bertindak adil serta jujur.

Sebenarnya masih banyak cerita menarik yang terdapat pada buku ini, misalnya seperti perjalanan Fajar Nugros seorang penulis dan sutradara di daerah Raja Ampat, Papua. Jika berbicara mengenai Raja Ampat, maka hal pertama yang akan muncul dalam pikiran adalah keindahan kekayaan lautnya yang terkenal hampir di seluruh Dunia. Namun Fajar tidak melulu bercerita mengenai keindahan alam bawah laut Raja Ampat yang begitu indah, dia mengambil sisi lain dari Raja Ampat. Papua memang terkenal sebagai penghasil bibit-bibit pemain sepak bola yang handal, sebut saja Boas Salossa. Pemain berdaraj Papua ini merupakan andalan di lini depan Timnas Indonesia. Hal seperti itulah yang diangkat oleh Fajar dimana anak-anak Raja Ampat sangat menggemari sepak bola dan memiliki cita-cita untuk menjadi pemain sepak bola. Jika mereka tak mampu untuk menempuh pendidikan yang tinggi, jalan terbaik menurut mereka adalah dengan menjadi pemain sepak bola.

Buku “The Journeys 2 : Cerita dari Tanah Air Beta” ini cukup menarik untuk menjadi bahan bacaan bagi para penggila travelling karena ditulis dengan gaya bahasa yang cukup beragam. Hal tersebut dikarenakan bukan hanya satu penulis saja yang bercerita, namun bayak penulis-penulis berpengalaman yang berbagi cerita pada buku ini. Hal itu membuat pembaca tidak merasa bosan jika membaca buku ini. Pada setiap cerita pun dilengkapi dengan foto-foto perjalanan dari para penulis. Pembaca dapat berimajinasi dengan tulisan dan gambar-gambar yang membuat pembaca seolah-olah ikut masuk ke dalam cerita tersebut.Satu hal lagi yang menarik dari buku ini, ada Travellers Info pada halaman 184. Dengan adanya info tersebut sangat bermanfaat bagi pembaca jika ingin mengunjungi tempat tersebut. Namun hal yang sangat disayangkan adalah tidak semua cerita terdapat kolom travellers info.

Secara garis besar dapat saya ambil kesimpulan, buku ini sangat menarik untuk dimiliki dan dibaca. Isi-isi cerita yang menjelaskan mengenai bagaimana kebudayaan, tradisi, tempat wisata yang sangat menarik di Indonesia sangat diperlukan kita sebagai warga negara Indonesia. Buku ini mengajarkan bagaimana kita harus bangga menjadi warga Indonesia.

Berikan Payung Perlindungan Nyata

19 Jun

Nur Istifani Rahayu (10321093)

 

Aku menyadari tempat berpijak ini perlahan mengusir

Dengan kata yang tidak dikatakan,

Dengan isyarat yang tidak diisyaratkan

Di sini tak kudapati payung perlindungan

Untuk hidup santun yang dahulu termiliki

 

Aku diciptakan bukan untuk dicerca, disiksa, dan dihanguskan

Aku begitu mulia hingga namaku tertulis dalam Kitab Suci

Namun bangsaku semakin gila

Aku digunakan secara cuma-cuma

Untuk dihormati pun tidak ada dalam benak mereka

 

Ingin ku meminta

Untuk tidak merakitku

Bila aku hanya robot pemuas nafsu

Jangan memperkerjakanku

Bila aku hanya lebah pencari madu

 

Apakah tak berdaya yang dicari?

Untuk menerkam dan menerjang tanpa perlawanan

Sementara payung perlindungan tak dapat ku raih tanpa rupiah

Sempat ku berpikir apakah payung perlindungan itu nyata atau hanya diorama?

 

Perlahan aku dapat menghitung detik kematian,

Dengan pisau dan korek api, yang tanpa rasa berdosa

Terbenam menembus tubuh ini

Entah apa yang ada di dalam kalbu para jahanam lupa neraka

Bahkan kidung malaikat mereka acuhkan

 

Hingga diri ini tak berdaya,

Payung perlindungan tak jua ku dapatkan,

Untuk membela, melindungi, dan menghargaiku sebagai kaum “Hawa”

Mereka yang berdiri dalam payung-payung baja kekuasaan

Terlalu sibuk mengurusi kekayaan dan lalai akan amanat

 

Tubuh yang kelak akan melahirkan putra-putri bangsa

Kini terpatung tanpa ruh

Beralas dan beratapkan tanah

Penuh mawar dan kamboja, akibat penyiksaan tiada henti

 

Aku hanya satu dari sekian banyak wanita

Yang tidak mendapatkan lembar-lembar rupiah

Untuk payung perlindungan fiksi

Panggung Kemunafikan Tikus-tikus Al Pacino

19 Jun

Teuku M Rizal (10321052)

 

Al Pacino di balik tirai memulai kisah

Tikus-tikus meluap dari persembunyian

Dalam panggung kemunafikan bermain peran

Keping demi keping, lembar demi lembar

Jatuh ringan bak kapas tanpa tulang

 

Al Pacino di balik tirai melanjutkan kisah

Tikus-tikus bermain dalam sungai korupsi

Bermuara laut kejayaan

Berarus penuh kecurangan

Bercabang penuh kelicikan

 

Al Pacino di balik tirai mengakhiri kisah

Rakyat-rakyat bak batu kerikil

Dilewati arus deras penuh penderitaan

Terkikis tak mampu menahan arus

Hilang lenyap

 

Sepupuku Calon Veteriner

21 May

Anindita Damayanti (10321066)

Dunia hewan merupakan salah satu hal yang disukainya, karena itulah yang menjadi salah satu motivasi untuk menjadi dokter hewan. Namanya Adekhantari Yuanda, biasa dipanggil Tari oleh keluarga dan teman-teman. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan S1 Fakultas Kedokteran Hewan di Universitas Brawijaya, Malang. Keputusannya ini juga diamini oleh orangtua dan keluarganya. Menurutnya saat ini sudah banyak orang menjadi dokter hewan dan membuka klinik, karena itulah ia memutuskan untuk menjadi dokter hewan yang ada di alam liar. Walaupun hal tersebut banyak tantangannya tapi ia tetap akan mengikuti impiannya.
Banyak anggota keluarga maupun teman-teman yang menanyakan calon dokter hewan ini tentang kesehatan hewan peliharaan mereka. Tari juga dengan senang hati akan menjawabnya, hal ini sekaligus sebagai latihan baginya untuk menghadapi hewan lainnya. Perempuan kelahiran Yogyakarta ini juga suka memelihara binatang, sebelumnya ia sempat memelihara luwak. Ketika ditanya kenapa ia memelihara luwak, dengan santai Tari menjawab “kan kalau dikasih makan biji kopi bisa jadi kopi luwak, kalau bagus nanti buat ternak,” ujarnya sambil tertawa.
Tari besar dan tinggal di Pasuruan, Jawa Timur. Sesekali dalam setahun ia akan pulang ke Yogyakarta, atau saya yang mengunjunginya. Jika saya sedang main, dia akan mengajak ke tempat peternakan sapi tempat orangtuanya bekerja. Tari juga cukup sering membantu pekerjaan mereka. Memang menurut pakde dan bude, panggilan saya untuk orangtua Tari, mereka berusaha mengenalkan Tari pada hewan sejak kecil. Maka ketika sudah besar, Tari sedikitpun tidak takut memegang segala jenis hewan termasuk ular. Berbeda dengan saya, yang cukup melihatnya saja dari jauh. Tari bahkan tahu makanan apa yang harus diberikan pada ular dan bagaimana mengurusnya dengan benar.
Saat ini ia sedang berusaha mencari beasiswa untuk kuliah di luar negeri. Tari sadar bahwa orangtuanya belum tentu mampu membiayai pendidikan lanjutannya untuk menjadi dokter secara resmi, karena itulah ia berusaha mencari beasiswa sendiri. Calon dokter hewan ini juga kerap terlibat dalam kegiatan sosial yang berhubungan dengan pendidikannya. Bahkan di waktu liburannya, calon dokter hewan ini memilih untuk bekerja magang di sebuah kebun binatang di daerah Surabaya. Menurutnya jika sering menghadapi hewan lama-lama ia akan terbiasa, apalagi pekerjaan ke depannya yang menuntut untuk dapat menghadapi segala jenis hewan.
Perempuan kelahiran Yogyakarta ini mempunyai hobi membaca buku, jalan-jalan dan menonton film. Buku jenis apapun akan dibacanya, tapi yang utama adalah novel. Novel yang disukainya adalah yang berjenis misteri dan romantis. Selain novel, ia juga suka komik, Detective Conan merupakan satu serial yang masih dikoleksinya hingga sekarang. Jika sudah membaca novel dan komik ia sering lupa waktu. Saya dan Tari juga cukup sering bertukar informasi novel yang bagus atau baru keluar, selain buku kami juga saling bertukar informasi mengenai film. Film yang baru rilis atau yang sudah lama rilis cukup sering kami bahas. Jarak sepertinya bukan masalah, karena kami juga sering bertukar film dengan mengirimkannya. Jika sedang bersama, kami memilih untuk menonton bersama.
Hobi lainnya yang sama dengan saya adalah jalan-jalan. Banyaknya tempat wisata di daerah Malang dan sekitarnya tidak akan dilupakan Tari, ia cukup sering berkunjung ke tempat wisata tersebut minimal seminggu sekali asal tidak mengganggu kuliahnya. Acara jalan-jalannya juga menurutnya cukup membantu dalam mengenali alam. Tari yang ingin menjadi dokter hewan di alam sangat memanfaatkan kesempatan ini, setiap kali ia sedang berjalan dan menemui hewan ia akan dengan mudah mengidentifikasi hewan tersebut. Ia bahkan tidak segan untuk memegangnya jika bisa.
Jika disuruh memilih, Tari lebih senang diajak jalan-jalan ke alam, seperti hutan atau pantai. Walaupun jarang ada teman sesama perempuan yang mau diajak jalan ke alam, ia tidak terkekang. Tari dapat pergi kemanapun dengan siapapun, walaupun jika harus pergi dengan laki-laki ia sudah cukup terbiasa. Karena hobi yang sama pula, kami sering merencanakan untuk pergi berlibur bersama.
Di kalangan teman-temannya, ia terkenal dengan sosok yang ceria dan ramah. Tari juga senang untuk menjalin pertemanan dengan siapa saja yang ditemuinya, tak heran jika teman-temannya cukup banyak dan tidak hanya yang ada di sekitarnya saja. Bahkan ketika sedang berjalan-jalan dan menemui orang baru, ia tak akan segan untuk memulai pembicaraan dan bertukar nama serta informasi lainnya. Tari dapat membuat orang lain nyaman untuk berada di sekitarnya, ia juga kerap menjadi teman curhat bagi orang lain, tak terkecuali saya sendiri. Temannya pun bukan hanya dari kalangan kampus saja, bahkan dari kampus lain.
Perempuan kelahiran 21 tahun silam ini cukup bisa diandalkan oleh orang-orang di sekitarnya. Ia juga dengan senang hati membantu orang lain tanpa diminta. Sifat lainnya, ia sangat ekstrovert, dia tidak segan untuk menceritakan apa yang dialaminya kepada orang yang dipercayanya. Cukup sering kami saling bercerita satu sama lain mengenai apapun yang kami alami selama beberapa waktu. Dulu ketika masih SD kami sangat senang berkirim surat, semua kami ceritakan bahkan hal-hal yang tidak penting pun ikut kami tulis. Walaupun kami dekat, kami juga sering berkelahi memperebutkan apa saja.
Dalam akun media sosialnya, Tari memiliki banyak teman yang berasal dari kampus lain yang sama-sama berkuliah di jurusan kedokteran hewan. Menurutnya dengan banyak teman dari kampus lain, maka ia dapat bertukar informasi tentang perkuliahannya, cukup menguntungkan bukan? Banyak teman semakin banyak ilmu tentang kedokteran hewan pula yang didapatnya.
Dokter hewan bukanlah salah satu jurusan favorit, tak banyak yang berani menyentuh hewan bahkan merawat hewan. Tetapi kecintaan pada hewan yang membuat Tari ingin merawat hewan-hewan tersebut. Calon dokter hewan dan penyuka bintang K-Pop yang ramah ini berharap semua cita-citanya tercapai. Keluarga dan teman-temannya tetap berusaha mendukung semua keputusannya, sesekali mereka memberi masukan yang cukup membangun. Tari berusaha membuat orang lain nyaman jika sedang bersamanya. Orang yang cukup cerewet memang dan lucu, tetapi ia dapat menjadi orang yang serius dan diandalkan. Dia tumbuh besar dengan mandiri, dia juga tidak manja pada orangtuanya tetapi ia yakin bahwa orangtuanya selalu menyayangi dan mendukungnya.

Islamic Pineal Theraphi Oleh: M.Akbar Zia Ulhaq

25 May

Islamic Pineal Theraphi

Oleh: M.Akbar Zia Ulhaq

doa hamba-Nya yang sabar dan khusyuk shalatnya. “ Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusuk”.

Rasullah pun bersabda bahwa do’a orang yang sedang sakit setara dengan do’a Malaikat. “ Jika kamu datang menjenguk orang sakit maka mintalah ia berdo’a untukmu karena do’anya seperti do’a Malaikat”. (HR Ibnu Majah dari Umar r.a)

Karena seperti Malaikat yang tidak mempunyai dosa, do’anya pun akan mudah terkabul. Dengan dua alasan di ataslah serta kepasrahan kepada Allah Yang Maha Mengetahui dan Mahakuasa, akhinya kesembuhan dapat diraih.

Pertanyaan

  1. Apa yang disebut kelenjar pineal ?
  2. Bagaimana ia bisa mempunyai efek yang luar biasa bagi kesehatan manusia ?
  3. Bagaimana gejala depresi berat itu bisa terjadi ?
  4. Bagaimana cara Islam dalam menyambuhkan suatu penyakit ?
  5. Unsur-unsur apa saja yang terdapat didalam madu sehingga mampu mengobati penyakit didalam tubuh manusia ?

Ide Pokok Buku

Setiap manusia pasti menginginkan kebahagiaan di dalam hidupnya dan tidak mengharapkan penderitaan datang menimpa diri dan keluarganya. Namun kenyataan berkata lain, penderitaan masih sering datang menyerang dalam kehidupan manusia di dunia ini. Salah satu penyebab timbulnya penderitaan tersebut ialah serangan suatu penyakit.

Dalam buku ini mencoba menuntaskan masalah-masalah dan menemukan suatu cara hidup sehat yang sesuai kaidah-kaidah Islam dan konsep kesehatan modern. Konsep ini bernama Islamic Pineal  Therapy. Memadukan dua konsep secara Islam dan kesehatan modern bertujuan untuk memberikan informasi cara menyembuhkan suatu penyakit dengan bukti-bukti yang telah terjadi.

Mengutip Kata Asli dan Halaman

Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana telah menganugrahkan makhluk-Nya (Manusia) otak yang mempunyai kemampuan demikian besar. Otak ini berfungsi untuk menjaga dan mengendalikan seluruh fungsi organ tubuh yang lain terhadap berbagai gangguan, termasuk gangguan oleh serangan suatu penyakit.

Salah satu organ yang sangat penting ialah kelenjar pineal. Secara anatomis, kelenjar pineal (epiphyse) ini adalah organ yang sangat kecil. Pada orang dewasa diameternya hanya 1mm. Ia berbentuk kerucut dan terletak di pusat otak (daerah hypophyse). Kelenjar ini terdiri dari sel-sel glial dan pinealosit. Kelenjar ini sangat peka terhadap cahaya karena terbentuk dari kumpulan sel-sel yang sangat peka terhadap cahaya ( photoreceptor cells).

Kelenjar pineal ini dapat merasakan adanya cahaya layaknya mata kita. Ia mampu “ melihat” dengan jelas ruang-ruang yang ada di luar dunia fisik sehingga kelenjar ini disebut sebagai “mata ketiga”. (halaman 11-12)

Kelenjar paneal terdiri atas sel-sel yang sangat peka terhadap cahaya, maka kelenjar ini hanya produktif dalam suasana gelap (di malam hari tanpa lampu). Oleh karena itulah, di siang hari hormon melatonin tidak dapat di temukan di dalam darah. Produksi melatonin mencapai puncaknya pada pukul 23.00-02.00.

Dua peneliti dari Amerika telah menunjukan bahwa cahaya pada malam hari akan mengurangi produksi melatonin dan menjadikan peningkatan produksi hormon estrogen pada perempuan sehingga keadaan ini akan meningkatkan insiden timbulnya kangker payudara di antara perempuan pekerja malam. “Mereka yang tidur dengan lampu menyala memiliki kekebalan lebih rendah terhadap penyakit dan beresiko terkena penyakit kangker lebih tinggi bila di bandingkan orang-orang lain yang tidak bekerja malam hari. (halaman 18)

Pandangan Islam terhadap penyakit, pada prinsipnya suatu penyakit terjadi karena 6 hal :

1)      Makanan atau minuman tidak dijaga dengan baik: kebersihan, komposisi atau, cara konsumsi, porsinya, dll.

2)      Badan yang kurang terawat.

3)      Hidup tidak tenang, kejiwaan yang tidak tenang emosional dan suka marah-marah.

4)      Alam lingkungan yang tercemar oleh gas CO2, limbah rumah tangga, maupun limbah pabrik.

5)      Kelainan bawaan, seperti penyakit kencing manis, alergi, bibir sumbing.

6)      Kecerobohan, mengkonsumsi makanan atau minuman secara berlebihan.

Sebagai umat Islam tentunya kita yakin terhadap kebenaran ayat-ayat suci Al-Qur’an dan dengan ikhlas untuk mengamalkan semua ayat suci tersebut. Di antaranya adalah ayat suci Al-Qur’an menyatakan bahwa semua yang bernyawa itu akan mati dan kematian itu sudah ditentukan waktunya, tidak dimajukan dan tidak pila dimundurkan. (halaman 53-54).

Manfaat

Isi dari buku ini banyak memberikan informasi seputar kesehatan dan bagaimana cara menyembuhkannya melalui “pengobatan alternatif” sesuai dengan kaidah-kaidah Islam dan sesuai pula dengan temuan-temuan ilmiah di bidang kesehatan populer dan ada terdapat beberapa perbedaan.

Isi Buku Secara Kronologi

Buku ini membicarakan perihal makna suatu penyakit, proses, cara pencegahannya, cara pengobatannya, serta cara agar penyakit tersebut tidak menimbulkan penderitaan bagi pasien maupun keluarga. Buku ini makin memperkukuh posisi Islam sebagai agama kebenaran dengan konsep Islamic Pineal  Therapy. Apa itu ? Ia adalah perpaduan antara cara hidup sehat ala Islam dan temuan kesehatan tentang fungsi kelenjar di otak bernama pineal.

Ulasan Singkat Buku

Hasil penelitian para pakar ilmu kesehatan modern menunjukan bahwa otak manusia dapat menghasilkan tidak kurang dari 50 macam obat alami yang sangat potensial dan bebas efek samping. Potensi obat ini sampai 3 kali lipat obat-obat sintesis.

Ternyata memang betul demikian. Hasil penelitian para medis menemukan bahwa Allah telah membekali makhluk-Nya termasuk manusia benteng pertahanan yang sangat tangguh yaitu otak. Utamanya yang dikenal sebagai kelenjar pineal yang terletak di pusat otak kita. Kelenjar ini mampu “ menaklukkan” berbagai macam penyakit yang datang menyerang.

Sistematika Penulisan

Buku ini banyak menggunaan resensi buku Islam dan sesuai dengan temuan-temuan ilmiah kesehatan modern, sehingga penggunaan dirangkum menjadi satu dan bahasa yang di gunakan mudah untuk di pahami. Buku ini juga banyak melakukan penelitian secara langsung sehingga hasil yang didapatkan sesuai dengan apa yang telah dipelajari dari buku ini dan nyata.

Fisik

Kertas        : Menggunakan kertas tidak terlalu tebal dengan panjang 19 cm

Cover         : Syakira

Huruf          : Sesuai dengan huruf kapital, tetapi terdapat beberapa kata yang masih salah dalam penulisannya.

ISBN         : 978-979-9959-21-8

Pembahasan

Buku ini berisi tentang cara menyembuhkan penyakit yang sering di derita  dengan melakukan pengobatan secara alternatif yang sesuia dengan kaidah-kaidah Islam dan ajaran Rosullullah. Keunggulan dari buku ini banyak memiliki kutipan ayat-ayat Al Qur’an sehingga para pembaca di suguhkan dalam nuansa Islam yang sudah sudah terbukti dalam ayat-ayat tersebut. Kelemahan dari buku ini adalah dari segi penulisan yang dilakukan, terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan kata-kata dan terkadang bahasa yang digunakan kurang mampu di pahamin oleh para pembaca.

Penutup

Buku ini banyak memberikan manfaat ilmu kepada pembaca, sehingga pembaca tahu bagaimana cara mengobati panyakit dengan cara pengobtan alternatif yang mampu dilakukan sendiri, melakukan pola hidup sehat yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Semoga di kedepannya buku ini mampu diperbaharui lagi dengan sajian ilmu-ilmu baru dan pembaca mampu lebih mengetahui manfaat dari tulisan yang di berikan penulis. Data Bibilografi

Judul Buku            :  Islamic Pineal Theraphi

Penulis                   :  Dr. Iftachul ‘ain Hambali Sp. THT

Penerbit                 :  PRESTASI

Depok: Jl. Ir. H. Juanda Depok 16418

Jakarta: Jl. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740

Cetakan                : Cetakan Pertama, Rabi’ul Akhir 1432 H/ Maret 2011

Tebal Buku            : 172 Halaman.

Mengemukakan Keberhasilan Pengarang

Pasien berhasil memperoleh “ hidup yang tentram” dan dapat memposisikan dirinya berada pada kondisi tingkat spiritual paling tinggi dan tingkat psikologis-emosional paling rendah. Ia bershasil pasrah dan tidak mempunyai tuntunan apapun. Apapun yang menjadi ketetapan Allah SWT baginya, dapat diterima sepenuhnya dengan ikhlas. Kondisi seperti ini memacu kelenjar pineal untuk bekerja maksimal memproduksi hormon melatonim dalam jumlah yang besar. Hormon ini dapat mengontrol dan mengendalikan hormon-hormon lain serta mengontrol seluruh proses biologis yang ada. Pada akhirnya pasien berhasil sembuh.

Pasien dapat memperoreh tambahan poin berupa do’anya mudah terkabul. Firman Allah menyebutkan   bahwa Dia akan mengabulkan


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,544 other followers